• <—-Kisah Sebelumnya

    10 Mei 2015

    Perjalanan pulang dari Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah menempuh jarak 4km dan memakan waktu 1 jam.

    Sebelum Gw putuskan jalan, sebetulnya Gw sempat nemuin bus, ketika Gw Tanya orang setempat, bus gratis itu menuju ke arah BSB Bus Terminal. Gw pede aja naik dari depan Masjid dan duduk di belakang sopir bus, gw ajak ngobrol aja dan ternyata dia orang Surabaya….walah…….Gw tanya apakah benar bus ini menuju BSB Bus Terminal……eh ternyata engga. Katanya kalau naik bus ini, Gw bakal tambah jauh dari terminal dan dia saranin Gw untuk naik taxi. Akhirnya gw diturunkan di halte depan sebuah rumah sakit.

    Dari situ Gw berusaha cari taxi….tapi nungguin 30 menit kok ga lihat satupun taxi lewat. Gw tanya aja ke Bapak-Bapak yang duduk di parkiran komplek ruko. Lagi-lagi orang Brebes ternyata….mantabbb….katanya taxi di Brunei kalau sudah lewat jam 17 harus pesan lewat telpon….haseekkk….mana Gw ga pernah beli SIM Card negara setempat kalau jalan-jalan (lha wong ngandalin kompas sama peta…gratis).

    Akhirnya Gw putuskan jalan kaki….siap-siap pegel aja nih. Gw hanya berpatokan jalan ke arah tenggara. Si Erza kelihatan aktif bertanya ke setiap orang yang bisa dia tanya. Nanya ke security….ke orang yang lewat dijalan….semua ditanya….hahaha.

    Jalanan di Brunei jam 18-an memang sepi tetapi semua terlihat aman….menurut kabar berita, Sultan menjamin keamanan orang yang berkunjung ke Brunei….keren.

    Kita sempat kedodoran dan duduk lesehan di trotoar depan balai bomba Bandar Seri Begawan (Pemadam kebakarannya Bandar Seri Begawan). Karena tepat di pertigaan lampu merah, jadinya banyak pengemudi mobil yang aneh ngelihatin kita….wkwkwk.

    Cukup rehat 15 menit….Gw lanjut jalan. Setelah hampir 1 jam berjalan, Gw sudah deket ama hostel….jam 19:30 banyak ruko yang sudah pada tutup….tetapi terlihat ada Mc. D yang masih buka. Gw masuk buat cari minum sama manfaatin WiFi untuk berkabar ke tanah air.

    Akhirmya sampai di dormitory.

    Ini beberapa foto K.H Soon Resthouse :

    KH Soon1

    Si Erza lagi siap-siap berangkat

    KH Soon2

    Koridor di K.H Soon Resthouse

    Breakfast

    Gw kembali lagi menuju Pasar Tamu Kianggeh karena memang dekat dormitory. Ya namanya pasar pasti makanannya bakalan murah.

    breakfast pasar tamu kianggeh

    Tepat….1,5 dollar Brunei cukup buat makan ini

    Istana Nurul Iman

    Setelah breakfast, Gw menuju BSB Bus Terminal untuk cari bus no. 42 menuju Istana Nurul Iman. Cukup bayar 1 dollar dan memakan waktu 15 menit perjalanan.

    Sesampai di Istana Nurul Iman, Gw menuju pos jaga dan beranikan diri tanya ke tentara penjaga Istana di pos jaga. Kata dia, kita ga boleh masuk dan akhirnya Gw minta izin foto-foto di depan gerbang saja. Dia mempersilahkan dengan sopan.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA
    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Gagal ke Tasek Lama Recreational Park

    30 menit ambil foto di Istana Nurul Iman, Gw bermaksud segera menuju Tasek Lama Recreational Park….Gw kembali ke BSB bus terminal.

    Dari BSB Bus Terminal Gw naik bus no 36.

    Selama perjalanan Gw galau….antara tetap ke Taman Tasek Lama atau langsung menuju ke Bandara saja. Dengan pertimbangan lamanya waktu tunggu bus di Brunei, Gw fikir setelah selesai dari Taman Tasek Lama belum tentu Gw dapat Bus dengan cepat. Daripada Gw ketinggalan pesawat ke Jakarta lebih baik Gw putuskan batal ke Taman Tasek Lama dan langsung menuju airport dan killing time disana saja. Waktu boarding Gw mepet banget….jam 15 harus boarding gaes.

    Gw bilang ke sopir bus keturunan Pakistan yang lancar berbahasa Jawa untuk menuju ke airport saja. Gw harus bilang ke dia begitu, karena pas berangkat tadi Gw minta diturunin di jalan terdekat dengan Taman Tasek Lama.

    Akhirnya tiba di bandara:

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Ngadem disini saja……

    masjid bandara

    Dzuhur….masjid airport adalah bangunan terpisah dari airportnya….bersebelahan

    Menjelang check-in si Erza kembali ke dormitory karena dia masih sehari lagi di Brunei dan akan lanjut ke Philippines.

    Okay, perjalanan mendekati titik akhir.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Air Asianya full seat… ternyata banyak turis dari KL datang ke Brunei hanya dua hari, Sabtu dan Minggu….karena mungkin jaraknya yang dekat.

    Yang perlu kamu ketahui, pengecekan berat dan ukuran tas Air Asia di bandara ini sangat ketat. Tas harus diukur dan ditimbang satu-satu. Jika berlebih atau ukuran tas terlalu besar untuk masuk bagasi kabin, siap-siap aja keluar cost untuk masukin tas di bagasi lambung pesawat.

    So…..Gw terbang lagi ke Jakarta transit KL….besok senin musti gawe lagi..

    TAMAT

  • 2 January 2016.

    Jalur Keliling Intramuros (Eng)

    8:17am, I finished to check-in at Where2Next Hostel. Initially I would to go by LRT, but finally I decided to walk. A whole day I would visit venues in Intramuros. Distance from hostel to Intramuros is about 3.5 km and  I can reach by walk in 45 minutes…. but I stopped at several places, so it would be a long trip and would finish until afternoon.

    The first impression of seeing the Philippine streets is…. “Jakarta is better” … .No far yet I walked along Adriatico Street, I found a child was still sleep on a bed of cardboard at sidewalk.

    But I still could enjoy, because my traveling goal is to find the behaviors of the city … .. so I don’t look for something that always beautiful and nice.

    I also found Arabic Kitchen Restaurant on this avenue …… just through….not for eat there….hahaha.

    Rizal Monument.

    After walking about 1,8 km to the northwest of Where2Next Hostel, I arrived at Rizal Park. But the tourist spot wasn’t the park, but the spot was Rizal Monument, because there was soldiers guarding this monument, so it becames a attraction for tourists.

    CIMG1685

    And a adding view for me was the Philippines giant flag on this monument. Yes, that’s my habit when traveling … .. looking for a giant flag of the country to photograph spot.

    National Museum

    After satisfied in Rizal Monument, I walked again about 1 km along Padre Burgos Avenue towards the National Museum. Before arriving at the National Museum, actually I through the Planetarium, because of wasn’t my destination, yesss I passed it.

    CIMG1703

    Free entrance for the National Museum. So I would be satisfied here. It is supposed to do …. The mandatory venue that must be visited in every country is their national museum. Because you can know the their history.

