Tag: Wisata Timur Tengah
-
<—-Kisah Sebelumnya Melewari gate bernomor empat, aku kembali keluar di jalanan pasca menjelajah dalaman City Souq. Kantor dua lantai milik badan independen Qatar menjadi bangunan pertama yang kulewati. Tampak lima bendera Qatar berukuran besar mempergagah markas Central Municipal Council. Aku menikung ke kiri begitu berpapasan dengan Abdullah Bin Jassim Street. Dua ratus meter kemudian, aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Kumandang suara adzan sayup memanggilku ketika sedang berkeliling Souq Faleh. Itulah saat yang kutunggu. Imajinasiku shalat berjama’ah dengan Qataris untuk pertama kali akan segera terwujud. Karena alasan itulah, aku bergegas menuruni tangga menuju lantai satu dan segera meninggalkan pusat perbelanjaan sederhana itu. Selamat tinggal Souq Faleh ! Terletak 200 meter di tenggara, tak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Matahari sedang giat menanjaki puncaknya, udara mulai menghangat, mengikis rasa dingin pelan-pelan dari telapak tangan dan guratan muka. Aku meninggalkan Al Ghanim Bus Station….. “Hello, Filippino”, tiga Qataris petugas Mowasalat menyapaku di gerbang luar terminal. “Hi, Sir”, jawabku singkat sambil membatin “Alhamdulillah aku dikaruniai muka ajaib yang cocok dengan muka berbagai bangsa Asia”.…
-
<—-Kisah Sebelumnya Seperti yang kukisahkan di awal, jika kamu membedah seisi Qatar menggunakan Karwa Bus maka secara otomatis kamu akan berhilir mudik di sebuah terminal sentral di kota Doha yaitu Al Ghanim Bus Station. Aku sendiri yang adalah backpacker penggila bus kota dan selama di Qatar tercatat selama tujuh kali dalam lima hari, aku menyambangi…
-
<—-Kisah Sebelumnya Semakin ke barat, nyatanya biaya backpackeran semakin tinggi. Harga hotel dan tiket pesawat tak bisa tertolak kemahalannya. Perlu kejelian dalam berburu tiket dan hotel murah. Hal inilah yang kemudian membuatku mengalah untuk tinggal di penginapan yang jauh dari pusat kota, demi mendapatkan harga yang sesuai dengan budget. Tentu walaupun tinggal di penginapan pinggiran,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pagi itu hasratku menuju pusat kota begitu terburu. Aku sudah tak sabar untuk melihat Doha lebih dekat. Tetapi keterburuanku tertahan sejenak, aku terus menghitung dengan detail budget transportasi yang kubutuhkan selama lima hari di Qatar. Supaya aku tak begitu banyak meninggalkan sisa saldo sia-sia di Karwa Smartcard nanti. Perhitunganku memutuskan untuk menyuntikkan dana…
-
<—-Kisah Sebelumnya Tepat jam lima pagi aku mulai mengguyur badan di kamar mandi Bahrain Plaza Hotel. Hari itu juga, aku akan meninggalkan Bahrain dan menuju ke Kuwait. Setelah memastikan segenap perlengkapan tak tertinggal, aku turun ke lantai satu untuk menyerahkan kunci dan menuju ke shelter bus terdekat. Tak jauh, cuma tiga ratus meter di selatan…