Author: travelingpersecond
-
Bunyi klakson membuatku menoleh ke kiri ketika baru saja beranjak keluar dari sebuah kedai mie di Tashiling. Ya, suara cempreng itu berasal dari taksi Mr. Tirtha yang entah sejak kapan sudah terparkir di bawah sebuah pohon tepat di arah keluar area Tashiling. “I think we don’t need to go to Devi’s Fall because its water…
-
That green mosque with dominant white was clearly visible from Maimun Palace gate. It’s a 111 years old mosque which is be a memory of Deli Sultanate greatness. According to story, Sultan wanted to build a mosque more beautiful than the palace where he lived as a service for religion. So the palace and mosque…
-
Aku sudah faham sebelum Mr. Tirtha memberitahuku bahwa destinasi berikutnya adalah Tashiling, pemukiman para pengungsi Tibet di Pokhara. Nepal sendiri memberikan akses migrasi ini karena sejak zaman dahulu, Tibet dan Nepal telah memiliki hubungan kerjasama yang erat dalam bidang ekonomi, diplomasi dan budaya. Kedua belah pihak pernah berulangkali dalam sejarah menandatangi berbagai perjanjian kerjasama sebagai…
-
Call his name as Yunus, a young man with a Malay face with his confidence patting my shoulder from behind. My focus to snapping the palace image from the best position finally faded. Yunus: “Can you take photo of me, brother?” Me: “Oh, okay. Don’t stand there…. stand in the middle! “, I directed his…
-
Mr. Raj dengan baiknya menyuguhkan hidangan spesial untukku. Telur dengan dua mata sapi disajikan bebarengan dengan satu buah pisang, dua lapis toast berselai manga dan secangkir teh panas khas Nepal. Sementara Mr. Tirtha tampak pamit dan beranjak pulang demi menikmati sarapan buatan istri di kediamannya sendiri untuk kemudian dia akan kembali lagi menjemputku dan berkeliling…
-
Hari masih cukup pagi ketika aku mulai meninggalkan Bindhyabasini Temple. Kembali menunggangi taksi sewa harian milik Mr. Tirtha, aku beserta trio backpacker sehotel mulai menyusuri Jalan Pokhara-Baglung menuju ke arah selatan. Mr. Tirtha berencana membawaku ke sebuah pasar tua yang berusia lebih dari 250 tahun. Tuturnya, pasar tua itu bernama Purano Bazaar, tetapi khalayak sering…
-
Even a week before flying, I made a choice. Not “The fast train from Woojin“, let alone the “blue bird” that often passed in Kualanamu International Airport. My choice was on cheap transportation which is friendly to my wallet. It is none other than DAMRI Bus. Sitting sleepily in waiting room of airport train station…
-
Usai sudah mata telanjangku menikmati pemandangan Himalaya yang memukau. Dua jam berada di Sarangkot dan menyaksikan drama alam yang bermula saat sinar fajar pertama memancar hingga kemudian pergi tersingkap siang. Kamu boleh membaca seksama petualanganku di Sarangkot pada kisah yang telah lebih dahulu kutulis. Disini: Menembus Pagi Mejemput Fajar di Sarangkot, Nepal Aku berpamitan…