    Dodger…. hahaha …..besides looking for giant flags, my habit is visiting free tourist spots… … if you ask to me why I do that … .. I will answer, my money is for trip tickets next year … ..hahaha.

    Manila City Hall

    I continued to walk about 500m to north along Taft Avenue to Manila City Hall. Oh yes, the Mayor of Manila works in this building. No long time sightseeing there, just taked some pictures around it because I’ve been impatient to come in the area of Intramuros.

    IMG-20160102-WA0014

    Intramuros Wall

    After leaving Manila City Hall, I started to enter the gate of Intramuros. Clearly, the fort wall surrounds the old area of Intramuros. Amazing, in the fortress of Intramuros old town which more than 400 years old was used for government activities and people’s daily life.

    This is one of many entrance Intramuros gates and it is nearest from Manila City Hall. About 300m walk along Victoria Street on west side of Manila City Hall. In Intramuros gate, I attached by Pedicab (Philippines tricycle rickshaw). Because of intend to walk, I rejected their offering. I let the driver give up for following me.

    CIMG1717

    San Agustin Church and Museum

    I just admire the European style around the church, I didn’t come in to the museum, because tourists have to pay to see the museum.

    CIMG1739

    After satisfied, I had a lunch to 7-Eleven near the church. Spent enough for 42 pesos (Rp 12,600), I got lunch for the first day in Philippines. Here’s the details: 13 pesos (Rp 3,900) to pay 500ml mineral water and 29 pesos (Rp 8,700) for a lunch package of rice and tuna omlet was produced by Manila 7-Eleven. I noticed that in every 7-Eleven I visited in Manila, there was a mobile charging station, but the electricity was sold for 5 Pesos (Rp 1,500) and there was also a small machine labeled CLiQQ. I don’t know how to use it but every visitor who comes always come first to this machine. Some point are gived to loyal customers from it.

    Palacio Del Gobernador Building

    Located on General Luna Street in Southwest Plaza De Rome. This building is used for some offices. Two of them are the Philippines Election Commission Office and the administrative office of the Intramuros region.

    CIMG1770

    Cathedral of Manila

    If you are at Plaza De Rome and facing the Palacio del Gobernador then this cathedral is on the left of you. Yesss, It is Manila’s cathedral……….. classic certainly.

    CIMG1757

    Bureau of Treasury Building

    The building is facing the Palacio Del Gobernador each other and separated by Plaza De Rome in the middle. This elongated white building is the Philippines tax and financial office. So …. Palacio Del Gobernador Building, the Cathedral of Manila and the Bureau of Treasury Buliding surround a park called Plaza De Rome.

    CIMG1752

    Fort Santiago

    From Plaza De Rome, I walked to Fort Santiago about 300 meters from it. Yes, the name is Fort … surely this is a old building of Manila city defense that was built when the Spanish colonial govern. When I went there, Fort Santiago had a celebration event, because of crowded, I just joined in. I’ve made itinerary to spend 80 pesos (Rp 24,000) for ticket, but I din’t spend out money for sightseeing around the Fort. I walked along Plaza Moriones for about 200m before reach Fort Santiago gate.

    CIMG1794

    Due to the late afternoon and drizzling, I decided to go to hostel by a 10 peso fare jeepney (Rp 3,000) to Central Terminal. I was dropped by driver across the Taft Avenue and must walked down to underground crossing Taft Avenue to reach Central Terminal. Crossing the tunnel  under Taft Avenue was actually terrible because of dull wall and quiet, but I felt comfortable because a security was assigned to guard the tunnel. He was provided a small table and chair for sit. Funny….a tunnel with a security…. hihihi.

    From Central Terminal, I ride LRT Line 1 (yellow Line) and get off at Quirino Ave Terminal, just paid 12 pesos (Rp 3,600). Then continued by pedicab for 80 pesos (Rp 24.000) to go to Where2Next Hostel.

  • 9 Mei 2015 – Prinsip utama yang Gw anut untuk menjadi seorang petualang adalah sikap pantang menyerah terhadap apapun yang menghalangi rencana Gw. Jika Gw bertemu halangan maka Gw akan mencari jalan lain untuk mencapai tujuan

    Ini kejadian pertama yang hampir membuat Gw gagal berangkat. Sikap pantang menyerah mengubah rencana ini menjadi perjalanan tanpa rencana.

    Trip ke Brunei Darussalam adalah trip pengganti tanpa itinerary. Terjadi karena tidak di approvenya cuti perjalanan Jakarta-Vientiane-Luang Prabang-Chiang Mai-Bangkok-Yangon-Jakarta, 8-17 Mei 2015.

    Ini modifikasi tiket yang akhirnya Gw bikin:

    ilustrasi tiket

    Dua tiket hangus dan tiga tiket baru harus Gw issued

    Keluar budget tambahan itu pasti, tapi ga masalah daripada ga jadi ngetrip sama sekali.

    8-10 Mei 2015, akhirnya trip ke Brunei pun tiba. Tanpa persiapan detail ,Gw berangkat.

    Kesan baru dalam flight ini adalah pertama kalinya Gw terbang diatas Laut Cina Selatan….terdengar keren aja kala itu.

    Air Asia AK272 landing jam 10:05 di Brunei International Airport.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Bandara terbilang sepi untuk ukuran bandara utama sebuah negara

    Sembari menunggu bus ke tengah kota,  Gw masuk KFC….kaget ternyata pelayannya orang Pacitan. Katanya di Brunei banyak orang Jawa bekerja…..Asek, serasa di negeri sendiri.

    KFC

    Ngobrol bahasa Jawa aja di KFC

    Akhirnya bus datang setelah 1 jam nungguin, bus hanya berhenti sebentar, jadi Gw terpaksa lari pontang-panting ngejarin bus yang sudah pelan-pelan jalan meninggalkan bandara….seru nih. Dengan 1 Dolar Brunei sudah bisa nganterin Gw ke terminal Bandar Seri Begawan.

    bus

    Interior bus…sepi penumpang kan.

    bus2

    Bus kota yang mungil di terminal Bandar Seri Begawan

    Untuk menghemat waktu karena sudah jam 13:00, Gw putuskan langsung menuju venue, perkara penginapan nanti saja, karena yang Gw jalani sekarang adalah trip yang sangat pendek.

    1. Kampong Ayer

    Dengan berjalan kaki, dari terminal Gw menuju Kampong Ayer. Untuk mencapai ke pusat Kampong Ayer kamu hanya perlu keluarkan 50 sen untuk bayar jasa perahu mesin.

    kampong ayer

    Pemukiman dilihat dari Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery

    Venue gratis disini adalah Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery, untuk masuk Gw hanya perlu isi buku tamu di resepsionis. Kunjungan ke galeri dikombinasi dengan jalan-jalan di pemukiman Kampong Ayer sangatlah menarik.

    Walaupun perairan ini dipakai untuk pemukiman, tetapi kejernihan airnya terbilang sangat terjaga…..salut…. bagaimana ya mereka memanajemen limbah rumah tangga?

    1. Pasar Tamu Kianggeh

    Puas berkeliling di Kampong Ayer, Gw segera menepi. Gw mau jalan-jalan ke pasar.

