• <—-Kisah Sebelumnya

    Jika bertemu turis Eropa dan Amerika tuh ya bikin ngiler, karena mereka rata-rata memiliki jadwal cuti yang panjang hingga berminggu-minggu bahkan lebih dari sebulan. Nah ketika mereka nanya ke Gw berapa lama lo cuti….yes tepat 12 hari…..sedihhhh….hahaha.

    Tapi Gw ga nyerah….dengan waktu yang sedikit ini Gw akan berkeliling dunia.

    Kembali ke masalah waktu….Setiap Gw transit pendek atau liburan 3-4 hari saat weekend plus tanggal merah ke negeri orang selalu Gw manfaatkan untuk explore kota yang Gw singgahin.

    Artikel ini pun bercerita bagaimana Gw menghabiskan waktu selama 7 jam di tengah kota Kuala Lumpur antara jam 10:00 – 17:00

    1. Batu Caves.

    Perjalanan dimulai dari jam 10:30 dari KL Sentral. Menggunakan kombinasi bus gratis KTM 1 dan kereta komuter Sentul – Batu Caves.

    KTM KOMUTER

    Kiri: Bus gratis KTM1 (KL Sentral-Stasiun Sentul)

    Kanan: Kereta komuter (Stasiun Sentul – Stasiun Batu Caves) 

    Jam 12:06 Gw tiba di Batu Caves. Ini adalah kali kedua Gw berkunjung ke tempat ini. Tidak ada yang berubah sejak 4 tahun lalu, hanya ada beberapa renovasi di beberapa bagian kuil.

    Batu Caves

    Kiri Atas: Patung Hanuman

    Kanan Atas: Gw ga tahu itu kuil apa….yang jelas ini berada tepat dibelakang patung Hanuman

    Kanan Bawah: Venkatachalapathi Temple

    Kiri Bawah: Patung Murugan

    Wisata di Batu Caves ini Gw tutup dengan makan siang di Dhivya’s Café – sebuah warung makan India di halaman depan Batu Caves -. Cukup makan nasi goreng dengan harga 4 Ringgit.

    Dhivya's cafe

    2. Petronas Twin Tower

    Jam 14:42 Gw tiba kembali di KL Sentral menggunakan jalur dan moda transportasi yang sama ketika menuju Batu Caves. Dari KL Sentral Gw berpindah menggunakan LRT Kelana Jaya Line seharga 2,4 Ringgit dan akhirnya Gw sampai di KLCC (Kuala Lumpur City Centre). Keluar melalui KLCC Exit Jalan Ampang akhirnya Gw menemukan Petronas Twin Tower.

    Panas menyengat mengharuskan Gw mengambil foto gedung kembar ini tepat saat ada awan menghalangi sinar matahari. Ketika awan sudah bergerak membuka kembali sinar matahari ke bumi maka Gw kembali berteduh di bawah pohon di halaman gedung kembar itu. Begitu seterusnya hingga banyak turis memperhatikan keanehan Gw….hahaha

    Suria KLCC

    Kiri Atas: Exit gate KLCC menuju Jalan Ampang

    Kanan Atas: Jalan Ampang

    Kanan Bawah: Suria KLCC mall bersebelahan dengan Petronas Twin Tower

    Kiri Bawah: Petronas Twin Tower.

    Setelah mengabadikan Twin Tower dan beberapa landmark disekitarnya,  Gw segera beranjak menuju Pavillion di Bukit Bintang menggunakan GOKL City Bus.

    3. Pavillion Bukit Bintang

    Menggunakan bus gratis GOKL, Gw berkesempatan untuk kembali singgah di Pavillion, Bukit Bintang sekitar pukul 16:18. Tema Easter membuat dekorasi di pelataran Pavillion terlihat sangat menarik mata.

    Pavillion2

    Kiri Atas: Air mancur di depan Pavillion

    Kiri Bawah: Sephora Mall….Pusat Kosmestik dan perawatan kulit di Bukit Bintang

    Tengah: Hotel bintang lima JW Marriot Bukit Bintang

    Kanan: Tema Easter di halaman depan Pavillion

    Gw hanya 20 menit berada di Pavillion dan segera menuju Petaling Street di Pasar Seni.

    4. Petaling Street

    Menuju Petaling Street, Pasar Seni, Gw kembali menggunakan bus gratis GOKL dan pukul 16:53 Gw tiba di terminal Pasar Seni.

    Gw hanya bertanya kepada orang lokal di sekitar Pasar Seni untuk menunjukkan arah Petaling Street. Bapak setengah baya dengan baik menujukkan ke Gw arah menuju kesana. Dengan berjalan kaki menuju Petaling Street, gw menyapu suasana Pasar Seni yang sudah berubah lebih maju daripada 2014 silam. Dalam 7 menit Gw sampai di Petaling Street.

    petaling street

    Kiri Atas: Stasiun MRT Pasar Seni

    Kanan Atas: Gerbang depan Petaling Street

    Kanan Bawah: Bagian dalam Petaling Street

    Kiri Bawah: Suasanan jalanan di depan gerbang Petaling Street

    Petaling Street masih belum begitu ramai pengunjung karena Gw datang kesana sekitar jam 5 sore, para pedagang sedang bersiap-siap dengan barang dagangannya. Gw hanya membeli gantungan kunci disini.

