Tag: wisata korea
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir tengah hari ketika aku perlahan menuruni gang demi gang Bukchon Hanok Village. Melangkah di sela-sela bangunan tradisional asli Korea seolah melemparku ke masa lalu, masa dimana Dinasti Joseon sedang menikmati era keemasannya. Beberapa saat kemudian, langkahku sudah menyejajari ruas Bukchon-ro Avenue. Aku melangkah santai menikmati sejuknya udara tengah hari Seoul sembari sesekali…
-
<—-Kisah Sebelumnya “Kamsahanida……”, ujarku keras terlontar teruntuk petugas kasir perempuan CU Minimarket di pojok sana. Aku telah rampung menyantap nasi putih kemasan dan cup noodle yang membuat bibirku terasa membara saking pedasnya. “Cheonmanneyo….”, kasir cantik putih itu melempar senyum sembari melambai tangan ketika aku sudah berada di depan pintu kaca hendak menjangkau handlenya. Keluar dari…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pukul setengah sembilan pagi, aku sudah merapat di Stasiun Hongik University, menyusuri koridor panjang stasiun dan menaiki escalator panjang an tinggi menuju permukaan tanah. Tata arsitektur stasiun menyambutku dengan taman berhiaskan bunga-bunga indah dipadu dengan bebrapa sculpture ikonik. Aku mulai menelusuri gang utama menuju Sinchon-ro Avenue di utara stasiun. Yang kutahu, guesthouse yang…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku berusaha menyejajari Mr. Park yang tampak gesit untuk kecepatan langkah seusianya. Menunggui Seoul Metro di satu sisi platform, kami bercakap ringan saja. Aku bercerita tentang perjalananku menyusuri Asia Timur kepadanya. Kuselipkan beberapa kisah petualangan di Tokyo, Osaka dan Busan beberapa hari lalu. Mr. Park tampak cukup terkesima mendengarkan alur kisah yang kusampaikan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Gosok Gigi…. Itulah problema utama pagi itu. Tak ada tempat layak untuk menunaikannya. Berbeda dengan bandara yang umumnya memiliki toilet kelas hotel berbintang. Ini terminal bus, man! Tak sempat berfikir untuk sarapan, aku segera bangkit, memanggul kembali backpack biruku, melanjutkan identitas sebagai seorang backpacker. Kini aku akan menuju ke tengah kota. Berada di…
-
<—-Kisah Sebelumnya Temperatur anjlok….Sudah dibawah titik beku. Jam dinding bulat putih di arrival hall memamerkan jarumnya yang mulai merapat ke angka pertama dalam putarannya. Kembali ke sepuluh menit sebelumnya, ketika aku bergegas melipat jemuran t-shirt dan kaos kaki dari jok ketika bus putih berkelir merah itu merapat di Seoul Express Bus Terminal. Selamat Datang Seoul….Engkau…
-
<—-Kisah Sebelumnya Tatapanku hanya melakukan repetisi sedari tadi. Jam tangan-route board-jam tangan….begitu seterusnya. Kecemasan menghukumku dengan tak mampunya diri menikmati gerbong nyaman Humetro. Aku masih tak memilih duduk, kakiku tegak menopang badan di tiang gerbong dekat pintu keluar. Aku bersiap untuk turun di Stasiun Seomyeon untuk mengakhiri perjalanan di Humetro Line 2 (Green Line) demi…
-
<—-Kisah Sebelumnya Belum genap langkahku mencapai Stasiun Toseong, nada perut mengirim pertanda. “Oh iya, aku belum makan siang”, respon cepat dalam fikirku. Terakhir aku menyantap snack jalanan Bungeoppang dua jam lalu di jalan yang sama dengan tempat berdiriku sekarang, Kkachigogae-ro Avenue. Menuju Haedong Yonggungsa Temple perlu waktu yang tak sebentar. Aku berhenti sejenak di satu…
-
<—-Kisah sebelumnya. Pukul sebelas siang, daerah Nopo-dong, Distrik Geumjeong…. Akhirnya aku mendapatkan tiket bus menuju Seoul. Karena bus baru berangkat malam nanti, aku memutuskan untuk melanjutkan eksplorasi di Busan hingga sore nanti. Kini aku mulai meninggalkan Busan Central Bus Terminal, menyusuri koridor integrasi menuju Stasiun Nopo. Setiba di stasiun, tak lama menunggu, Humetro Line 1…
-
<—-Kisah Sebelumnya Drama kamar mandi memang sering mewarnai cerita perjalanan, mengingat aku sering memilih dormitory sebagai tempat singgah selama berpetualang. Malam pertama di Busan. Aku sedang sebal sekali, kloset duduk yang tertutup itu baru saja ku-flush, maksud hati yang tak ingin melihat “zonk” saat membukanya…..Eh, malah air itu tumpah mbeleber kemana-mana bersama muatannya. Brengsek….Ini pasti …