    Kali ini Gw merasa dimuliakan oleh seorang Bapak bersama anaknya yang seperahu dengan Gw menuju ke tepi, karena tahu gw turis, dia membayar ongkos perahu Gw. Walaupun hanya 50 sen, itu sangat menyentuh sekali.

    perahu

    Perahu menuju Pasar Tamu Kianggeh berhenti disini

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Keliling Pasar Tamu Kianggeh cari souvenir….kaga dapeeettt

    Cukup keliling 30 menit untuk melihat bagaimana mereka berniaga….seru.

    1. K.H Soon Resthouse

    Akhirnya Gw mulai mencari dormitory di sekitar pasar. Pencarian online di Agoda.com dan Booking.com sehari sebelum berangkat tidak membuahkan hasil sehingga perlu meluangkan waktu untuk mencari on the spot disana.

    Dormitory yang pertama Gw sambangi tentunya Pusat Belia Youth Hostel.

    IMG-20150609-WA0004

    Dormitory popular ini full booked karena pekan olahraga pelajar di Brunei

    Gw bergegas menuju dormitory kedua -K.H. Soon Resthouse-  tidak jauh dari dormitory pertama. Yess… ada slot 3 bed tersisa.…jadi langsung aja Gw ambil tanpa fikir panjang.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Dormitory milik warga Tionghoa….Gw sekamar dengan backpacker asal Amerika, Inggris dan Semarang.

    Si Erza berangkat dari Pontianak selepas menyelesaikan tugasnya sebagai seorang dosen (doi ngajar di Semarang). Menurutnya, masuk Brunei lewat darat sangatlah ketat, doi musti keluarkan isi tas satu-persatu untuk di cek petugas imigrasi dan tak luput isi dompet juga di cek….hahaha….asyek juga tuh pengalamannya.

    Travelmate pertama Gw yang kenal di perjalanan selama menjadi seorang backpacker nih….hingga saat ini masih saling kontak bahkan saling tuker itinerary.

    1. Masjid Omar Ali Saifuddien

    Tidak berlama-lama di dormitory, kita akhirnya melanjutkan penjelajahan kota Bandar Seri Begawan.

    Venue terdekat adalah Masjid Omar Ali Saifuddien. Sebelum masuk untuk shalat Ashar, Gw perlu mengisi buku tamu di pintu masjid.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Dilarang mengambil foto didalam masjid dan disediakan gamis shalat di depan pintu masuk.

    masjid

    Pemandangan di pelataran masjid

    1. The Mall Gadong

    Setelah tahu bahwa Musium Kerajaan Regalia yang dekat dengan masjid tutup, Gw bergegas ke terminal bus untuk menuju The Mall Gadong.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Bus nomor 01 mengantar kita ke The Mall Gadong cukup dengan 1 dolar

    Jika dibandingkan dengan mall di Jakarta , mall ini masih berukuran kecil. Gw hanya jalan keliling di dalam mall untuk melihat aktivitas masyarakat lokal.

    Saat di dalam The Mall Gadong, Gw sudah sadar diri bahwa Gw akan jalan kaki menuju dormitory saat pulang nanti, karena bus hanya beroperasi hingga pukul 17:00….enjoy saja.

    1. Gadong Night Market

    Gadong Night Market berjaran 350m dari The Mall Gadong. Karena ini pasar kuliner, Gw putuskan untuk dinner disini karena harganya cukup murah. Dengan 2 dollar Brunei Gw bisa makan kenyang.

    gadong
    gadong2
    gadong3

    Boleh dibilang ini adalah venue paling berkesan karena akhirnya Gw menemukan keramaian yang sejak pagi sangat langka ditemui. Pasar ini banyak dikunjungi warga yang pulang dari kerja untuk beli makan malam dan dibawa pulang.

    Kalau Gw cukup duduk di aspal dan menikmati santap malam bersama travelmate dadakan Gw….hahaha. So pasti night market ini menyediakan tempat parkir yang luas untuk menampung para pengunjung yang 90% bermobil….Selama 2 hari di Brunei Gw hanya 4x menemui sepeda motor di jalanan dan itu pun semuanya motor sport ber cc besar. Kaya emang negara ini.

    1. Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

    Puas mencoba beberapa kuliner lokal, Gw akhiri perjalanan ini untuk shalat Maghrib di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah.

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Masjid ini tergolong megah karena marmernya sangat bagus.

    Setelah selesai shalat Maghrib dan mengagumi keindahan masjid terbesar di Brunei ini, Gw pulang.

    Pasti sudah tahu kan kalian?….Gw musti jalan kaki sejauh 4 km selama 1 jam menuju dormitory….bagian yang selalu Gw rindu setiap nge-trip adalah jalan kaki.

    Bersambung ke bagian 2

    Kisah Selanjutnya—->

  • December 31, 2017

    300 rupees is enough to go by taxi for 10 minutes from Thamel to Kantipath Rd. If you want to walk, you need 20-25 minutes if no stray.

    In my mind, bus would standby at Rainbow travel agent office. Not like that, all of buses from various travel agent lined up along Kantipath Road.

    Bus di Kantipath2

    All buses were ready along Kantipath Rd 

    Do you want to breakfast …. backpacker budget?

    Cafe breakfast2

    The café open at Kantipath Rd left side

    This is it … in the middle at buses queue.

    My ticket was booked via email from Jakarta for 700 rupees but I would pay on the spot. The problem is….my seat was changed to other bus because the Rainbow bus seat was full (I think the agent catch the customer firstly and then if seat are full, they can move the passenger to other bus. It’s like usually there…. haha). The other great one is…. I just was gave the ticket then the agent ordered me to found the bus by myself along the buses queue at Kantipath Rd based to bus license plate. I confused actually….Nepali numeral is different with latin one. Half an hour to departure at 7 o’clock. Back again to rear queue to asked the bus coordinator …… well, he said to me….just looking for a green light bus number 3 from the front, He didn’t want accompany me….hahaha, back to front queue again! Okay … .The bus starts at 7 o’clock exactly. The journey would take 8.5 hours and I got 1 litre of free mineral water.

    toilet nepal2

    doubtful in the first time….wooow…..clean actually

    Bus would stop four times

    Break stop 1. 09:30 for toilet break 15 minutes and

    Break stop 4. 14:30 for toilet break 15 minutes.

    Rumah Makan Phokara2

    restaurant along Kathmandu-Pokhara

    Break stop 2. 10:30 for breakfast and

    Break stop 3. 13:30 for lunch. 20 minutes. Few or more you take a lunch, you should pay 400 rupees.

    jalanan nepal2

    along the trip….scary but amazing

    During the trip, you will be shown typical things in Nepal:

    – Leaves of many trees are white because of dust

    – Many large billboards were installed in the middle of rice fields

    – Many suspension bridges connecting hills through cliff.

    – pass Chandragiri cable car tour

    – rafting along bus route

    – many residents sunbathe to reduce the cold 5-11 °C by playing carom or surround fire.

    During the bus trip, it will go up and down around mountains. On right side is cliffs if the bus from Kathmandu. Just relax, bus run slow and safe. Most cars, trucks and buses are produces by Tata Motors from India.

    I thought, bus with tourist sign would not take passengers along trip, but I saw bus conductor took local people in the middle of the trip 2 times, but still comfort, no someone stand up in the bus. My trip was delayed because the tire deflated 15 minutes before Pokhara. The teenager conductor changed tires hardly, many local taxi driver helped him. During repairing, I was looking for 100 rupee a little plastic bag of oranges for 100 rupees. Finally, I was moved to other bus.

    tourist bus park2

    Tourist Bus Park….on arrival, many local taxi drivers will offering you their services

    At Pokhara, bus will stop at Tourist Bus Park. Look the Himalaya background….very beautiful.