    Dan Petaling Street menjadi destinasi terkahir pada trip kali ini. Karena Gw harus bersiap menuju Singapura.

  • <—-Kisah Sebelumnya

    Sebagai seorang backpacker, Gw selalu berusaha untuk meminimalkan budget di setiap perjalanan. Untuk urusan transportasi misalnya, Gw akan lebih banyak jalan kaki atau menggunkan moda transportasi termurah atau kalau memungkinkan menggunakan transportasi umum gratis.

    Seperti di Kaohsiung, Taiwan, Gw pernah menggunakan trem gratisan atau…..di Kuala Lumpur terdapat bus gratis yang bisa Gw manfaatkan untuk berkeliling kota. Namanya GOKL City Bus.

    Nah yang mau Gw ceritakan disini adalah GOKL City Bus, gaes….

    GOKL City Bus memiliki rute sebagai berikut:

    gokl_may2014002_e1

    Terdiri dari 4 Line yaitu GO Relax (Merah), GO Work (Biru), GO Sightsee (Ungu), dan GO Shopping (Hijau)

    Sumber: http://www.spad.gov.my/transport-operators/buses/route-map-gokl-city-bus

    GOKL City Bus sendiri di luncurkan oleh SPAD (Suruhanjaya Pengangkutan Awam Darat) pada tanggal 31 Agustus 2012 sebagai bagian dari Malaysia’s Government Transportation Programme untuk mengurangi kemacetan di Central Business District (CBD) Kuala Lumpur dengan menyasar para pengguna mobil pribadi, pengguna angkutan umum dan turis.

    Jam operasional GOKL City Bus adalah jam 6am-11pm untuk working day dan jam 7am-11pm untuk weekend dan hari libur. Untuk working day, bus ini akan beroperasi pada saat peak hours (7am-10am dan 4pm-8pm) setiap 5 menit. Nah untuk hari lain akan beroperasi setiap 10 menit.

    Perjalanan menggunakan GOKL City Bus pernah Gw coba pada tahun 2014 ketika pertama kalinya mengunjungi Kuala Lumpur. Sedangkan perjalanan yang sama Gw ulangi di Maret 2018.

    Petronas Twin Tower – Pavillion Bukit Bintang

    Setelah puas mengambil beberapa foto di gedung kembar, Gw segera beranjak menuju shelter GOKL City Bus tepat didepan agak ke kanan dari Petronas Twin Tower. Ya…..bus ini akan mengantarkan Gw ke Bukit Bintang – pusat perbelanjaan terkenal di Kuala Lumpur-.

    GOKL 3

    Kiri: GOKL City Bus (GO Shooping/Green Line) sedang menunggu penumpang di Shelter 

    Kanan Atas: Interior GOKL City Bus

    Kanan Bawah: Shelter Petrosains, GOKL akan menunggu penumpang di sebelah shelter ini.

    Bus menunggu sekitar 10 menit hingga penumpang penuh sebelum berangkat. Perlu waktu 15 menit hingga bus mencapai Pavillion, Bukit Bintang. Gw mencoba mengingat-ingat landmark di Pavillion supaya tidak kelewat ketika menaiki bus. Gw masing inget parkir gate Pavillion sehingga Gw segera turun dari bus.

    Pavillion Bukit Bintang – Pasar Seni

    Gw hanya 20 menit berada di Pavillion dan segera bermaksud menuju Petaling Street di Pasar Seni. Sebetulnya Gw akan menggunakan Monorail dikombinasi LRT menuju Pasar Seni. Tetapi ketika duduk istirahat di depan Pavillion dari kejauhan terlihat bus GOKL dengan papan tujuan Pasar Seni. Langsung aja Gw lari mendekat ke bus itu yang terlihat sedang menaikkan penumpang. Tepat sekali, Gw berhasil naik dan seketika bus berjalan menuju Pasar Seni.

    Sekitar 12 menit , GOKL City Bus sampai di terminal Pasar Seni. Terminal pasar seni terlihat sangat berbeda ketika Gw datang pada tahun 2014, karena terlihat sudah ada stasiun MRT Pasar Seni disana. Setahu Gw pada tahun 2014, MRT ini masih dalam tahap pembangunan.GOKL Pasar Seni

    GOKL City Bus di Pasar Seni

    Dengan menggunkan GOKL City Bus untuk berpindah ke 2 tempat wisata ini Gw bisa berhemat 5,6 Ringgit. Uang segitu memang ga seberapa tapi buat Gw bisa buat sekali makan malam……hahaha.

    Kisah Selanjutnya—->

  • <—-Kisah Sebelumnya

    Artikel ini telah diupdate kembali pada 18 Agustus 2019….Silahkan membaca kembali….Salam backpacker.

