Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Tak sedikit dari temanku yang bertanya, “Bagaimana sih rasanya tidur di bandara, Don?”……. Ya aku jawab jujur saja ya, ga ada rasa takut sih, ya cuman faktanya aku akan sering terbangun….Ya, itulah rasa yang sebenarnya, aku tidak pernah bohong….Eh, maaf, salah…..Pernah dink. Malam itu….Aku tertidur di salah satu sisi deret bangku di Lantai…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sudah lewat jam sebelas malam….. Pusat perbelanjaan yang terintegrasi dengan bandar udara itu tampak sepi di banyak titik, tak sedikit toko yang telah menutup pintunya rapat-rapat. Hanya beberapa minimarket yang masih membuka diri bagi para pengunjung bandara. “Hmmhhh, senyap sekali….Lebih baik aku langsung saja menuju ke Terminal 1 dan mencari spot yang bisa…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hanya dalam sekejap, Air Asia QZ 206 genap menyelesaikan taxiing di sepanjang landas pacu demi menggapai di salah satu sisi apron. Sambutan aerobridge menyusul dengan terjulur perlahan belalainya hingga menempel di pintu pesawat. Beberapa saat kemudian, pesawat mulai mengalirkan penumpangnya menuju bangunan terminal. Aku yang keluar dari pintu pesawat di antrian depan, langsung…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menunaikan ibadah shalat dengan menjamak Maghrib dan Isya di sebuah mushola milik Terminal 3 Existing, aku menuju Gate 3 dan memutuskan untuk menunggu penerbangan di salah satu bangku sembari mengisi daya telepon pintarku. “A, ini tujuan Kuala Lumpur, ya?”, seorang perempuan paruh baya tetiba bertanya dan duduk di sebelahku. “Iya, Ibu….Boleh lihat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tak berapa lama usai menyantap seporsi makanan cepat saji itu, aku bergegas menuju check-in zone. Maka aku mendapati check-in desk sudah mulai dibuka. Aku pun memutuskan untuk mengantri demi mendapatkan boarding pass. Mataku awas mengamati para pengantri. Kuperhatikan banyak sekali warga Malaysia dalam baris antrian. Paspor merah hati itu begitu kukenal dengan baik.…

  • Merunut kembali sejarah diri, akhirnya aku tersadar bahwa terakhir kali melakukan perjalanan ke luar negeri dengan cara bertolak dari kantor tempatku bekerja adalah ketika melanglang buana ke Yangoon, ibu kota Myanmar pada medio 2015. Maka aku akan mengulangi cara tersebut pada kisah perjalanan ini. Perjalanan kali ini dimulai dari kesibukan diriku menjalani aktivitas kantor. Karenanya…

  • <—-Kisah Sebelumnya Dengan dihantarkan ojek online akhirnya aku tiba juga di RedDoorz near Griya Agung 2. Di penginapan itulah aku akan menginap selama 3 hari 2 malam selama berada di Palembang. Aku tiba menjelang kumandang adzan Maghrib. Malam itu aku tak mencari sesuatu yang spesial, melainkan hanya menikmati seporsi Pecel Lele dari sebuah tenda makan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sinar surya masih saja terik ketika aku meninggalkan halaman depan Benteng Kuto Besak. Jarum jam merapat ke angka tiga, pertanda bahwa sebentar lagi surya akan tenggelam. Tapi aku masih enggan merapat ke penginapan walaupun sebenarnya waktu check-in sudah lewat. Masih memanggul backpack berukuran besar, aku yang sedari beberapa waktu sebelumnya berdiri di samping…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai mengambil foto terakhir Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dari pelatarannya, aku memutuskan pergi. Tetapi aku mengambil jalan lain untuk keluar dari area museum, hal ini dikarenakan jalur utama untuk memasuki museum sedang ditutup karena aktivitas renovasi. Dengan terpaksa aku harus melakukan perbuatan tak sopan, aku harus menginjak rumput untuk keluar dari sisi…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai satu jam menikmati panorama di atas Jembatan Ampera, maka aku memutuskan untuk turun. Melangkahlah kaki menuju pangkal jembatan sisi utara, aku kembali mengitari Bundaran Air Mancur Palembang. Dengan susah payah aku menyeberangi Jalan Mayjen. H. M. Ryacudu yang siang itu dialiri arus cepat kendaraan. Berhasil menyeberangi jalan lebar itu dengan pengawasan seorang…