    If you want to go to Kathmandu several days later, better you immediately search travel agent for bus ticket to Kathmandu near there. Agents will offer three types of prices from 600, 700 and 800 rupees. It depend on the quality of the bus. I took 600 rupees one. For me….. cheap is the best.

  • December 31, 2017

    300 rupees is enough to go by taxi for 10 minutes from Thamel to Kantipath Rd. If you want to walk, you need 20-25 minutes if no stray.

    In my mind, bus would standby at Rainbow travel agent office. Not like that, all of buses from various travel agent lined up along Kantipath Road.

    Bus di Kantipath2All buses were ready along Kantipath Rd 

    Do you want to breakfast …. backpacker budget?

    Cafe breakfast2The café open at Kantipath Rd left side

    This is it … in the middle at buses queue.

    My ticket was booked via email from Jakarta for 700 rupees but I would pay on the spot. The problem is….my seat was changed to other bus because the Rainbow bus seat was full (I think the agent catch the customer firstly and then if seat are full, they can move the passenger to other bus. It’s like usually there…. haha). The other great one is…. I just was gave the ticket then the agent ordered me to found the bus by myself along the buses queue at Kantipath Rd based to bus license plate. I confused actually….Nepali numeral is different with latin one. Half an hour to departure at 7 o’clock. Back again to rear queue to asked the bus coordinator …… well, he said to me….just looking for a green light bus number 3 from the front, He didn’t want accompany me….hahaha, back to front queue again! Okay … .The bus starts at 7 o’clock exactly. The journey would take 8.5 hours and I got 1 litre of free mineral water.

    toilet nepal2doubtful in the first time….wooow…..clean actually

    Bus would stop four times

    Break stop 1. 09:30 for toilet break 15 minutes and

    Break stop 4. 14:30 for toilet break 15 minutes.

    Rumah Makan Phokara2restaurant along Kathmandu-Phokara

    Break stop 2. 10:30 for breakfast and

    Break stop 3. 13:30 for lunch. 20 minutes. Few or more you take a lunch, you should pay 400 rupees.

    jalanan nepal2along the trip….scary but amazing

    During the trip, you will be shown typical things in Nepal:

    – Leaves of many trees are white because of dust

    – Many large billboards were installed in the middle of rice fields

    – Many suspension bridges connecting hills through cliff.

    – pass Candhragiri cable car tour

    – rafting along bus route

    – many residents sunbathe to reduce the cold 5-11 °C by playing carom or surround fire.

    During the bus trip, it will go up and down around mountains. On right side is cliffs if the bus from Kathmandu. Just relax, bus run slow and safe. Most cars, trucks and buses are produces by Tata Motors from India.

    I thought, bus with tourist sign would not take passengers along trip, but I saw bus conductor took local people in the middle of the trip 2 times, but still comfort, no someone stand up in the bus. My trip was delayed because the tire deflated 15 minutes before Phokara. The teenager conductor changed tires hardly, many local taxi driver helped him. During repairing, I was looking for 100 rupee a little plastic bag of oranges for 100 rupees. Finally, I was moved to other bus.

    tourist bus park2Tourist Bus Park….on arrival, many local taxi drivers will offering you their services

    At Phokara, bus will stop at Tourist Bus Park. Look the Himalaya background….very beautiful.

    If you want to go to Kathmandu several days later, better you immediately search travel agent for bus ticket to Kathmandu near there. Agents will offer three types of prices from 600, 700 and 800 rupees. It depend on the quality of the bus. I took 600 rupees one. For me….. cheap is the best.

  • 28 Desember 2016 – Setelah Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2), Changi International Airport, Nội Bài International Airport dan Ninoy Aquino International Airport, akhirnya kali ini Gw bisa mencoba satu lagi bandara di Asia Timur untuk tidur yaitu Kaohsiung International Airport.  Bahkan setelahnya Gw juga sempat menikmati indahnya malam di Kansai International Airport, Osaka, Jepang.

    Tapi bahasan kali ini adalah kesan yang Gw dapatkan dalam semalam di Kaohsiung International Airport, Taiwan.

    Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan. Gw merasa beruntung bisa singgah di kota ini selama 3 hari 2 malam sebelum bertolak ke kota berikutnya….Tokyo, Jepang.
    Kembali Gw menjalankan kebiasaan mengurangi budget penginapan dengan tidur di Kaohsiung International Airport di malam kedua.

    Malam pertama di Kaohsiung, Gw jatuhkan pilihan menginap di Paper Plane Hostel seharga TWD 450 (Rp 180K). Uang segitu buat Gw, bisa buat budget 4-5x makan. Jadi sangat menghemat amunisi kalau malam ke-2 bisa tidur gratis di bandara.

    Jam 22:30, gw sudah tiba di bandara.

    IMG_20161228_223904

    Menyandang predikat sebagai bandara terbesar ke-2 di Taiwan….OK lah bandara ini.

    Langkah yang pertama yang Gw lakukan, tentunya keliling di dalam bandara untuk cari tempat terbaik buat tidur. Tapi lantai 1 Departure Hall bandara sangatlah kecil jadi Gw coba naik ke level 2 menggunakan lift. Begitu keluar lift langsung dihadapkan pada konter check-in dan kondisi ruangan sudah dimatikan lampunya. Gw ketemu seorang ibu karyawan bandara dan menanyakan apakah saya bisa tidur di lantai 2. Dia bilang, Gw bisa tidur di bandara tapi hanya di lantai 1, karena memang tidak ada space buat tidur di lantai 2.
    Jadi Gw musti turun ke bawah lagi.
    Akhirnya aksi menginap gratis pun dimulai….
    Dan berikut ini 5 pengalaman dan kesan yang saya dapatkan selama menginap di Kaohsiung International Airport.

    1. Mendaftarkan diri menginap
    Sebelum menginap, Gw harus mendaftarkan diri ke security bahwa Gw akan menginap di bandara. Gw menulis nama, no paspor, asal negara, kota tujuan setelah meninggalkan Kaohsiung dan tanda tangan. Petugas bandara memeriksa paspor Gw dan mencocokkan dengan apa yg Gw tulis di buku daftar menginap milik bandara. Setelah cocok maka Gw dipersilahkan menginap.
    Dalam antrian sepanjang pendaftaran Gw sempat bicara sama turis jepang yang antri di belakang Gw. Dia senyam-senyum, menurutnya lucu dan dia juga baru pertama menginap di bandara dan harus daftar dulu. Dia menginap karena besok pagi mau ke Vietnam.

    2. Semua toko/gerai di dalam ruang bandara tutup pada jam 12 malam.
    Gw tahu hal ini setelah masuk di Family Mart Bandara. Gw tanya ke karyawan Family Mart apakah minimarket buka 24 Jam. Eh dia bilang mereka hanya akan buka sampai jam 24:00 dan tutup setelahnya.
    Jadi Gw harus menyiapkan perbekalan jika tidak mau kehausan atau kelaparan. Gw hanya beli 600 ml minuman kemasan dan tidak beli makanan karena sebelum ke bandara Gw sudah makan di Kaisyuan Night Market.