    Pada tahun 2014, Aku pernah mengunjungi Batu Caves. Saat itu Aku bertolak dari KL Sentral menuju Batu Caves menggunakan kereta komuter Laluan Seremban dengan tarif masih 2 Ringgit.

    30 Maret 2018, Aku kembali mengunjungi Kuala Lumpur dan maksud hati hendak berkunjung ke Batu Caves kembali. Tetapi ketika ingin membeli tiket di konter tiket komuter KL Sentral ternyata kereta komuter ke Batu Caves saat itu tidak dapat melayani penumpang dari KL Sentral. Aku tahu info ini karena Aku merhatiin bule yang bicara sama petugas konter. Akhirnya kuputuskan keluar dari antrian sebelum benar-benar sampai di depan petugas konter tiket.

    Aku akhirnya menuju konter informasi KL Sentral untuk menanyakan cara menuju ke Batu Caves. Menurut petugas informasi, untuk menuju Batu Caves, Aku harus menggunakan Free Bus KTM 1 dari KL Sentral ke Stasiun Sentul. Nah dari Stasiun Sentul baru dilanjutkan menggunakan kereta komuter menuju Batu Caves. Aku bertanya dimanakah letak free bus itu berada, ternyata bus itu berada sejajar dengan Shelter Airport Coach/Aerobus/Sky Bus di KL Sentral.

    Papan Petunjuk yang terletak di depan shelter Skybus KL Sentral yang mengarahkan turis menuju bus KTM 1 menuju Stasiun Sentul
    Petunjuk di lantai menuju Bus KTM 1
    Bus KTM 1 sedang parkir di Stasiun Sentul.

    Free bus KTM ini akan jalan jika penumpang sudah penuh, Aku sih ga perlu nunggu untuk dapat tempat duduk. Begitu masih muat maka Aku segera naik. Perjalanan dari KL Sentral menuju Stasiun Sentul menempuh waktu kurang lebih 25 menit di jalanan yang tergolong lancar.

    Begitu tiba di Stasiun Sentul, Aku segera menuju ke dalam stasiun untuk membeli tiket kereta komuter. Aku langsung beli tiket pulang-pergi karena lebih murah 1 Ringgit daripada belinya one-way. Begitu menyerahkan uang 5 Ringgit maka Aku mendapatkan pass card untuk masuk ke jalur kereta. Kartu ini lah yang akan membawaku kembali ke Stasiun Sentul lagi ketika pulang.

    Bagian dalam Stasiun Sentul
    Konter tiket Stasiun Sentul
    Pass card (Stasiun Sentul-Batu Caves pp)
    Kereta Komuter yang mengangkut penumpang dari Stasiun Sentul ke Batu Caves

    Begitu masuk ke jalur kereta ternyata kereta komuter sudah menunggu. Kereta buatan Tiongkok ini berhenti cukup lama untuk menunggu penumpang dan membiarkan semua kursi terisi penuh.

    Terlihat  jelas pada route board diatas pintu kereta masih ada KL Sentral point, ini menunjukkan bahwa pada awalnya kereta ini melewati KL Sentral untuk menuju ke batu Caves, tetapi jalur itu sudah dirubah dan diperpendek menjadi Stasiun Sentul-Batu Caves.

    Yang kuperhatikan arus penumpang naik dan turun sepanjang perjalanan menuju Batu Caves sangatlah sepi, hal ini terlihat pula dari beberapa bangunan stasiun yang dilewati seperti kurang terawat kebersihannya sehingga bangunan nampak kusam dan beberapa escalator tidak berfungsi. Jalur ini boleh dibilang sepi.

    Setelah berjalan selama 20 menit akhirnya Aku tiba di Batu Caves.

    Berikut beberapa view menarik di Batu Caves yang kudapatkan:

    Koridor yang dimanfaatkan berjualan souvenir setelah keluar dari Stasiun Batu Caves
    Patung Murugan yang menjadi icon dari wisata Batu Caves
    Melepas sepatu sebelum masuk ke Venkatachalapathi temple
    Warung makan di sekitar Batu Caves.

    Dan sebelum berpindah destinasi ke Petronas Twin Tower, Kuputuskan untuk lunch di warung makan sekitar Batu Caves. Warung makan yang tersedia kebanyakan dikelola oleh warga Malaysia keturunan India karena memang Batu Caves adalah tempat peribadatan mereka kebanyakan.

    Kisah Selanjutnya—->

  • 6 Januari 2015

    Phnom Penh Route2

    Kamboja atau Cambodia, boleh dibilang ini adalah titik awal keseriusan Gw menjadi backpacker. Dan trip ini adalah menjadi trip parallel pertama Gw karena sebelum mengunjungi kamboja gw mampir di Singapura dan setelah kamboja Gw akan mengunjungi Vietnam dan ditransitkan sekali lagi oleh maskapai Tiger Air di Singapore sebelum pulang ke Jakarta.

    Gw masih inget banget, beli tiket Jet Star di agent resminya karena Gw belum punya kartu kredit.

