Herbs Souq: Tertegun dengan Warna Warni Rempah Arab

Aku sudah menyusuri setiap sisi koridor Grand Souq Deira, menikmati banyak model pakaian khas Jazirah Arab, melongok berbagai macam souvenir, menghirup wanginya kios-kios parfum, serta tertegun dengan warna-warni herbal dan rempah yang melambangkan kekayaan bumi Timur Tengah.

Begitu tiba di ujung timur Grand Souq Deira, rasa penasaranku kembali muncul. Ketika aku berdiri di Old Baladiya Street, tatapan mata kutujukan ke arah utara jalan dua arah yang tak terlalu lebar tersebut.

Ada sebuah signboard di sisi kiri jalan yang menarik minatku untuk mendekat.

“Herbs Souq….Hmhhh, ternyata ada pasar khusus untuk berjualan herbal dan rempah-rempah”, aku membatin penuh penasaran. “Tak ada salahnya untuk mampir sejenak”, aku membujuk diriku sendiri untuk meluangkan waktu.

Maka tanpa keraguan, aku mulai berjalan menujunya.

Memasuki gerbang Herbs Souq, para pedagang mulai ramai menyambut kedatanganku, melambaikan tangan dan membujukku untuk singgah di kiosnya. Tetapi aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepala sebagai jawaban bahwa aku tak akan berbelanja apapun di koridor pasar rempah tersebut.

Aku menyediakan sedikit waktu untuk berdiri di bawah gerbang pasar demi mengamati aktivitas perniagaan yang sedang berlangsung di sepanjang koridor pasar.

Yuk, masuk ke pasar rempah !

Koridor?….Benar bahwa fokus perhatian wisatawan pada Herbs Souq terletak di koridornya yang didesain menjadi jalur pejalan kaki dengan atap pelindung yang membuat nyaman. Sedangkan barang dagangan yang berupa herbal dan rempah-rempah diperdagangkan di kios-kios pada setiap sisi koridor.

Aku memelankan langkah di sepanjang koridor demi mengamati berbagai jenis herbal dan rempah yang diperdagangkan. Ada beberapa bahan yang dengan mudah kukenali seperti kurma, kacang kenari, tumpukan oregano, kayu manis dan bunga rosella. Selebihnya aku hanya menikmati warna-warni rempah yang tak kumengerti namanya.

Aku pun kembali menuju gerbang dimana aku masuk ke Herbs Souq itu ketika khatam menelusuri sepanjang koridornya.

Tiba kembali di Old Baladiya Street maka perhatianku kembali tertuju pada satu jenis pasar lagi yang berlokasi di utara Herbs Souq. Pasar itu adalah Utensil Market. Dari namanya saja tentu aku sudah faham bahwa pasar itu meniagakan peralatan rumah tangga.

Walaupun barang yang diperdagangkan tak menarik minatku, tetapi toh aku tetap saja memiliki niat kuat untuk melongoknya walau sekejap saja.

Kulangkahkan kakiku demi memasuki Utensil Market yang gerbangnya masih berada di jalan yang sama dengan tempatku berdiri….Old Baladiya Street.

Tak kalah ramai dengan Grand Souq Deira dan Herbs Souq, Utensil Souq ini juga banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal dan wisatawan.

Ini dia gerbang Utensil Market.

Di sepanjang koridor beratapnya, Utensil Market menawarkan berbagai jenis pakaian khas Timur Tengah, tas, bantal, peralatan makan dan peralatan rumah tangga lainnya.

Aku tak terlalu berlama-lama di Utensil Market karena sedari beberapa waktu sebelumnya aku sudah menahan rasa penasaran yang teramat sangat untuk menikmati suasana di tepian Dubai Creek.

Yuk, kita lihat seperti apa  keindahannya…..

Leave a Reply