Category: Asia Australia Oceania

  • Aku sudah faham sebelum Mr. Tirtha memberitahuku bahwa destinasi berikutnya adalah Tashiling, pemukiman para pengungsi Tibet di Pokhara. Nepal sendiri memberikan akses migrasi ini karena sejak zaman dahulu, Tibet dan Nepal telah memiliki hubungan kerjasama yang erat dalam bidang ekonomi, diplomasi dan budaya. Kedua belah pihak pernah berulangkali dalam sejarah menandatangi berbagai perjanjian kerjasama sebagai…

  • Mr. Raj dengan baiknya menyuguhkan hidangan spesial untukku. Telur dengan dua mata sapi disajikan bebarengan dengan satu buah pisang, dua lapis toast berselai manga dan secangkir teh panas khas Nepal. Sementara Mr. Tirtha tampak pamit dan beranjak pulang demi menikmati sarapan buatan istri di kediamannya sendiri untuk kemudian dia akan kembali lagi menjemputku dan berkeliling…

  • Hari masih cukup pagi ketika aku mulai meninggalkan Bindhyabasini Temple. Kembali menunggangi taksi sewa harian milik Mr. Tirtha, aku beserta trio backpacker sehotel mulai menyusuri Jalan Pokhara-Baglung menuju ke arah selatan. Mr. Tirtha berencana membawaku ke sebuah pasar tua yang berusia lebih dari 250 tahun. Tuturnya, pasar tua itu bernama Purano Bazaar, tetapi khalayak sering…

  • Usai sudah mata telanjangku menikmati pemandangan Himalaya yang memukau. Dua jam berada di Sarangkot dan menyaksikan drama alam yang bermula saat sinar fajar pertama memancar hingga kemudian pergi tersingkap siang. Kamu boleh membaca seksama petualanganku di Sarangkot pada kisah yang telah lebih dahulu kutulis.   Disini: Menembus Pagi Mejemput Fajar di Sarangkot, Nepal Aku berpamitan…

  • Mengunjungi Nepal identik dengan mengunjungi Himalaya. Dan seluruh pelancong tahu bahwa gerbang Himalaya itu ada di Pokhara. Sudah lama kota berjuluk “Permata Himalaya” ini membuka diri untuk mempertontonkan keelokannya ke penjuru dunia. Hal inilah yang menempatkan Pokhara menjadi top list dalam kunjunganku di kawasan Asia Selatan. Bukan Kathmandu, tapi kota terbesar kedua Nepal yang terletak…

  • Mengakhiri transaksi dan menggenggam tiket bus Pokhara-Kathmandu, aku berniat cepat menuju penginapan. Jarum jam serasa bergerak cepat dan gelap perlahan pasti menyelimuti kota, hingga kemudian aku menyatakan setuju pada sopir taksi untuk mengantarkanku ke New Pokhara Lodge. Taksi putih mungil lincah membelah patahan-patahan gang kecil. Sekali dia tampak kebingungan hingga memaksanya turun dan bertanya kepada…

  • I was chased by a little beggar who didn’t satisfy because I only gave him a chocolate which I brought from Jakarta since a week ago. “No….I need money,” he said while he continued to follow me from behind. Even when I unpacked my backpack to control whether any suspicious objects which enter in it…

  • Cukup dengan Rp. 40.000 untuk menunggang taksi selama 10 menit dari Thamel ke Kanti Path Road. Jika tak takut tersasar, kamu juga boleh menempuhnya selama 20-25 menit dengan berjalan kaki. Imajinasiku mengatakan bahwa bus yang sedang kukejar ini akan standby di sebuah kantor travel agent. Tetapi kenyataannya jauh diluar perandaian. Semua bus dari berbagai travel…

  • “Get off here and walk straight there. I will wait here for maximum 2 hours“, said full-day rent taxi driver after spitting betel nut out of taxi window. Betel spittle traces evenly looked in car parking area…. Pathetic. Not wasting time, I immediately sneaked into the visitors queue to buy a ticket. Shortly….Not more than…

  • Resepsionis: “Mr. Donny Suryanto from Indonesia?”, menyapaku ketika merapat ke mejanya. Aku: “How do you know me?”. Resepsionis: “Yes Sir, we are waiting for you. Our last room which we have. And you have kept it via Booking.com.” Aku: “yeaa wright….Hahaha, excellent.”, bersamaan menandatangani berkas beriring senyum. Aku memasuki kamar Hotel Holiday House seharga Rp.…