    Setelah hari sebelumnya transit dan keliling Singapore, Pukul 13:25 Jet Star 3K 593 take off meninggalkan Changi International Airport dari Terminal 1. Gw landing dengan baik di Phnom Penh International Airport.

    konter imigrasi phnom penh

    Konter imigrasi Cambodia….Gw memalukan….dimarahin petugas imigrasi karena ambil foto ini….Gw ga lihat ada tanda “no camera”

    Tahun 2015, Cambodia baru pertama kalinya memiliki tranportasi umum bus. Pemerintahnya membeli beberapa bus bekas dari Jepang. Dan di setiap halte bus sering dijaga oleh militer bersenjata mereka. Sebelum mereka memiliki bus, transportasi umum mereka adalah Tuk Tuk dan Taxi.

    Singkat cerita, Gw lebih memilih Tuk Tuk, karena hasil browsing gw sebelum trip ini berjalan menyatakan belum ada rute bus ke airport.

    100_2109

    USD 10….muat 5 orang….jalanan berdebu…40 menit menuju ke pusat kota.

    Gw minta pengemudi Tuk Tuk untuk diturunkan di dekat National Museum, kerana rute sepanjang National Museum menuju dormitory akan melewati beberapa venue menarik. Jadi sembari jalan ke arah dormitory Gw akan berjalan melihat venue-venue itu. Oh ya kali, selama 2 jam Gw akan jalan sejauh 2 km sambil menikmati suasana dan mengambil beberapa foto menarik.

    National Museum

    Jalan kaki di Phnom Penh dimulai dari titik ini….National Museum.

    Kingdom Square

    Dari National Museum jalan kaki 350 m ke arah tenggara akan ketemu Royal Palace Park

    Pertigaan

    Nah itu City Courthouse….Pengadilan Negeri nya mereka….300 m di selatan Royal Palace Park

    Taman yang menghubungkan alun-alun kerajaan dengan independent monument bernama Wat Botum Park.

    Taman sepanjang 500 m ini sangat ramai saat sore. Dari warga yang sekedar nongkrong menikmati senja atau warga beroleh raga…., olah raga khas kamboja. Ada juga beberapa ekspatriat mengajak anjingnya jalan-jalan atau beberapa warga yang menikmati sajian kuliner jalanan yang murah meriah.

    Taman arah hotel
    Aktivitas

    aktivitas warga di sekitar Wat Botum Park

    Di ujung taman ini akan bertemu jalan Preah Suramarit Boulevard lalu Gw berbelok ke kanan. Berjalan sejauh 350 m Gw menemukan patung Raja Norodom Sihanouk -pemimpin legendaris Cambodia-.

    Sihanouk

    Gw duduk di Statue of Father King Norodom Sihanouk

    Dari patung ini, Gw jalan lagi lurus ke barat. dan kemudian akan ketemu Monumen Kemerdekaan mereka. Monasnya mereka lah kalau boleh dibilang. W

    Independence

    Independence Monument

    Dari Independence Monument gw inget-inget sewaktu di Jakarta bahwa Gw harus jalan ke barat dan belok kekiri di gang kedua dari jalan utama Preah Sihanouk Boulevard. Tuh kan ketemu dengan cepat….

    Top banana2

    Dormitory bed di Top Banana Guesthouse & Rooftop Bar seharga IDR 60K/malam

    Ketika memesan di Booking.com, Gw tidak begitu yakin dengan kenyamanan guesthouse ini. Tetapi setelah sampai di Negara tujuan ternyata guesthouse ini melebihi ekspetasi Gw. Keren banget lah nih guesthouse. Tau aja kita haus ada segelas air es welcome drink dan Gw dijamu di ruangan bar mereka sambil check-in. Malemnya bar ini ramai sampai pagi hari.

    Di dormitory ini Gw sempat berkenalan akrab dengan Sam-seorang muslim Australia serta turis dari Belanda dan Perancis.

    Setelah beres-beres dan mandi, kita mulai malam dengan mencari makan malam. Pilihan Gw jatuh pada makanan tradisional mereka….ini diaaa:::

    amok

    Amok….adalah sejenis masakan ikan yang dituangkan dalam santan dan dituang dalam batok kelapa muda yang masih ada kelapanya.

    Makanan ini berharga USD 5 dan setelah makan malam Gw putuskan untuk segera tidur, mengingat besok akan jalan pagi hari lagi bahkan sorenya akan berpindah ke Ho Chi Minh, Vietnam.

    Perjalanan hari ke-2 di Cambodia akan Gw lanjutin di artikel berikutnya ya…….

    Kisah Selanjutnya—->

  • <—-Kisah Sebelumnya

    Begitu Airport Coach yang Gw naiki tiba di KL Sentral pukul 10:03. Tujuan pertama Gw adalah Batu Caves. Tetapi untuk meringankan beban, Gw akan menitipkan bacpak di hotel walaupun belum waktunya untuk check-in dan Gw hanya akan bawa tas lipat yang diisi dengan air minum, dompet, passport, handphone dan kamera.

