Category: Asia
-
Melangkah meninggalkan Kumari Ghar, aku masih berfikir. Apabila Sang Kumar nanti telah pensiun, bagaimana dia bermasyarakat setelah selama belasan tahun hanya sekali setiap tahun keluar dari tempat tinggalnya, bagaimana dia bekerja hingga lelaki mana yang beruntung memiliki Sang Kumari itu….Ah sudahlah. Langkahku sampai pada sebuah plaza nan luas. Bangunan putih memanjang berarsitektur Eropa mengapit pelataran…
-
Adalah Raja Prithvi Narayan Shah yang pertama kali menggunakan bendera dua segitiga ketika berhasil mempersatukan semua kerajaan di Nepal pada 1768. Ya, dua segitiga pada bendera nasional Nepal itu melambangkan dua dinasti besar yang pernah ada di Negeri Seribu Dewa yaitu Dinasti Shah dan Dinasti Rana. “Please, come!….Please, come!” seorang pria menyuruhku memasuki sebuah bangunan…
-
Mr. Tirtha masih saja menemaniku berbincang, kami berdua berdiri bersandar di taksi mungilnya sembari mengamati kesibukan di sekitar Tourist Bus Park. Beberapa pedagang asongan silih berganti naik turun di seluruh bus berukuran tiga perempat menawarkan dagangannya. Sewaktu kemudian, Mr. Tirtha merentangkan tangannya lebar dan kami berpeluk ringan sebagai pengganti ucapan “terimakasih dan sampai jumpa”. Aku…
-
Sebelum benar-benar tuntas menuruni Bukit Anadu, aku terhenti pada sebuah kedai. Kedai kelontong yang menjual beberapa snack, air mineral, juga minuman beralkohol ringan. Kedai mungil beraroma harum kopi yang dihasilkan dari tungku roasting di sebelah kanannya. “Himalayan coffee bean”, tutur si penjual ketika aku memperhatikan caranya me-roasting kopi. Buat beberapa orang, passion memang segalanya. Seperti…
-
“Prepare your leg to climb Anadu Hill !”, tutur Mr. Tirtha sambil mengepalkan tangan kanannya ke depan. Ya, aku tahu. Di bagian akhir kali ini, aku harus menaklukkan ratusan anak tangga untuk menikmati keindahan pagoda berusia 47 tahun, satu dari delapan puluh pagoda perdamaian yang tersebar di seluruh penjuru bumi. Menanjak ke barat laut, mesin…
-
Bunyi klakson membuatku menoleh ke kiri ketika baru saja beranjak keluar dari sebuah kedai mie di Tashiling. Ya, suara cempreng itu berasal dari taksi Mr. Tirtha yang entah sejak kapan sudah terparkir di bawah sebuah pohon tepat di arah keluar area Tashiling. “I think we don’t need to go to Devi’s Fall because its water…