    3. Lampu akan dimatikan pada jam 12 malam.
    Ketika asyik ngoborol dengan WNI asal Batam tiba-tiba lampu utama dimatikan. Tapi sepertinya malah asyik, bisa pulas tidur….banyak terdengar dengkuran disana sini. Gw denger itu karena Gw ga tidur dan keasyikan ngobrol sampai jam 3 pagi……
    Jadi kalau kamu menginap di Kaohsiung International Airport hanya perlu hati-hati menjaga tas atau barang bawaan karena ruangan gelap. Gw sih punya tips untuk mengamankan backpack….gw jadikan bantal aja tuh backpack.

    4. Tempat menginap hanya satu ruangan yaitu Departure Hall di lantai 1.
    Ini ruangannya:

    Lobby bandara
    5. Tiga set bangku untuk tidur
    Setiap tiga bangku terdapat penyangga lengan, jadi gw ga bisa tidur selonjoran sempurna.
    Ga perlu berebut bangku…..kebetulan yang menginap bisa dihitung dengan jari.

    Satu lagi tambahan, toilet di bandara ini dijamin bersih jadi ga perlu khawatir menginap disini.

    Jam 4:30 aktivitas bandara mulai terasa. Gw yang masih ngantuk karena begadang harus bangun, setelah gosok gigi dan cuci muka Gw naik ke lantai 2 untuk proses check-in.
    Konter check in
    Setelah selesai proses check-in, mari Gw lihatin bagaimana suasana Kaohsiung International Airport menuju Departure Gate:

    Koridor ke GateGate 30

    Petualangan Gw di Kaohsiung International Airport selama 8,5 jam berakhir di gate ini.
    Semoga kamu bisa singgah kapan-kapan di bandara mungil dan mengesankan ini suatu saat.

     

  • Sepanjang pengalaman gw menjadi seorang backpacker, bus adalah moda trasnportasi termurah di setiap negara yang pernah gw kunjungi. Oleh karenanya, jika ingin berhemat dalam melanglang buana maka kamu harus bisa membaca rute bus negara setempat.

    Okay, sekarang gw akan persempit pembicaraan ke Macau. Macau tahun 2016 adalah negara tanpa MRT atau LRT jadi kalau mau menjelajah macau hanya ada tiga pilihan yaitu taxi, bus atau jalan kaki. Kombinasi bus dan jalan kaki adalah cara terbaik untuk backpackeran dibawah 4 orang dalam satu grup.

    Ini adalah pengalaman bagaimana seharian gw berkeliling macau pakai kombinasi ini. Sebelum memulai cerita…..kamu harus dapatkan dan faham peta ini gaes:

    Macau Tourism and Bus Map1

    Macau Tourism and Bus Map

    Sumber: http://ontheworldmap.com/macau/macao-city-bus-map.html

    Kamu bisa mendapatkan peta venue dan jalur bus ini di Tourist Information- Outer Harbour Ferry Terminal (karena gw masuk macau lewat sini).

    Tourist Information2

    Tourist Information di Outer Harbour Ferry Terminal, Macau

    Disinilah gw mendapatkan full page map itu gaes.

    OK modal utama gw keliling hemat di Macau sudah ditangan. Dan inilah cara gw mengeksekusinya:

    Flashback sebentar gaes:

    6 Januari 2016 – Jam 7 pagi, gw berlayar selama 55 menit dari Hong Kong ke Macau menggunakan Cotai Jet seharga HKD 170 ( Rp 298K). Gw berlabuh di Outer Harbour Ferry Terminal di daerah Macau (Oh ya, Macau ini daerah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Macau, Taipa dan Coloane).

    Yuk…hunting bus kota, gaes.

    1. Bus dari Outer Harbour Ferry Terminal ke Villa Ka Meng Hotel

    Setelah gw browsing Booking.com dan Agoda.com beberapa bulan sebelum berangkat gw cuman mendapatkan Villa Ka Meng Hotel yang memiliki harga terendah….jadi gw pilih hostel ini.

    Bagaimana gw menemukan Villa Ka Meng Hotel di negaranya?

    Kebetulan gw ketemu orang Macau yang bisa berbahasa Jawa nawarin tour package di terminal ferry.  Katanya dia pernah tinggal di Jawa. Gw nolak tawaran dia dan jujur ke dia kalau gw mau naik bus kota. Dengan baiknya dia kasih tahu gw untuk turun di Ponte Cais No 16 (ini nama Hotel beserta Casino ya gaes), katanya Villa Ka Meng Hotel dekat situ.

    Oh ya….biasanya hotel dan casino ternama menyediakan layanan bus gratis dari terminal ferry ke hotel tersebut .

    Ini shuttle-shuttle mereka di terminal ferry gaes:

    Free Shelter Bus

    Bisa aja gw ambil bus gratis ini dan turun di hotel casino yang terdekat dengan Ponte Cais No 16, lalu gw lanjutin jalan kaki ke Villa Ka Meng Hotel.  Tapi gw urungkan karena pengen cobain bus kota mereka.

    Okaylah….gw menuju konter bus untuk beli tiket, maksud gw itu mau cari one day pass atau apapun yang berbentuk kartu yang biasa dipakai orang-orang lokal. Karena si Ibu ga bisa english, gw tunjuk-tunjuk kartu yang dibawa orang lokal. Tapi dia cuma bilang No…No sambil nunjukin tabel tarif bus kota No 10A dan nunjuk kotak bertuliskan angka MOP 3,2.

    Ya sudah….akhirnya gw naik bus 10A dan turun di Halte Kam Pex Community Centre. Dari halte gw jalan kaki ke hostel.

    Shelter Bus MacauSetelah selesai check in di Villa Ka Meng Hotel, gw menemukan rumah makan halal di dekat hotel. Ini gaes:

    CIMG2050

    Selanjutnya gw lanjutkan jalan menuju The Ruins of St Paul dan Senado Square.

    The Ruins of St Paul

    Setelah puas keliling, gw putuskan menuju ke Macau Tower yang biasa dipakai turis untuk bungee jumping.

    1. Bus dari Senado Square ke Macau Tower.

    Menuju Macau Tower adalah ide dadakan ketika duduk santai di Senado Square. Awalnya gw mau langsung ke Venetian dan menghabiskan waktu hingga menjelang malam disana. Nah, pas lihat-lihat peta gw baca Macau Tower, ingatan gw cuma bungee jumping. Karena penasaran akhirnya gw putuskan pergi kesana.

    Kalau melihat peta yang gw dapat, berarti gw harus dapat bus no  9A, 18, 21, 23 dan 32 yang akan berhenti di Macau Tower. Dan untuk mendapatkan kelima no bus itu, cara terbaik buat orang asing yang tidak tahu seluk beluk Macau adalah menuju ke terminal bus utama Macau yang sebelum masuk Macau pun gw udah tandai letaknya…..di selatan Hotel dan Casino Lisboa.

    Gw hanya perlu lihat kompas yang selalu gw bawa setiap melancong ke negara orang. Gw hanya perlu jalan ke selatan. Ga perlu khawatir, pulau Macau di utara hanya berdiameter 4 km, jadi kalaupun nyasar, kamu ga bakal jauh….hahahaha.

    Ini nih bagian yang tricky……..dan gw suka

    Setelah duduk dan mencermati peta…. untuk menghemat langkah, gw punya ide….yaitu mencegat bus di halte antara terminal bus utama dan Macau Tower. Tentu gw belum tahu dimana letak halte itu, tetapi pasti gw akan dapatkan kalau menyisir jalanan utama antara terminal utama dan Macau Tower.