    Hotel yang Gw pilih adalah Westree Hotel di Jalan Tun Sambanthan tepat di sebelah tenggara KL Sentral.

    Gw memilih hotel ini karena sangat dekat dengan Airport Coach dan Skybus Shelter di KL Sentral karena keesokan harinya Gw harus terbang menuju Singapura menggunakan pesawat Scoot Airlines. Jadi keesokan harinya Gw harus berangkat menuju KLIA2 sekitar jam 04:30 pagi.

    Gw memesan hotel ini 9 hari sebelumnya menggunakan Agoda dengan harga Rp. 331.772/malam (sangat murah untuk ditempati oleh 2 dewasa dan 1 anak). Harga ini sudah termasuk tourism tax 10 Ringgit (sejak 1 September 2017, Malaysia menerapkan pajak menginap untuk turis sebesar 10 Ringgit per malam).

    Peta Hotel Westree

    Sangat dekat sekali…..Hanya perlu berjalan 3 menit menuju Airport Coach dan Skybus Shelter

    Jl Tumsanbhatan

    Kiri : Begitu Airport Coach tiba di KL Sentral, Gw hanya perlu keluar dari sebuah lorong menuju Jl. Tun Sambanthan

    Kanan : Jl Tun Sambanthan yang didedikasikan untuk tokoh Malaysia keturunan India yang merupakan salah satu founding father Malaysia. Hotel Westree terletak tepat di pinggir jalan ini.

    Westree Inside

    Kiri Atas: Pintu depan Hotel Westree yang tepat di tepi Jalan Tun Sambanthan dan tepat diseberang jalan adalah shelter Airport Coach dan Skybus.

    Kanan Atas: Lobby Hotel Westree

    Kanan Bawah: Ketika check-in pihak hotel meminta deposit sebesar 40 Ringgit dan bisa diambil kembali ketika check-out

    Kiri Bawah: Kebersihan hotel biasa tercermin dari kebersihan toilet kamarnya. Toilet Hotel Westree sangatlah bersih.

    Mayoritas karyawan hotel ini adalah warga Malaysia keturunan India karena memang hotel ini terletak di daerah Brickfields yang merupakan Little Indianya Kuala Lumpur. Dahulu daerah sekitar hotel ini adalah penghasil batu bata.

    Secara umum staff nya cukup membantu dan ramah. Staff receptionint dengan baik memberikan Peta Pariwisata Kuala Lumpur ke Gw.

    Gw check-in ke hotel jam 17:00 setelah puas keliling Kuala Lumpur dan check-out keesokan harinya pukul 04:15 untuk menuju KLIA2.

    Kisah Selanjutnya—->


  • <—-Kisah Sebelumnya

    Ini adalah kelanjutan dari artikel:

    “Penerbangan Malaysia Airlines MH 0726 dari Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia” (https://wordpress.com/post/travelingpersecond.com/339).

    Malaysia Airlines yang Gw naiki mendarat di KLIA tepat pukul 7:31 waktu Kuala Lumpur.

    Menuju Pintu Keluar KLIA

    Setelah pesawat mendarat mulus, Gw diturunkan di Arrival Hall H KLIA lantai 3. Biasanya begitu turun dari pesawat yang Gw cari adalah drinking water station untuk mengisi botol minuman tetapi Gw tidak bisa menemukannya hingga keluar bandara sekalipun.

    Menuji Exit Gate KLIA

    Kiri Atas : Gw berjalan sepanjang arrival hall H menuju konter imigrasi

    Kanan Atas : Proses pengecekan passport di konter imigrasi

    Kanan Bawah : Melewat baggage conveyor belt….tapi Gw kan ga bawa bagasi, ya jadi dilanjut ajahhh

    Kiri Bawah: Sampai juga di pintu keluar bandara

    Menuju Shelter Airport Coach

    Begitu keluar dari pintu bandara tentu yang Gw cari adalah dimanakah letak Airport Coach menuju KL Sentral. Nah Gw melihat petunjuk ini di KLIA:

    sign KLIA

    Karena Gw masih berada di lantai 3, berarti Gw harus turun menuju lantai 2 untuk mendapatkan Airport Coach yang akan mengantarkan Gw ke KL Sentral (Kuala Lumpur).

    Towards Bus Shelter KLIA

    Kiri Atas: Kemudian Gw berjalanan menuruni escalator menuju lantai 2 KLIA

    Kanan Atas: Dan Gw selalu mengiIkuti tanda itu untuk menuju shelter Airport Coach

    Kanan Bawah : Sesaat kemudian Gw melewati sebuah koridor yang berada tepat diatas jalan mobil.

