Category: South East Asia

  • <—-Kisah Sebelumnya Masih saja gelap ketika aku meninggalkan kedai makanan dan menyeberangi Airport Road demi menggapai Terminal 3 Cochin International Airport. Pagi itu pesawatku akan terbang meninggalkan Kochi menuju Colombo. Penerbangan yang kuambil adalah connecting flight Srilankan Airlines menuju destinasi akhir, yaitu Dubai. Menelusuri beberapa jalur mobil di halaman bandara nan luas, aku merasa aman…

  • <—-Kisah Sebelumnya Menunggang ulang ferry menuju daratan utama Fort Kochi, tatap mata berkali-kali tertuju pada penunjuk waktu digital di gawai….maklum aku tak lagi mengenakan jam tangan dalam beberapa kurun waktu terakhir. Lepas dari antrian yang mengular, aku mendapatkan tiket untuk berlayar jarak pendek menuju dermaga di seberang perairan yang berjarak tak lebih dari satu kilometer.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Penantian panjang untuk hadir di pesisir Fort Kochi lunas sudah. Dalam satu lompatan menuruni KURTC Bus warna oranye membuatku benar-benar berdiri di kota yang dibangun di atas hutan bakau itu. Sejenak aku berdiri mematung menilik sekitar, beradaptasi cepat dengan riuhnya pelancong di destinasi tersohor di Negara Bagian Kerala itu. Mulai beranjak dari sebuah…

  • Semenjak terakhir pulang dari Qatar di permulaan 2020, boleh dikata, aku tak pernah lagi berpetualang dalam jarak yang jauh. Terhitung selama hampir dua tahun, aku hanya mengunjungi destinasi yang lokasinya berdekatan dengan ibukota, sebut saja Ujung Genteng, Gunung Pancar, Curug Leuwi Hejo, Dataran Tinggi Dieng, Anyer dan Puncak. Tapi kini hati tetiba berujung galau ketika…

  • <—-Kisah Sebelumnya “Mbak, maaf saya duduk di No. 38K”, sapaku pada seorang wanita muda yang tampak lelah menyandarkan kepalanya di jendela. “Maaf boleh tukar saja ndak?”, mulai tertebak dia orang Jawa karena cengkok medoknya. “Maaf, mbak. Lebih baik duduk sesuai dengan bangku. Biar sesuai dengan manifest. Takut terjadi apa-apa selama terbang, saya kebetulan ada perlu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Berangkat ke India selalu saja menyematkan debar di sebuah sisi hati. Provokasi informasi tak bertanggungjawab terkadang sukses membuat gentar nyali. Hembusan kabar mulai dari faktor keamanan, kehigienisan kuliner, variasi scam, serta printilan mencekam lainnya mulai menggelayuti pikiran sore itu. Oleh karenanya sebelum bertolak ke India, selama lima hari aku memanaskan nyali di Kuala…

  • <—-Kisah Sebelumnya Akan sedikit lebih lama menempuh jalur gratis menuju penginapan dibandingkan menunggangi LRT Laluan Kelana Jaya. Tetapi demi menebus ketiadaan Ringgit, aku memutuskan untuk mengeteng saja dan memanfaatkan jasa Go KL City Bus. Bergegas meninggalkan KLCC Park, aku melangkah menuju halte bus KLCC yang terletak tepat di depan Suria KLCC. Tiba di bawah naungan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Matahari berada pada puncak kekuasaannya ketika aku memutuskan undur diri dari pelataran Petronas Twin Tower. Aku sendiri tak bisa menyembunyikan senyum kecut di ujung bibir dan merasa menjadi pejalan yang tak faham prioritas hanya karena membesuk Menara Kembar tepat di tengah hari. Aku mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berniat menebus kesalahan itu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setengah dua belas…. Aku berdiri di tepian Jalan Bukit Bintang demi menunggu kehadiran Go KL City Bus Green Line. Kali ini aku berniat mengunjungi kembali Petronas Twin Tower. Ini akan menjadi kunjungan yang kelima di menara kembar kenamaan tersebut. “Ga bosan apa, Donny?”, pertanyaan yang mungkin saja muncul. “Bukan perkara bosan atau tidak,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat seperempat dari pukul sepuluh…. Kuputuskan meninggalkan pelataran KL Tower. Kakiku melangkah mengikuti kontur jalanan yang meliak-liuk menuruni bukit. Seperempat jam kemudian aku sudah berada di pangkal selatan Jalan Puncak, tepat berpotongan dengan Jalan P. Ramlee. Berdiri di sebuah trotoar, aku masih berfikir, “Apakah baiknya menuju ke halte bus THE WELD untuk menuju…