Tag: Palm Jumeirah
-
<—-Kisah Sebelumnya Tepat tengah hari aku terduduk di pelataran utara Al Fahidi Fort. Aku duduk tepat di depan Dhow Boat –perahu tradisional khas Timur Tengah– yang menjadi property milik Dubai Museum. Sementara sang surya menyelinap malu di balik gumpalan awan yang melindungi kota dari sinar teriknya. Para pengunjung masih berlalu lalang di hadapan demi menikmati…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sangkala menuju setengah enam sore…. Aku telah memutuskan untuk menghentikan eksplorasi karena sebentar lagi hari akan berganti gelap. Kembali menuju pintu belakang Nakheel Mall yang menjadi akses terakhir yang kugunakan demi menuju area residensial Palm Jumeirah, akhirnya aku berhasil menggapai bagian dalam mall tesebut. Usai menunaikan shalat jamak takhir di salah satu mushola…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir setengah lima sore ketika aku berhasil keluar dari Nakheel Mall melalui pintu bagian belakang. Jika pengunjung mall paham, pintu itu bisa mengoneksikan pengunjung dengan jalanan menuju ke area residensial di Palm Jumeirah. Menuruni tangga, aku berhasil menginjakkan kaki di jalan utama sisi utara Nakheel Mall. Aku hanya perlu menyeberangi jalan utama itu…
-
<—-Kisah Sebelumnya Genap satu jam sudah aku menikmati rindangnya Al Ittihad Park, sebidang Ruang Terbuka Hijau di pulau reklamasi terkenal di seantero jagad, Palm Jumeirah. Langkah khatam di ujung barat taman mengantarkanku memasuki area baru yaitu kawasan komersial yang dibangun tepat di tengah-tengah Palm Jumeirah. Adalah Nakheel Mall yang menjadi salah satu mall terbaik di…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku tiba di Al Ittihad Park Station tepat pukul setengah empat sore. Udara masih panas tetapi surya sudah tak seterik beberapa jam sebelumnya. Menuruni gerbong monorail di Lantai 2, aku kemudian turun ke Lantai 1 untuk keluar dari barisan ticket collection gate dan kemudian turun lagi menuju Ground Floor untuk tiba di Al…
-
<—-Kisah Sebelumnya Saking lelahnya, aku pun tertidur di depan layar LCD TV di depan bangku bernomor 56G yang kududuki. Itulah penggalan cerita ketika aku terbang bersama SriLankan Airline bernomor terbang UL 225. Aku begitu menikmati penerbangan selama hampir lima jam dengan jarak lebih dari 3.000 km. Aku bersiap memasuki Dubai dengan kepuasan tersendiri ketika mendarat.…