    Kiri Bawah: Gw sampai di ujung koridor yang berbatasan dengan area parkir mobil, belok ke sebelah kiri adalah escalator menuju shelter Airport Coach sedangkan ke sebelah kanan adalah lift menuju shelter yang sama. Ternyata shelter Airport Coach tidak terletak di lantai 2 tetapi di lantai 1.

    escalator n lift

    Kiri Atas : Area parkir mobil KLIA lantai 2

    Kanan Atas : Toilet di ujung koridor sebelum keluar ke area parkir mobil, sangat bersih dan Gw sempat bersih-bersih beberapa saat disini.
    Kanan bawah : Awalnya Gw mau turun ke shelter Airport Coach lewat escalator ini tapi ternyata sedang dalam perbaikan,
    Kiri Bawah : Akhirnya Gw harus menggunakan lift ini menuju shelter Airport Coach. Di ujung koridor dekat lift adalah arah menuju hotel transit yang terkenal di KLIA (Hotel Sama-Sama) .

    bus shelter

    Kiri Atas : Begitu turun dari lift langsung terlihat konter tiket Airport Coach menuju KL Sentral

    Kanan Atas : Airpot Coach yang akhirmya Gw naiki dengan harga tiket 10 Ringgit untuk dewasa dan 6 Ringgit untuk anak-anak.

    Kanan Bawah : Yoyo Express Bus yang juga mengambil penumpang di KLIA dan KLIA2. Bus ini memiliki tujuan ke beberapa kota di luar Kuala Lumpur seperti Johor Bahru, Ipoh dan Taiping

    Kiri Bawah : Akhirnya Gw menaiki Airport Coach menuju KL Sentral. Jarak yang akan ditempuh sekitar 60 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

    Mencoba cara mudah untuk mendapatkan tiket ke KL Sentral, Kamu bisa membeli tiketnya di 12go Asia dengan link sebagai berikut: https://12go.asia/?z=3283832

    Kisah Selanjutnya—->

  • 30 March 2018- This was Malaysia Airlines flight from Soekarno Hatta International Airport (SHIA), Indonesia to Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia using Boeing 737-800 aircraft with capacity about 166 passengers. This 2 hours flight occurred from 04:25 Jakarta time to 7:25 pm Kuala Lumpur time.

    I issued ticket on October 7th, 2017 or 5.5 months before departure on price about Rp. 605,000 without seat choosing. Seat choosing add-on would be charged seat fee about 11 Ringgit or Rp. 40.052 (yes …. I choosed a seat 3 weeks before departured).

    tiket dan seat fee

    Left: e-ticket was earned when issued   ;           Right: seat fee

    At 00:30, I headed towards Soekarno Hatta International Airport (SHIA) by Grab Car service at cost about Rp. 136.000 and got off at Terminal 2D. Upon arrived at airport, I couldn’t go directly to check-in counter because I must wait screening gate was opened. Finally screening gate was opened at 02:00. Some foreigners were disappointed because of it. I also didn’t know why the gate didn’t open for 24 hours.

    Screening my backpack was smoothly then I went to check-in counter. Apparently I still had to queue and waited for 10 minutes until counter was opened. Actually I already had a boarding pass through web check-in process that I did independently, but when I asked to check-in staff what I could go directly to immigration counter, he said it was better for me to re-printed my boarding pass using paper from check-in counter. Yes finally I must queued

    boarding pass

    Left: boarding pass from web check-in result.
    Top right: boarding pass from Malaysia Airlines check-in counter
    Bottom right: cabin baggage tag

    Finished check-in, I must wait again for 30 minutes to went to immigration counter, I saw immigration officers wasn’t standby in their posts.

    At 3:00 pm I finally went to immigration counter. It was smoothly without any meaningful constraints.
     
    part in SHIA

    Top Left: Departure gate 2 SHIA Terminal 2D SHIA
    Top right: Check-in counter
    Lower left: immigration counter
    Bottom right: boarding gate D4 Terminal 2D SHIA

    Going to gate D4, I directly could enter 15 minutes before boarding time.
    At 3:55 pm finally I was boarding,

    Boarding

    Since 2013 Malaysia Airlines had joined Oneworld, an airline alliance aimed to made alliance members be first choice of world travelers

    Interior Plane

    Top left: Business Class seats
    Top right: Economy class seats
    Bottom left: In-flight entertainment
    Bottom right: Left plane winglets

    For menus, during flight I got a glass of apple juice and Low Fat Meal as my request when issued ticket.

     
    MH Meal

    Mineral water, crackers, peanuts and low fat meal (potatoes, carrots, egg, broccoli all were boiled)

    The steward asked to me “Would you like to ate now or later?” Because I replied that  I would eat later, then he gived me a plastic bag with Malaysia Airlines logo to brought my food when arrived at KLIA.

    After 2 hours trip I landed smoothly at KLIA.
    I had captured headquarters of Malaysia Airlines

    MH Base

    Malaysia Airlines base in KLIA

    As an alternative, to get flight ticket from Jakarta to Kuala Lumpur, you can look for it at 12go Asia with following link: https://12go.asia/?z=3283832

    Next Story—->

  • <—-Previous Story

    March 18th, 2018-This flight was my first time to used service of KLM Royal Dutch Airlines. And KLM became the 19th airline I had ever rode during my traveling. Every traveling I always tried to found different airlines to felt their difference services, but my priority was still the cheapest one.

    I issued this ticket on September 18th, 2017, exactly 6 months before flight.

