The Pearl Monument Sebelum Emas Hitam

Pedestrial tunnel itu dimulai dari sebuah lift dalam ruangan berkaca di utara Souq Waqif, tepat di depan Al Jomrok Boutique Hotel yang memiliki logo jangkar hitam, maklum kini aku berada di pesisir timur Qatar. Meluncur ke bawah tanah dalam satu sentuhan tombol, aku melangkah di bawah permukaan dua jalan utama yaitu Abdullah Bin Jassim Street dan Al Corniche Street. Kunikmati langkah demi langkah di terowongan bawah tanah dalam siraman pendingin ruangan yang menyejukkan badan.

Lorong itu bak koridor mall, berhiaskan dekorasi lampu-lampu artistik, berdindingkan Digital LED Wall dan berlantaikan marmer mewah dominan cokelat. Yang kuingat, aku melewati sebuah stand minimalis dengan logo huruf Q milik Qatar Charity, badan amal non-pemerintah terkemuka di negara teluk.

Aku berlanjut ke sebuah ruangan berbeda, berpemandangan pilar-pilar besar diantara slot-slot parkir kendaraan roda empat. Inilah area parkir bertingkat bawah tanah dengan kapasitas 2.000 kendaraan. Maklum lagi, kini aku sedang berada di pusat ekonomi Qatar.

Lurus terus menuju Doha Corniche.
Seumur hidup baru kali ini, melihat underground crossing memiliki parkiran bertingkat….Hmmh.

Di ujung tunnel, aku mulai menanjak landai, berputar-putar searah jarum jam. Kini aku menapaki area baru. Pedestrian panjang di tepi pantai, beralaskan paving block, berpagar beton di sisi pantai dan bertaman hidroponik berpadu dengan pepohonan palem rendah di sisi jalan raya. Inilah Corniche Promenade yang terkenal di Doha.

Tunggu, kawan….

Aku tak akan membahas Doha Corniche dahulu pada kalian….

Aku akan menuju sebuah monumen berbentuk kerang mutiara raksasa berjuluk ”The Pearl Monument”. Aku berkewajiban mengunjungi landmark ini.

Kurasa tak hanya traveler, bahkan seluruh warga negara Qatar hendaknya wajib mengunjungi The Pearl Monument. Melalui monumen ini, semua khalayak harus tahu bahwa sebelum tahun 1939 yaitu era sebelum ditemukannya “emas hitam”di perut bumi mereka, Qatar adalah negara miskin yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkap kerang mutiara di Teluk Persia.

Kurasa Qatar cukup tahu diri karena tak melupakan akar perekonomian mereka di laut. Sebuah pertaruhan jiwa rakyatnya yang harus menemukan sebuah kerang bermutiara dari sepuluh ribu diantaranya. Bagaimana tidak, metode toll diving adalah metode penyelaman sederhana yang tak aman dari serangan hiu, barakuda dan ular laut. Itu juga hanyalah pencaharian musiman antara Juni hingga September dengan pelayaran lebih dari dua bulan di tengah Teluk Persia.

Ahaiiiiii…….Thanks to “RICH”

Monumen ini terletak tepat di situs penyelaman mutiara, di Jalan Corniche sebelum memasuki Dhow Harbour. Inilah bentuk penghormatan sang Emir terhadap sejarah mutiara Qatar. Sebuah monumen yang dibangun dengan latar belakang area West Bay yang dihiasi sekumpulan gedung pencakar langit ikonik di negeri itu.

Demikianlah sedikit kisah tentang kunjunganku di monumen cantik itu. Mari kutunjukkan bagaimana indahnya Doha Corniche….

5 thoughts on “The Pearl Monument Sebelum Emas Hitam

  • Don,

    Yawla, ditinggal bentar post blog kamu dah banyak banget.
    Wakakaka.

    Aku baca dulu satu-satu.
    Btw, gimana masa pandemi gini bikin keki ngga bisa kemana-mana?

    • Hellooo Wulan,
      Hahaha….iyeee, gw lagi rajin nulis emang……Seperti saran dalam salah satu tulisanmu….”takut keburu lupa” or “mengko ndak lali”….Hahaha.

      Pandemi ini memberi pelajaran, bahwa keinginan itu kadang ga selalu tercapai, ya.
      Gile, gw sakau berat pengin mlaku mlaku lagi, Wulan….Hahaha.

      • Wakakaka.. wes kebayang mesti mung koyo cacing kepanasan kae.

        Pikiran tidak tenang, glundang-glundung ngeliatin video Youtube traveling dan.. menulis blog untuk mengobati rindu.
        Jiah!

        Sabar nggih, Mas Donny.

  • Itu terowongan mewah berapa panjangnya, Oom? Cakep benar ya

    Iya, pernah baca di satu artikel, black pearl ini mengubah wajah Qatar benar-benar ya… Negara hebat

    • Panjang iku mas…200an kayake….buset emang bikin parkiran dibawah jalan raya. Bertingkat tingkat pulak….
      Qatar dulu rajanya mutiara mas sebelum Jepang bikin peternakan mutiara…..

Leave a Reply