Category: Middle East

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku tiba di Al Ittihad Park Station tepat pukul setengah empat sore. Udara masih panas tetapi surya sudah tak seterik beberapa jam sebelumnya. Menuruni gerbong monorail di Lantai 2, aku kemudian turun ke Lantai 1 untuk keluar dari barisan ticket collection gate dan kemudian turun lagi menuju Ground Floor untuk tiba di Al…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku keluar dari Palm Jumeirah Station hampir pukul tiga sore. Usai menaiki Dubai Tram, aku melangkah ke utara menuju Palm Jumeirah Monorail Footbridge. Jembatan pejalan kaki itu mengangkangi jalur Dubai Tram dan King Salman Bin Abdulaziz Al Saud Street, lalu terhubung dengan gedung parkir milik Palm Jumeira Gateway Towers, sebuah gedung apartemen kelas…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku meninggalkan Burj Khalifa setelah hampir satu jam berada di halaman depannya. Terik surya masih saja menyengat, tiupan angin yang menghembuskan udara kering terus menghantam badan yang semakin basah dengan peluh. Aku mempercepat langkah atas kondisi itu…. Beberapa menit kemudian, aku sudah memasuki Dubai Mall/Burj Khalifa Station yang menawarkan suhu dingin di dalamnya.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Suka cita menguasai ruang hati ketika aku melompat turun dari Dubai Metro dan berdiri di sisi platform Burj Khalifa/Dubai Mall Station. Setelah bersabar sekian lama, akhirnya aku benar-benar akan melawat di bawah cipta arsitektur tertinggi di seantero dunia, apalagi kalau bukan Burj Khalifa. Mengunjungi karya-karya arsitektur tertinggi memang bukan kali ini saja bagiku.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat dari pukul sebelas pagi, aku terduduk di sebuah kedai dengan menu khas India, teletak dalam satu blok dengan Zain East Hotel tempatku menginap. Kali ini aku akan menikmati sarapan yang sangat terlambat, karena mendekati waktu makan siang maka menu chicken fry dan chai kali ini akan berfungsi sekaligus sebagai makan siang….Duh, pinter….Hemat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir dua jam, aku mengobok-obok beberapa blok Distrik Deira demi menemukan penginapan yang telah kupesan. Tapi selama itu pula aku tak mendapatkan apapun. Kelelahan yang disebabkan oleh terus menerusnya aku memanggul backpack seberat enam kilogram besera folding bag seberat dua kilogram membuatku terduduk lesu di pinggiran trotoar 18th Street. Jalanan mulai tampak ramai…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sedari sebelumnya, di salah satu pojok perempatan, tepat di depan toko eletronik berdinding kaca tanpa aktivitas dan masih tertutup rapat, aku terus mencari kata atau tanda “Traveler Bed Space For Male”. Itulah nama yang tertera di e-Conformation Letter yang kudapatkan atas pemesanan kamar di salah satu e-commerce penginapan. Tak mendapatkan tanda apapun, aku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Pagi itu jalanan masih lengang. Namun kondisi itu tak serta merta mencuatkan takut dalam hati . Aku diturunkan oleh Dubai Bus Nomor 77 di sebuah alun-alun, Baniyas Square namanya, alun-alun yang terbentuk dari persilangan dua jalan protokol yaitu Al Maktoum Hospital Road dan Al Musalla Road. Dengan berdiri di tempat itu, berarti aku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku tetiba terbangun dari tidur, jam biologisku mengatakan bahwa sudah saatnya untuk melaksanakan Shalat Subuh. Masih mengucek mata, aku memperhatikan sekitar, mencari tengara yang bisa mengarahkanku menuju musholla. Aku mendapatkan tengara itu di dekat escalator, maka dengan sigap aku menujunya. Dengan mudah aku menemukan Prayer Room itu di lantai atas. Entah kenapa, Shalat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Desing mesin SriLankan Airlines UL 225 perlahan berkurang usai roda-roda raksasanya menyentuh landas pacu Dubai International Airport. Melakukan taxiing selama beberapa waktu akhirnya selongsong terbang itu merapat dan berhenti di salah satu titik apron bandara. Aerobridge segera dijulurkan ke pintu depan pesawat untuk mengakomodasi proses unloading segenap penumpang. Aku pun bergegas keluar dari…