    Harga KLM

    Ticket price was 224.10 Ringgit or Rp. 768,748, very affordable for European airlines

    Airport Coach drops me to KLIA at 14:00. I went straight to check-in counter.

    KLM

    I was the first check-in yet passenger…. lonely at counter

    Based on my ticket, I must go to gate C3. Views of KLIA when I moved from check-in counter to Gate C3 didn’t tell here, guys. I would tell later when that I came by Malaysia Airlines after this trip.

    Oh yes, this was my first time visited Kuala Lumpur International Airport Terminal 1 (KLIA), because I often visited this neighbor country and always landed at KLIA 2 (it was Air Asia base). Seeing the building, KLIA terminal 1 looked like old building …. similarly like Soekarno Hatta International Airport Terminal 1 and 2 at Jakarta

    C3 room

    Gate C1 was Saudia Airlines boarding gate

    view gate 3

    Gate 3 view was building for POS Aviation – Malaysia’s Ground Service.

    Waiting for 1.5 hours finally my plane came.

    KLM Plane

    (Left): Saudia Airlines aircraft was adjacent to (Right): KLM aircraft

    KLM flight from KLIA to Soekarno Hatta International Airport (SHIA) was operated by Air France. Some KLM flights from KLIA-SHIA was even operated by Garuda Indonesia. Actually this flight was a transfer flight from Amsterdam to Jakarta that transited in Kuala Lumpur. While waiting for loading process, there was a bonus for passangers:

    Liliana Natsir

    Several minutes before boarding …. Liliyana Natsir came …. She was Indonesia’s mix double badminton world champion.

    Okay …. didn’t wait for long, finally I boarded to European class airplane.

    interior klm

    Plane interior was common…. just very happy for rode Air France’s plane.

    Along flight, I got a warm wet tissue for face cleaner, vegetarian pie which was enough to replaced my dinner menu (saved my budget) and a glass of apple juice.

    And along flight I saw “Dunkirk”…. I didn’t know why I like this movie. I had watched it three times before. Even on my previous trips, I also watched it in Thai Airways when flied to Kathmandu, Nepal.

    view flight

    It was the coolest view on this flight.

    Pretty enough flight. I would tell you my another flight in different article.

    By the way, you can search for flight ticket from Kuala Lumpur to Jakarta in 12go Asia. Try to search the route here: https://12go.asia/?z=3283832

    THE END

  • <—-Previous Story

    For International flights, I always tried to came to airport 3 hours before flight. Because KLM flight from Kuala Lumpur to Jakarta was at 16:30 then I would try to KLIA 1 (Kuala Lumpur Internatinal Airport Terminal 1) at 13:30.

    Time was 11:15 at Bandaraya Station. Actually I canceled trip to Batu Caves because of transportation route changing. It was unfortunate although I could make it happen 2 weeks later on different trip.

    To reached, I would use cheapest transportation mode i.e Airport Coach. Well, to boarded Airport Coach, I must go to KL Sentral first because Airport Coach base was there.

    From Bandaraya Station, I went to Masjid Jamek Station (both stations are located at Sri Petaling Line). From Masjid Jamek station, I continued to used Kelana Jaya Line and got off at KL Sentral. Simply paid 1.8 Ringgit for all this trips. Just bought token at Bandaraya Station and returned at KL Sentral.

    Masjid Jamek LRT Station.

    Before boarding into bus …… When arrived at KL Sentral, I decided to Dzuhur pray and continued to lunch.

    Panettone …. The owner was Indian and the noodles was very nice…. worthed to tried.
    Nice noodles….worth to try.
    Penang White Curry Bowl menu appearance.
    The original appearance of Penang White Curry Bowl.

    I was so enjoying the noodles but the time was at 13:00. Even though my target to reached KLIA was at 13:30, so it was certainly late for 30-45 minutes depended on Airport Coach waiting time in KL Sentral.

    Commuter line (KTM) at KL Sentral ….A view from Panettone shop.

    Before going downstairs, I bought a softdrink on a vending machine near escalator towards Aiport Coach counter and I would drink it while sightseeing at bus. Understandably because the Airport Coach would be quiet and there wasn’t TV or music. Not bad for 1 Ringgit per cans, very cheap if  was compared to minimarket around KL Sentral.

    That is…the “blue” Airport Coach.
    Adult fare is USD 3,3….Children fare is USD 1,9.

    The journey covered distance about 60 km within 1 hour.

    During trip through highway, I saw very well organized and patterned settlements. This made Kuala Lumpur was impressed in city landmark.

    Highway to KLIA during I visited Kuala Lumpur four times never jamed. it was OK for their transportation system. For me, It didn’t need to be ashamed to admit their excellence on spatial and transportation system because my traveling purpose was learnt from other country, opened my insight and appreciated the differences.

    Finally, it wasn’t late to arrive at KLIA.

    thanks guys already read this short article.

