Bus dari KL Sentral ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport) Terminal 1, Malaysia

Untuk penerbangan Internasional, Gw selalu berusaha datang ke airport 3 jam sebelum penerbangan. Karena penerbangan KLM Kuala Lumpur – Jakarta adalah 16:30 maka Gw akan berusaha sampai KLIA 1 (Kuala Lumpur Internatinal Airport Terminal 1) jam 13:30.

Waktu menunjukkan jam 11:15 di stasiun LRT Bandaraya. Sebetulnya membatalkan perjalanan ke Batu Caves karena perubahan jalur transportasi terasa berat di hati walaupun Gw bisa mewujudkannya 2 minggu berikutnya dalam perjalanan berbeda.

Untuk mencapai KLIA , Gw akan menggunakan moda transportasi termurah yaitu Airport Coach. Nah, untuk naik Airport Coach, Gw harus menuju ke KL Sentral terlebih dahulu karena base Airport Coach ada disana.

Dari stasiun LRT Bandaraya, Gw menuju stasiun LRT Masjid Jamek (kedua stasiun itu berada di Laluan Sri Petaling). Dari stasiun LRT Masjid Jamek, Gw melanjutkan menggunakan LRT Laluan Kelana Jaya dan turun di KL Sentral. Cukup bayar ongkos 1,8 Ringgit untuk semua perjalanan ini. Beli token di stasiun LRT Bandaraya dan dikembalikan di KL Sentral.

Sebelum naik ke Bus……Begitu sampai di KL Sentral, Gw putuskan untuk shalat jamak dahulu dan berlanjut dengan lunch.

Panettone KL Sentral

Kedai Panettone….Pemiliknya keturunan India dan mienya yahuut….layak dicoba

Penang White Curry Bowl

Penampakan asli Vs penampakan menu

Saking menikmatinya menu siang itu, ga kerasa jam sudah masuk pukul 13:00. Padahal target Gw masuk KLIA jam 13:30, sudah dipastikan Gw molor dari target sekitar 30-45 menit tergantung waktu tunggu Airport Coach di KL Sentral.

Sebelum turun ke lantai bawah, Gw sempatkan beli softdrink di vending machine dekat escalator menuju konter Aiport Coach supaya mulut bisa iseng menikmati perjalanan ke KLIA sambil sightseeing. Maklum Airport Coachnya bakalan sepi ga ada TV atau musik. Lumayan 1 Ringgit per kaleng, sangat murah dibandingkan beli di minimarket sekitar KL Sentral.

ticket Airport CoachHarga berbeda untuk anak-anak dan dewasa

Perjalanan menempuh jarak 60 km dalam waktu 1 jam.

Selama perjalanan melalui jalan tol, Gw perhatikan perumahan masyarakat sangat tertata dengan rapi dan terpola. Hal ini yang membuat Kuala Lumpur terkesan baik dalam hal tata ruang.

Jalan tol menuju KLIA selama Gw berkunjung 4x kesana tidak pernah macet. OK lah penataan transportasi mereka. Buat Gw sih ga perlu malu mengakui keunggulan mereka dalam hal tata ruang dan transportasi karena tujuan Gw traveling adalah belajar dari negeri orang, membuka wawasan dan menghargai perbedaan.

thanks gaes sudah membaca artikel pendek ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s