    Berikut strategi penjemputan bus ditengah gaes……

    Misi Pencegatan Bus

    Lalu bagaimana rutenya:

    Dari Senado Square gw jalan menyusuri Avenue de Almeida Ribeiro kearah timur, lalu akan ketemu perempatan besar dan belok kanan menyusuri Avenue Da Praia Grande. Nah sepanjang jalan inilah gw mulai cermat memperhatikan halte bus yang gw lewatin karena jalan ini terletak antara terminal bus utama dan Macau Tower. Kan betul……baru juga ketemu halte pertama, ada sign bus 9A, 18 dan 23. Jadi gw tinggal tunggu bus…mana yang lebih cepat datang akan gw naikin. Akhirnya bus 9A yang duluan datang. Gw naik dan hanya perlu bayar ongkos MOP 3,2 (Rp 5.000)….murah banget kan.

    Gw ga perhatikan ada berapa perhentian, tapi gw hanya inget bentuk Macau Tower aja dan begitu gw lihat tower itu maka gw akan turun di halte terdekatnya. Tapi ga perlu khawatir ada running text halte berikutnya bus berhenti….di diatas pak sopir, jadi kamu bisa perhatikan itu juga. Sangat mudah naik bus di Macau.

    Bus 9A dekat macau tower

    Ternyata taman di sekitar Macau Tower banyak digunakan warga untuk berolahraga dan menghabiskan senja…lumayan rame.

    Setelah puas berkeliling dan lihat bungee jumping, gw harus segera menuju Venetian

    1. Bus dari Macau Tower ke Venetian.

    Di Map yang gw pegang, bus yang ke Venetian bernomor MT4. Dan gw bersyukur banget karena di dekat Macau Tower ada halte bus MT4. Ini wujud halte nya:

    Shelter Bus MT4Dalam rute ini….gw akan berpindah dari semenanjung Macau ke pulau Cotai melewati  jembatan legendaris yaitu Macau-Taipa Bridge (Ponte Governador Nobre de Carvalho). Cuman butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Venetian.

    Tentu tujuan pertama gw makan….karena gw udah lapar banget gaes. Akhirnya gw langsung menuju food court di lantai atas dan hasil pecarian….akhirnya gw dapat nasi goreng harga MOP 55 (Rp 93K)….itu gw udah cari harga paling murah yang bisa gw dapat di Venetian….udah kaga beli air….selalu ready dari hotel….hahaha

    Baru setelah itu keliling Venetian…bukan belanja ya….tapi lihat orang belanja….hahaha….lihat gondola Venetian dan perjalanan gw diakhiri dengan melihat casino. Untuk masuk casino ini, paspor gw di cek oleh petugas casino.

    Orang asing bisa main di casino kalau umurnya minimal 18 tahun ya gaes.

    Gw gak lama kok di casino, cuma lihat satu meja casino yang sedang main judi kemudian keluar lagi dan bergegas menuju hotel.

    1. Venetian ke Villa Ka Meng Hotel.

    Udahlah….ini rute udah diluar kepala gw……sangat gampang. Naik Free Venetian Shuttle Bus ke Ferry Terminal lalu pindah ke bus 10A seperti saat pertama kali masuk Macau tadi pagi.

    Gimana gaes…..?

    Mudah banget kan naik bus kota di Macau.

    Hemat banget gaes, gw cuma keluarkan MOP 12,8 (Rp. 21K) untuk seharian keliling di Macau.

    So, selamat mencoba…..

    Oh ya, Kamu bisa sekali-kali menggunakan jasa 12go Asia untuk memesan tiket bus selama di Macau. Berikut linknya https://12go.asia/?z=3283832

  • 4 Januari 2016

    5:40. Setelah bermalam di Ninoy Aquino International Airport akhirnya Cebu Pacific 5J108 take off menuju Hong Kong International Airport.

    07:40. Gw mendarat mulus di Hong Kong. Kucel habis karena 24 jam terakhir ga bisa mandi….hahaha.

    Kabar baiknya lagi, 12 jam tambahan ke depan gw ga bakal ketemu shower karena gw putusin langsung menuju Big Buddha dan Disneyland ketimbang menuju hostel di daerah Kowloon.

    Demi menghemat budget. Gw ga mungkin menuju daerah Kowloon dulu lalu balik lagi ke Lantau Island dimana Airport, Big Buddha dan Disneyland berada.

    Strategi ini bisa menghemat 38-100 dolar Hong Kong (Rp 66K-175K) tergantung jenis transportasi apa yang dipilih dan bisa menghemat waktu 2 jam

    Jadi rute terhemat yang  gw ambil adalah seperti ini:

     

    peta jalur hemat hongkong day1


    Gw punya kondisi menguntungkan karena gw hanya bawa backpakck seberat 5,5 kg. Gw selalu concern dalam hal berat backpack, itulah mengapa selama gw backpackeran ga pernah beli bagasi di lambung pesawat dan backpack gw selalu ringan dibawa kemana-mana.

    Rute 1. Hong Kong International Airport ke Big Buddha.

    Ga usah deg-degan di imigrasi Hong Kong. Sangat cepat, petugas hanya akan scan paspor lalu keluar kertas kecil kaya gini

    Visa Hong Kong

    Jadi paspor lo ga bakal ada koleksi stempel ya gaes. Jangan sampai hilang tuh kertas…jaga-jaga aja kalau ditanya pas keluar Hong Kong.

    Okay…..next stepnya, lo hanya perlu cari octopus….kartu untuk bayar semua jenis transportasi terpadu disana. Lo hanya perlu cari konter ini gaes, lalu beli octopus card disini:

    CIMG1880

    Gw musti bayar 150 dolar (Rp. 263K) dan ditahan 50 dolar buat deposit. Deposit gw ambil di stasiun Sheung Wan pas mo keluar Hongkong menuju Macau naik kapal ferry cepat. Kena charge 9 dolar, jadi cuma balik 41 dolar.

    Setelah dapat octopus berarti gw udah bisa naik bus menuju Tung Chung Station (Stasiun MTR terdekat dengan Big Buddha). Lo bisa juga naek kereta Airport Express ke Tung Chung tapi pasti dijamin mahal. Silahkan tinggal pilih gaes :

    -naik bus 3,5 dolar (Rp 6.000)

    -naik Airport Express combine MTR 79,3 dollar (Rp 140.000)

    Untuk cari bus, waktu itu gw cuman perlu nunjukin gambar ini ke petugas bandara, langsung tau deh mereka

    Airport Bus Map

    Nih gambar yg gw simpan di HP. Itu beberapa shuttle bus ke beberapa tujuan di kota.

    Gw dapat bus double decker S56 menuju Tung Chung Station. Dan setelah 30 menit perjalanan gw sampai .

    Citygate

                                               kiri        : stasiun tung chung beserta logo MTR

                                               kanan   : citygate mall

    Gw diturunin di dekat mall Citygate yang bersebelahan dengan stasiun MTR Tung Chung. Gw hanya perlu breakfast sebelum lanjut. Pilihan gw jatuh pada paket burger omlet di Mc.D 15 dolar (Rp 26.000).

    After that….gw bergegas ke terminal bus tung chung menuju big buddha..