    Guys, you also can try to easily get online-ticket from KL Sentral to KLIA at 12go Asia at following link: https://12go.asia/?z=3283832

    Next Story—->

                                

  • <—-Pevious Story

    After 3 hours journey from Melaka Sentral to Hotel Pudu 88, finally I could take a break in hotel room while arranged next possible destination venue for tonight and tomorrow morning, because tomorrow at 12:30 was my last time for adventured before returned to KLIA.

    After checked-in and took a bath, at 7:30 pm I ate at a street stall on Pudu Street. With 9 Ringgit I could get a plate of rice, long beans and mackerel fish plus a glass of Tea Tarik.

    After leisurely ate while watched local activity and vehicles traffic for an hour, I decided to spent night at Petronas Twin Tower. Indeed in 2014 and 2016 I ever visited it but was at day. I would see Petronas Twin Tower at night now. Just curious.

    Jl Ampang

    To got there from Pudu Street, I rode Sri Petaling LRT Line from Plaza Rakyat Station and got off at Masjid Jamek Station. From this station I just needed to changed on Kelana Jaya LRT Line towards KLCC Station. The ticket price was 2.2 Ringgit only.

    Got off at KLCC Station, I went to KLLC Mall exit on Ampang Street that beautifully lamp decorated

    From Ampang Road, already seen the left side of Petronas Twin Tower, so I stayed closer and crossed the road toward it.

    petronas twin tower

    It’s true what people say, lit up beautifully at night.

    Taman Twin Tower

    The fountain in front of Petronas Twin Tower courtyard was beautifully lighted. 

    For 20 minutes I mingled with crowd of tourists to enjoyed beauty of Petronas Twin Tower, finally I must return immediately to Hotel Pudu 88 before last train operated at 23:00.

    Back through departure route. I arrived at Hotel Pudu 88 around 22:15. It was time for rest break for preparation to spent last morning journey tomorrow.

    On next day, I went out from hotel at 9:30 while checked out. Well, I actually tired because a day before I explored Malacca until afternoon.

    This morning my purpose just went to Batu Caves and after that I would go to KLIA.

    Towards Batu Caves, I departed from Plaza Rakyat Station to Bandaraya Station on Sri Petaling Line for 1.3 Ringgit. Get off at Bandaraya Station, I went to exit gate towards Seremban Commuter Line, precisely at Bank Negara Station.

    But…. I was strayed, I didn’t see a bridge aisle at right side after Bandaraya Station exit gate. I’ve asked local people who was waiting bus but they didn’t know where was commuter line. I also ask to Indian couple but they were tourist also…. hahaha.

    Jalan Raja Laut

    Trascended while walked along Raja Laut Street towards Dataran Merdeka

    I was already at end of Raja Laut Street, I must save my energy because my backpack was attached on my back, I didn’t decided to returned again towards Bandaraya Station but I would make the end of Raja Laut Street become my tourim venue.

    Panggung Bandaraya

    Located in Merdeka Square, this art theater performance building sturdy stand since 1904

    I didn’t know why street in front of Panggung Bandaraya towards Dataran Merdeka was closed. I didn’t go to Dataran Merdeka which has been seen in front because I had visited it in 2014.

    So my next aim was walking to Masjid Jamek where was precisely located under Masjid Jamek Station. I went to this mosque with my intention to repeated my effort towards Batu Caves from Masjid Jamek Jamek Station as starting point.

    Masjid Jamek

    Top left: Masjid Jamek Station
    Lower left: Jamek Mosque see from entrance gate (free entrance absolutely….)
    Top right: Clothes that must be used into Jamek Mosque if visitors didn’t wear muslim clothes
    Lower right: Jamek Mosque was viewed from inner courtyard.

    When finished my Jamek Mosque visitation, I immediately climbed into Masjid Jamek Station. I would leave to Bandaraya Station (repeated again to found Bank Negara Commuter Station to went to Batu Caves).

    While waiting for LRT,  local man asked to me where was direction toward PWTC station, he wanted to visited travel fare to found tickets to Bali.-Indonesia. It was funny for me when local man asked the destination direction to me…. hahahaha (Malaysia is like my country).

    I rode train soon when it came and got off at Bandaraya Station. Well, I didn’t want to strayed twice now. When went out from Bandaraya Station,  I immediately looked for connection bridge to Bank Negara Commuter Station. Finally I found it too.

    Jembatan Bandaraya bank negara

    Turn right at Bandaraya Station exit gate, walk within 100m then turn right then you will find connection bridge to Bank Negara commuter station.

    I bought ticket at automatic ticket machine in Bank Negara Commuter Station, but I couldn’t find Batu Caves destination in screen list. I asked to station staff, She said direct commuter route from KL Sentral to Batu Caves Station wasn’t operating again. Commuter train to Batu Caves was currently departing from Sentul Station. So I must go to there if wanted to Batu Caves. (If I departed from KL Sentral, there was a free bus from KL Sentral to Sentul Station then continued with commuter train from Sentul Station to Batu Caves station ….. this session will tell by me in next article).

    Because it was already on 11:30 and my flight to Jakarta was at 16:30, then I decided to canceled my trip to Batu Caves. I would go to KL Sentral then continued to KLIA from there.

    Next Story—->