Tag: Wisata Sumatera Utara
-
<—-Kisah Selanjutnya Duduk di ruang tunggu, tatapku terus tertuju pada jam tangan dan halaman kantor bus INTRA….Tak pernah melihat kapan dia tiba, dari ujung halaman sebelah kanan dia berteriak memanggilku. Senangnya hati, bertemu teman lama. Kebaikan dan kesederhanaannya masih sama seperti Bang Erwin yang kukenal di Kuala Lumpur 2013 silam. Kembali teringat ketika dia menyodorkan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku memasuki kamar Eloise untuk mengambil backpack yang kutitip sejak pagi. Aku check out di pagi hari dan berlanjut mengeksplorasi Samosir seharian bersamanya. Aku berpamitan padanya dan bersiap menuju Pematang Siantar, sedangkan dia masih semalam lagi di Samosir. Staff Bagus Bay Homestay mengarahkanku untuk menunggu ferry di pelabuhan terdekat. Berbelok ke kiri setelah…
-
<—-Kisah Sebelumnya Selepas mencicip pecel lele khas Waroenk Nenek, langit terlihat sesekali melempar kilat. Seakan mengumumkan kepada penduduk bumi bahwa sebentar lagi dia akan menjatuhkan hujan yang tak mampu ditahannya lagi. Sepertinya aku tak pernah mengindahkan pengumuman itu. Tombol hijau “Order GoRide” sudah terlanjur kusentuh dan mengundang pengendaranya hadir dihadapanku dalam 4 menit. Bermotor sepanjang…
-
<—-Kisah Sebelumnya Museum Uang Sumatera dan Rumah Tjong A Fie hanya berjarak tiga blok dan melewati satu perempatan besar yang memisahkan Jalan Pemuda dimana museum terletak dan Jalan Jend. Ahmad Yani dimana rumah itu berada. Security: “Hei, Bang. Foto-foto apa, Kau?”, tangan kiri parkir di pinggang, tangan kanan mengepal tongkat-T. Aku: “Oh, itu pak….Gedungnya bagus,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Masjid hijau dominan putih itu terlihat jelas dari gerbang istana. Itu adalah masjid berumur 111 tahun yang menjadi kenangan kebesaran Kesultanan Deli. Menurut cerita, Sang Sultan berkehendak membangun masjid lebih elok daripada istana yang beliau tinggali sebagai bakti buat agama. Jadi istana dan masjid adalah satu paket arsitektur karya Sultan Deli yang harus…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sebut namanya Yunus, pemuda tanggung berwajah Melayu dengan PeDe nya menepuk pundakku dari belakang. Fokusku menjepret gambar istana dari posisi terbaik pudar. Yunus: “Bang bisa fotoin saya?” Aku: “Oh Sinih. Jangan disitu….ke tengah aja!”, aku mengarahkan posisinya bak photographer professional. Dia baru datang dari Pangkalan Brandan untuk mengadu nasib di kota Medan selepas…
-
<—-Kisah Sebelumnya Bahkan seminggu sebelum terbang, pilihan telah kutetapkan. Bukan “Si cepat dari Woojin”, apalagi “si burung biru”yang biasa berlalu lalang di Kualanamu. Pilihanku tetap pada transportasi ala rakyat yang bersahabat dengan kantong. Tak lain lagi, itu DAMRI. Terduduk kantuk di ruang tunggu stasiun kereta bandara lalu mengamati para eksekutif menggeret kopernya, berkejaran dengan waktu…
-
Adalah SJ 010, penerbangan pagi Sriwijaya Air menggunakan BOEING 737-900ER yang mengantarkanku ke Kota Melayu Deli. Perjalanan menakjubkan yang sebetulnya tak terencana. Berbeda dengan kebiasaanku ketika menjelajah ke luar negeri dengan perencanaan matang hingga setahun sebelum perjalanan tersebut dieksekusi. Berawal dari ledekan setiap pagi di kantor tercinta yang selalu saja aku menjadi korbannya. “Ah lo…