<—-Kisah Selanjutnya

Aku memperhatikan tingkah seekor anjing jenis husky terduduk manis memperhatikan sekumpulan merpati gendut nan jinak, dua jenis satwa itu tampak akur seolah mereka telah berteman sejak lama di dalam taman.

Selepas puas mengunjungi Zenkov Cathedral, aku memutuskan untuk meninggalkan 28 Panfilov Guardsmen Park melalui pintu sisi utara di bilangan Gogol Street. Aku menuju barat menelusuri jalan itu, menikmati suasana sekitar ditengah terpaan suhu dingin yang tak kunjung menghangat walau telah lama diterpa sinar matahari.

Pukul setengah tiga sore….

Hamparan salju di sepanjang saluran irigasi pedestrian dan gedung-gedung berbentuk persegi dengan lima hingga tujuh lantai menghampar di sepanjang jalan. Jalanan pun mulai ramai dengan kehadiran warga Almaty yang sedang  beraktivitas.

Aku akhirnya tiba di depan Stasiun MRT Zhibek Zholy setelah berjalan selama lima belas menit. Sekilas tampak muka bahwa bangunan stasiun ini mirip bangunan perkantoran. Gedung stasiun itu tampak elegan dengan kemiringan dinding kacanya. Cukup mudah bagiku untuk memahami bahwa bangunan itu adalah stasiun MRT karena aku selalu menghafal kata “бекеті” yang bermakna “stasiun” dalam Bahasa Russia.

Perempatan Gogol Street dan Furmanov Avenue 100 meter di timur Stasiun Zhibek Zholy.
Stasiun Zhibek Zholy tampak muka.

Tanpa ragu aku memasuki bangunan stasiun. Desain interior stasiun tampak modern walau stasiun ini baru selesai dibangun empat belas tahun lalu. Sementara itu di tengah ruangan didominasi dengan keberadaan stand coffee shop berukuran besar.

Aku sengaja berdiam diri di ruangan itu untuk menghangatkan badan. Berjalan lima belas menit saja di jalanan Almaty bisa membuat jari tangan membeku. Aku berdiri di sudut ruangan stasiun sembari memperhatikan warga Almaty yang lalu lalang keluar masuk stasiun.

Setidaknya stasiun di Almaty lebih kedap dari dinginnya suhu di luar dibandingkan dengan lobby stasiun-stasiun MRT di Tashkent yang kebanyakan masih terpapar udara luar nan dingin yang masuk melalui pintu yang tak tertutup rapat..

Usai kondisi tubuh telah menghangat, maka aku memutuskan untuk turun ke lantai bawah melalui tangga regular untuk berburu token Metro Almaty.

Aku menemukan beberapa ticket vending machine di lantai bawah, tapi tak satupun dari mesin-mesin itu aku mampu mendapatkan sebuah token untuk menaiki Metro Almaty. Maka aku coba berdiri di sudut ruangan, memperhatikan bagaimana warga lokal mendapatkan token untuk menaiki MRT.

Kulihat kebanyakan dari mereka menggunakan monthly pass dan dengan mudah mereka melakukan tapping di ticket gate. Beruntung ada seorang ibu paruh baya yang tampak menuju sebuah loket, menyerahkan sejumlah uang ke petugas di loket lalu mendapatkan sebuah token warna kuning beserta struk pembayarannya.

Oh, bisa tunai ternyata”, aku membatin.

Akhirnya aku berjalan menuju loket yang sama dan membeli satu token MRT seharga 120 Tenge. Usai mudah mendapatkannya maka aku pun bergegas menuju ticket gate.

Aku menuruni escalator yang tajam nan panjang demi menggapai platform kereta. Tiba di ujung bawah escalator, aku berlanjut menyusuri koridor panjang beralas marmer abu-abu dengan langit-langit berbentuk cekung. Maka tiga menit kemudian aku tiba tepat di platform kereta. Jalur kereta itu tak berpelindung dengan partisi, melainkan dibiarkan terbuka dengan garis pembatas tunggu penumpang. Hanya saja ruang tunggu dan platform kereta dipisahkan oleh tembok dengan lubang-lubang pintu berbentuk setengah oval.

Lantai teratas Stasiun Zhibek Zholy.
Token kuning Metro Almaty.
Ruangan tunggu Stasiun Zhibek Zholy.
Platform Stasiun Zhibek Zholy.

Desain stasiun yang sangat menarik”, aku bergumam dalam hati. Sementara itu di sisi tengah ruang tunggu tersedia bangku-bangku duduk berbahan beton. Aku tampak asyik memperhatikan seorang bapak setengah baya beserta anak perempuannya yang duduk di salah satu bangku menunggu kedatangan kereta.

Aku terus berjalan mengeksplorasi seisi rungan hingga tepat berada di ujung platform. Di dinding ruangan tampak relief benda dan binatang yang berhubungan dengan aktivitas tempo dulu di Jalur Sutera. Tentu hal ini tak lepas dari nama stasiun itu sendiri “Zhibek Zoly” yang bermakna sebagai “Jalur Sutera”. Hal ini menunjukkan bahwa Almaty berada di salah satu titik dari Jalur Sutera.

Sepuluh menit menunggu, akhirnya kereta tiba dan aku menaikinya dari gerbong tengah.

Kemanakah langkahku selanjutnya?

Kisah Selanjutnya—->

Posted in , , ,

2 responses to “Stasiun Zhibek Zholy: Menghafal Makna “бекеті””

  1. Menemukan Sinterklas di Ascension Cathedral Avatar

    […] ← Kisah Heroik di Balik 28 Panfilov Guardsmen ParkStasiun Zhibek Zholy: Menghafal Makna “бекеті” → […]

    Like

Leave a comment