    Ini perbandingan jenis transportasinya:

    –          naik cable car  96 dolar pp

    –          naik bus 17 dolar one way

     

    Tiba di Big Buddha

                                            kiri                   : bus no 23 sampai di big buddha dalam 30 menit

                                            kanan atas     : gerbang big buddha

                                            kanan bawah : 268 anak tangga menuju big buddha

     

    Di tangga teratas Big Budha kok ga diminta bayar tiket ya….gw langsung masuk aja. Sepertinya hanya yang ke museum musti bayar 33 dolar tapi sudah dapat vegetarian lunch.

    Gw cuman keliling 1,5 jam di sekitar Big Budha dan kembali ke Tung Chung Station untuk menuju Disneyland.

    Rute 2. Big Buddha ke Disneyland

    Ambil Tung Chung line turun di Sunny Bay Station (10,1 dolar) lalu nyambung ke Disneyland Resort Line (6,7 dolar). Line ini hanya khusus untuk kereta menuju Disneyland. Keretanya unik karena semua interior berkarakter Disney.

    Disneyland

                                atas                  : stasiun disneyland resort

                                kiri bawah      : interior kereta ke disneyland

                                kanan bawah : gerbang disneyland

    Rute 3. Disneyland ke Hostel

    Gw nginep di Hongkong Taiwan Hotel 105 dolar(Rp 180K) per malam. Terletak di wilayah Kowloon. Stasiun terdekat adalah Tsim Sha Tsui. Ongkos dari Sunny Bay station 14,3 dolar. Dan perlu waktu 30 menit.

    Gw sampai di hotel jam 16:00. Bahagia banget ketemu air anget lagi. Istirahat sebentar lalu lanjut lagi jalan malam.

    So…sampai ketemu di tulisan berikutnya tentang hiruk pikuknya Hong Kong

     

     

     

     

     

     

     

  • 2 Januari 2016.

    Jalur Keliling Intramuros (Eng)

    Ini rute gw keliling Intramuros

    Jam 8:17 selesai check-in di Where2Next Hostel. Awalnya mo naek LRT, tapi gw putusin jalan kaki aja. Seharian niat banget bakal habisin venue di Intramuros. Jarak hostel-Intramuros sekitar 3,5km sekitar 45 menit jalan kaki….tapi kan gw mampir-mampir, ya pasti bakal sampai sore disana.

    Kesan pertama melihat jalanan Philippine….”Jakarta is better”….belum juga lama menyusuri Adriatico Street gw nemuin anak masih pulas dijalanan beralas potongan kardus.

    Tapi gw sih tetap bisa menikmati, karena gw backpackeran tujuannya memang untuk lihat sifat dan tingkah laku sebuah kota….jadi ga selalu cari yang indah dan bagus.

    Gw juga lihat Arabic Kitchen Restaurant……lewat doank tapi….hehehe

    Rizal Monument.

    Setelah berjalan 1,8 km ke barat laut  Where2Next Hostel gw  sampai di Rizal Park. Tetapi spot turis bukan terletak di tamannya tetapi di Rizal Monument nya, karena ada tentara yang menjaga monument ini sehingga menjadi atraksi tersendiri buat turis.

    CIMG1685Dan nilai plus buat gw adalah ada bendera raksasa Philippine di monumen ini. Ya itulah kebiasaan gw saat traveling…..mencari bendera raksasa negara setempat untuk spot foto.

    National Museum

    Setelah puas di Rizal Monument, gw jalan lagi 1 km menyusuri jalanan Padre Burgos menuju National Museum. Sebelum sampai di National Museum sebetulnya gw lewat Planetarium, tapi karena bukan tujuan, ya gw lewatin aja.

    CIMG1703Masuk National Museum ini free. Jadi gw bisa puas-puasin disini. Memang sudah seharusnya kan….venue wajib yang harus dikunjungi di setiap negara adalah museum nasionalnya. Karena gw bisa tahu sejarah bangsa itu.

    Ngeles..hahaha…..maklum selain cari bendera, kebiasaan gw adalah mengunjungi tempat wisata gratisan……kalau ditanya kenapa gw begitu…..tinggal gw jawab, uangnya buat beli tiket trip tahun depan…..hahaha.

    Manila City Hall

    Gw lanjutin jalan 500m ke utara menyusuri Taft Avenue menuju Manila City Hall. Oh ya, walikota Manila bekerja di gedung ini ya gaes. Gw gak lama-lama disini, cuma numpang foto-foto bentar disekitar gedung karena udah ga sabar masuk ke area Intramuros

     

    IMG-20160102-WA0014

    Intramuros Wall

    Selepas meninggalkan Manila City Hall, gw mulai masuk ke gerbang Intramuros. Terlihat jelas,  dinding banteng yang mengelilingi kawasan tua Intramuros. Takjub aja, didalam benteng kota tua Intramuros yang sudah berusia lebih dari 400 tahun dipakai aktivitas pemerintahan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Ini adalah salah satu gerbang masuk kawasan Intramuros terdekat dari Manila City Hall. Hanya berjarak 300m menyusuri Victoria Street di sebelah barat Manila City Hall. Di area ini gw sempat ditempel ama Pedicab (becaknya Philipina). Tapi karena gw niatnya jalan kaki ya terpaksa gw tolak terus. Gw biarin sampai si abangnya nyerah ngikutin gw.

    CIMG1717

    San Agustin Church and Museum.

    Gw hanya mengagumi nuansa kental Eropa saja di sekitar gereja, gw ga masuk karena harus bayar lagi untuk melihat isi museum.

    CIMG1739

    Setelah puas berkeliling, gw mampir 7-Eleven dekat gereja. Cukup keluarin uang 42 peso (Rp. 12.600) gw sudah bisa lunch buat hari pertama di Philippine. Ini rinciannya: 13 peso (Rp. 3.900) buat bayar 500ml mineral water dan makan siang paket nasi dan omlet tuna produksi 7-Eleven Manila seharga 29 peso (Rp. 8.700).

    Yang gw perhatikan, di setiap 7-Eleven yang gw kunjungi di Manila ada ada handphone charging station, tapi listriknya dijual 5 Peso (Rp. 1.500) dan juga ada mesin kecil bertuliskan CLiQQ. Gw sih ga tau cara gunainnya tapi setiap pengunjung yang datang selalu ke mesin ini. Kayak semacam pemberian poin untuk pelanggan setianya.

    Palacio Del Gobernador Building

    Terletek di General Luna Street di Barat Daya Plaza De Rome. Ini adalah bangunan yang digunakan untuk beberapa kantor. Salah satunya adalah Kantor Komisi Pemilihan Umum Philippine dan kantor administrasi wilayah Intramuros.

    CIMG1770

     

    Cathedral of Manila

    Kalo lo di Plaza De Rome menghadap ke Palacio del Gobernador maka Katedral ini ada di sebelah kiri lo.  Yang jelas ini Katedralnya Manila………..klasik yang pasti

    CIMG1757

    Bureau of Treasury Buliding

    Bangunan ini berhadap-hadapan dengan Palacio Del Gobernador dan dipisahkan oleh Plaza De Rome saja. Gedung warna putih memanjang ini adalah kantor pajak dan keuangannya Philippine.

    So….Palacio Del Gobernador Building, Cathedral of Manila dan Bureau of Treasury Buliding berada mengelilingi taman yang bernama Plaza De Rome ya gaes.

