Category: Middle East

  • <—-Kisah Sebelumnya Waktu telah menunjukkan pukul dua siang ketika aku melangkah melewati sisi barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Emarat. Emarat sendiri adalah perusahaan minyak milik pemerintah Uni Emirat Arab. Tepat di ujung sisi barat SPBU itu terdapat gerbang untuk memasuki Umm Suqeim Park. Perutku berbunyi tepat ketika aku melangkah memasuki taman. “Saatnya makan siang”, aku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Berbincang hangat dengan Sanu, seorang pekerja muda asal Kerala, membuat waktu tak terasa telah terlewati selama beberapa saat. Perjuangan seorang Sanu yang terlahir dari seorang keluarga sederhana di kotanya mampu membuatku berempati atas semua kerja kerasnya mengadu nasib di kota megapolitan Dubai. Aku yang khusyu’ mnendengarkan semua ceritanya tiba-tiba melempar pandangan ke arah…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tepat tengah hari aku terduduk di pelataran utara Al Fahidi Fort. Aku duduk tepat di depan Dhow Boat –perahu tradisional khas Timur Tengah– yang menjadi property milik Dubai Museum. Sementara sang surya menyelinap malu di balik gumpalan awan yang melindungi kota dari sinar teriknya. Para pengunjung masih berlalu lalang di hadapan demi menikmati…

  • <—-Kisah Sebelumnya Membelakangi Bur Dubai Al Kabeer Masjid, aku menatap kuat bangunan mirip benteng di hadapan. Aku berdiri tepat di sisi utaranya dan tampak area parkir sisi utara itu dipenuhi oleh kendaraan. Sebuah pertanda bahwa bangunan benteng itu sedang ramai dikunjungi para wisatawan. Kuperhaikan jelas bahwa keramaian itu terletak di sisi barat benteng, tampak bendera…

  • <—-Kisah Sebelumnya Berada di akhir bagian dari Grand Souq-Bur Dubai, aku konsisten melangkahkan kaki di gang-gang sempit di sela-sela bangunan pertokoan. Untuk berikutnya aku tiba di pelataran luas, aku berdiri terpaku tepat di tengahnya. Di sisi kiriku adalah toko berbentuk klasik dan berukuran besar milik Blossom Trading, di sisi kananku adalah toko modern Al Soroor,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku melompat turun dari perahu yang difungsikan sebagai taksi air di Dubai Creek. Aku tiba di Bur Dubai Water Taxi Station yang terletak di seberang selatan sungai. Ketibaanku disambut dengan hamparan plaza yang terlindung oleh pepohonan nan rindang dan aktivitas warga yang duduk bersantai di dalamnya. Tampak keramaian di booth dominan merah yang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Surya mulai sedikit tergelincir menuju ufuk barat, tapi udara masihlah kering dan menyengat. Kuperhatikan kulitku semakin legam saja sejauh petualangan berjalan. Sangkala bertengger di angka satu waktu setempat, bertepatan dengan rasa gembiraku karena telah menyentuh garis finish dalam mengeksplorasi kawasan heritage Al Ras di Distrik Deira. Tak kurang dari sepuluh spot warisan yang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Meninggalkan Utensil Souq dan Herbs Souq, aku perlahan melangkah di Old Baladiya Street menuju selatan. Arah langkahku jelas bahwa aku sedang menuju ke Dubai Creek. Dubai Creek sendiri adalah sungai kecil yang memisahkan dua distrik utama di Dubai, yaitu Deira dimana aku berdiri siang itu dan Bur Dubai yang terletak di seberang selatan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku sudah menyusuri setiap sisi koridor Grand Souq Deira, menikmati banyak model pakaian khas Jazirah Arab, melongok berbagai macam souvenir, menghirup wanginya kios-kios parfum, serta tertegun dengan warna-warni herbal dan rempah yang melambangkan kekayaan bumi Timur Tengah. Begitu tiba di ujung timur Grand Souq Deira, rasa penasaranku kembali muncul. Ketika aku berdiri di…

  • <—-Kisah Sebelumnya Suhu udara mulai panas ketika aku keluar dari Museum of the Poet Al-Oqaili. “Pantas saja….Ini hampir tengah hari”, aku membatin kecut sembari menengadahkan muka ke langit. Surya sedang memamerkan terik yang teramat sangat siang itu. Aku bergegas mencari perlindungan di gang-gang sempit beratap di selatan museum. Aku pun segera tersadar bahwa langkah kaki…