Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Penanda waktu menunjukkan setengah sebelas malam ketika Malaysia Airlines MH 724 merapat di Kuala Lumpur International Airport. Aku menghela nafas panjang ketika pesawat telah terparkir sempurna di apron, itu karena connecting flight Malaysia Airlines MH 1326 baru akan mengudara menuju Kuala Terengganu pada pukul 07:25 esok hari. Artinya, selama sembilan jam ke depan…

  • “Dengarkan Manusia  yang Terasah oleh Falsafah Sesaat Katanya itu bukan Dogma” (Cukup Siti Nurbaya oleh Dewa 19, tahun 1995) Miniatur digital kuda besi berwarna putih terus mendekat dalam aplikasi tenar. Akibatnya, payung motif pelangi harus kugerai dan sekejap kemudian kaki melangkah di trotoar. Aku bersiap memasuki Avanza putih. T-shirt yang sudah keburu lembab, beberapa bagian…

  • <—-Kisah Sebelumnya Selepas pemeriksaan di konter imigrasi, aku turun satu lantai untuk kemudian melangkah ke arah barat menyusuri panjangnya travelator di Departure Hall Terminal 3 Ultimate. Dalam lima belas menit aku tiba di Terminal 3 Existing. Sementara rona gelap mulai tampak dari kaca bandara. Hanya satu yang terbesit dalam fikiranku…..Shalat Jama’ Maghrib dan Isya’. Aku…

  • Sabtu sore itu sangat cerah. Ketidaksabaran yang menyelimuti hati sedari pagi runtuh sudah. Semburat tipis senyuman terus menggantung di ujung bibir usai aku turun dari angkutan kota dan menapaki shelter DAMRI yang merupakan moda transportasi bagian dari JA Connexion. Menjelang pukul 15:30, usai memastikan armada di hadapan adalah bus yang akan berangkat tercepat ke Soekarno…

  • Namanya Asep. Sudah pasti bukanlah nama lokal, juga bukan penduduk asli….Asal Bandung beristrikan seorang Padang, menjadikan Uda Asep….Eh, Aa Asep menetap di Padang dan kini dia sedang mengantarkanku ke Pantai Padang menggunakan motor ojek onlinenya. Jalanan menyepi gegara mendung hitam tebal yang telah mengakuisi langit Padang. Angin ikut memberi tanda dengan menghantarkan hawa bersuhu rendah….Sebentar…

  • <—-Kisah Sebelumnya Memasuki Jum’at, sekitar jam setengah lima, waktu subuh Malaysia tiba, aku terduduk mengumpulkan nyawa di salah satu deret bangku di Tranportation Hub yang berlokasi di Gateway@klia2 mall level 1. Aku masih mengucek mata ketika beberapa pejalan lain masih saja mendengkur di sekitar. Aku memaksakan kaki untuk melangkah ke surau lantai 1 yang terletak…

  • <—-Kisah Sebelumnya Bagi sebagian besar pengelana, Kuala Lumpur International Airport menjadi titik paling aduhai untuk melompat ke negara asia lainnya. Tentu keberadaan maskapai Low Cost Carrier (LCC) Air Asia yang membuatnya demikian. Sejak 2001, Air Asia telah memberikan akses murah bagi para pejalan untuk berkeliling Asia. Berkat Air Asia pula sudah 21 kali aku menyinggahi…

  • Perjalananku sejenak terlempar dari jalur waktu. Aku, pejalan tunggal yang harus mengalah dengan kepentingan segenap penumpang Maestro Travel yang tergesa mengejar penerbangannya masing-masing. Kunikmati saja penghamburan waktu satu jam untuk berdiam diri di dalam travel demi menghantar mereka ke Minangkabau International Airport dan setelahnya baru menuju ke tengah kota Padang. Pengemudi: “Mau di drop dimana,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku terduduk di salah satu bangku dekat gate 112 milik Satellite Concourse Building Incheon International Airport setelah beberapa menit lalu dipindahkan oleh shuttle train dari Terminal 1. Waktu boarding yang tinggal setengah jam lagi, membuatku tak bisa mengambil resiko untuk mengeksplorasi seisi bangunan terminal bandara itu. Aku lebih memilih mengamati lalu lalang pesawat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Pukul 12:15 aku tiba di Pulau Yeongjong, sebuah pulau di pantai barat Korea Selatan dimana Incheon International Airport dibangun dengan gagahnya. Aku melangkah gontai keluar gerbong Seoul Metro Line I, seakan tak rela meninggalkan Seoul yang baru saja kunikmati sedari lima hari lalu. Tapi toh, aku tetap sadar diri akan amunisi yang tak…