    CIMG1752

    Fort Santiago

    Dari Plaza De Rome gw lanjut jalan kaki ke Fort Santiago yang jaraknya Cuma 300-an meter. Ya namanya juga Fort…pasti ini bangunan benteng pertahanan kota Manila tempoe doeloe yang dibangun saat kolonial Spanyol berkuasa.

    Waktu gw kesana Fort Santiago sedang ada acara hajatan begitu, karena saking ramainya gw ikut-ikutan masuk. Gw udah buat itinerary masuk Fort seharga 80 peso (Rp. 24.000), tapi pas disana gw malah kagak keluar uang sepeserpun keliling Fort ini. Gw susuri Plaza Moriones sepanjang 200m sebelum bener-bener masuk ke Fort Santiago.

    CIMG1794

    Karena keburu sore dan mulai gerimis gw putuskan pulangnya naik jeepney 10 peso (Rp. 3.000) ke Central Terminal. Gw diturunin abang sopirnya di seberang Taft Ave dan musti menyusuri penyeberangan bawah tanah untuk mencapai Central Terminal. Penyeberangan yang melewati bagian bawah jalan protokol Taft Ave ini sebetulnya boleh dibilang ngeri karena catnya burem dan sepi tetapi gw merasa nyaman saja karena ada 1 orang security ditugaskan menjaga terowongan ini. Bahkan si security disediakan meja kecil dan kursi untuk dia duduk. Lucu liatnya, diterowongan ada satpam….hihihi

    Dari Central Terminal gw naik LRT Line 1 (yellow Line) dan  turun di Quirino Ave Terminal dan cukup membayar 12 peso (Rp. 3.600). Baru nyambung naik  pedicab 80 peso (Rp. 24.000) menuju Where2Next Hostel.

     

  • 1  Januari 2017,

    Girang banget 18 Juni 2016 dapet tiket murah Air Busan (Osaka-Busan) seharga 800K untuk departure 1 Januari 2017. Air Busan sendiri adalah maskapai ke-16 yang pernah gw coba. Dan kini waktunya tiba untuk menunggangnya menuju Korea Selatan.

    Hari H, Sebetulnya sempat rada galau saat menunggu di Air Busan gate, Kansai International Airport.

    Masak iya sudah ke Jepang, ndak bisa masuk Korsel…pikirku menangkan diri…hahahaha.

    OK, gw boarding…….

    Setelah penerbangan satu setengah jam, gw masuk Gimhae International Airport di Terminal 1.

    2018-02-05_20.38.11

    Bagus juga interior Air Busan.

    Setelah mengantri di konter imigrasi…..drama dimulai.

    Gw ambil antrian imigrasi paling kiri, turis China didepan gw lancar banget melewati staff imigrasi, kayaknya gw juga bakal lancar.

    Ternyata……..tidak sama sekali….hihihi

    Imigrasi   :     “Apakah Anda pernah berkunjung ke Korea Selatan sebelumnya?”

    Gw            :     “Belum, Pak. Inilah pertama kalinya“

    Imigrasi   :     “Ke negara mana Anda berkunjung sebelum ke Korea Selatan?”

    Gw            :     “Malaysia, Taiwan dan Jepang, Pak”

    Dia mulai mengawasi Gw dengan tatapan curiga.

    Imigrasi   :     “Negara lain mana yang pernah Anda kunjungi?….Tulis!”, dia menyodorkan kertas dan pulpen.

    Gw mulai menulis satu-persatu hingga tersalin sebelas baris tambahan nama negara yang pernah kusinggahi.

    Tapi reaksinya sungguh di luar dugaan, dia hanya geleng-geleng kepala. Gw tak kalah berinisiatif ketika dia bersikap demikian. Dari dalam backpack, gw keluarkan passport lama yang telah terpotong salah satu covernya, “Anda bisa memeriksanya di sini, Pak”.

    Imigrasi                      :     ”Saya tidak perlu ini”, dia mendorong passport lama itu dengan telunjuk jarinya ke arah gw sebagai pertanda dia tidak mau melihatnya

    Alamaaattttttttt……….dag dig dug dimulai…..kenceng pulak.

    Imigrasi   :     ”I don’t believe you….keluarkan dompet”

    Walah….. gw jongkok ngerogoh tas bagian dalam dengan sedikit panik…….

    yups, dapet……hmmmm, mana dompet udah pada sobek…..kayak pasrah

    Dia geleng-geleng cuman nemuin 120.000 Won (1.300K). Kemudian dia menutup antrian dg tanda CLOSE. Turis yang antri dibelakang gw, diminta pindah ke antrian sebelah.

    Walah…………Piye iki.

    Imigrasi   :     ”No ATM….No Credit Card….Uang dikit….kamu ga bisa tinggal disini”

    Deportasi………..gw udah memvonis diri begitu seketika.

    Imigrasi   :     ”Kerja apa kamu?”

    Gw            :     ”Sales and Marketing

    Imigrasi   :     “Mana Business Card?”

    Gw            :     ”Kaga bawa”

    Imigrasi   :     ”KTP mana?”

    Gw            :     ”Kaga Bawa juga”.

    Dia mulai mengusap-usap kening dan matanya, ga percaya ketemu turis kayak gw……..sambil menutup paspor gw….dia manggil temannya

    Gw ga tau dia ngomong apa…tapi dia geleng-geleng kepala terus. Temannya sekali-kali ngeliat gw kayak tersangka….asem tenan.

    Gw mencoba tenang, dan merasa harus melakukan klarifikasi sebelum dia memutuskan apapun.

    OK, dia selesai bicara sama temannya dan duduk kembali di konter imigrasi.

    Gw            :     ”Saya punya tiket pulang Air Asia 5 Januari 2017 dari Incheon International Airport. Saya akan menginap di Kimchee Guesthouse Busan dan Seoul…..this is my itinerary and my budgeting (gw serahin semua itinerary dan kebutuhan biaya yang memang selalu gw susun setiap backpackeran ke negara orang)”

    Imigrasi sambil menempelkan telunjuk ke mulutnya….sssttttt…….minta gw jangan banyak ngomong.

    Tapi sepertinya dia mau membaca itinerary gw beserta rincian biayanya.

    Gw            :     ”(Sambil memelas)….Please Sir, I am backpacker…..just for sightseeing Korea….No More….Please…..I will go Home….believe me!

    Imigrasi kayaknya mulai kasian ama gw, lalu membolak-balik semua stempel imigrasi di Paspor baru dan paspor lama gw.

    Imigrasi    :    ”OK, You can….you can.”

    Cetokkkkk…….setempel nangkring tuh di passport gw…..indah banget momen ituh.

    Hadeuuhhh…legaaaaa bangettt.

    Pelajaran berharga buat gw……lain kali ga boleh gila….

    Habis peristiwa itu, gw selalu bawa Business Card, ID Card, Credit Card (walo limit kecil) dan ATM (meski isi minim) setiap jalan ke negara orang.

    Setelahnya gw sangat terbantu dengan kartu-kartu sakti itu setelah menghadapi random checking serupa di Woodlands Checkpoint, Singapura Juli 2017.

    Okeeee…(tersenyun bahagia), akhirnya gw makan siang sambil nunggu teman-teman gw landing dari Osaka.

    2018-02-05_20.08.25

    Wkwkwkwk…..jatah di pesawat buat makan siang….dasar pelit.