Category: Asia Australia Oceania
-
<—-Kisah Sebelumnya Usai menikmati santap malam di sebuah kedai makan kecil yang menjual makanan khas India, alih-alih pulang ke penginapan, aku justru melangkahkan kaki untuk mengeksplorasi area di sekitar Distrik Qudaibiya. Dalam gelap aku melangkah ke selatan, blok demi blok aku lewati dengan sedikit perasaan was-was, mengingat suasana di jalanan tampak sepi. Kecepatan langkah membuatku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Seturun dari bus bandara bernomor A1, maka aku meninggalkan Halte Ministry of Education. Aku berbelok di sebuah pertigaan yang terbentuk karena persilangan Shaikh Isa Avenue dan Qudaibiya Avenue. Langkahku bersambung dengan menyusuri Qudaibiya Avenue. Pada saat itulah pandanganku mencari keberadaan minimarket. Kehausan yang kutahan semenjak berada di Sharjah-Uni Emirates Arab membuatku begitu berhasrat…
-
<—-Kisah Sebelumnya Setelah membeli beberapa kebutuhan penting seperti SIM card, mata uang lokal Dinar dan kartu transportasi umum GO card, maka aku pun menyempatkan diri sejenak untuk menuju halaman parkir bandara demi melihat bentuk utuh bandara kebanggaan Bahrain tersebut dari pelataran depannya. Ketika tiba di pertengahan lahan parkir…. Aku berdiri di sisi selatan bangunan bandara,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir pukul lima sore ketika Air Arabia G9 105 telah berhenti sempurna di salah satu sisi apron Bahrain International Airport. Sudah menjadi tabiat diri, aku selalu menjadi pribadi yang tak sabaran ketika telah tiba di tempat baru. Mungkin aku menjadi penumpang yang pertama kali bersiap untuk turun karena begitu pesawat berhenti, aku bergegas…
-
<—-Kisah Sebelumnya Demi melawan rasa haus yang tak tertahankan, aku memejamkan mata pada bangku tengah di waiting room Gate 20. Dan tanpa kuduga aku bisa terlelap selama hampir dua jam dalam posisi terduduk sambil memeluk backpack. Aku terbangun dengan sendirinya di saat waiting room benar-benar penuh oleh penumpang. Mataku perlahan terbuka dan bibirku benar-benar kering…
-
<—-Kisah Sebelumnya Posisi duduk yang berada di bangku tengah, membuatku hanya mampu sesekali mengintip kondisi di luar pesawat melalui jendelanya dari kejauhan. Begitu juga ketika Air Arabia G9 115 perlahan merendah dan bersiap mendarat di Sharjah International Airport. Panorama daratan dengan warna dominan coklat khas padang pasir menjadi latar yang bisa kunikmati ketika pesawat hampir…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku terduduk di salah satu bangku berwarna hijau di waiting room Gate C3 Muscat International Airport. Aku menunggu kedatangan Air Arabia G9 115 yang rencananya akan mengantarkanku untuk transit di Sharjah sebelum sampai di tujuan akhir Manama, Bahrain. Aku cukup sabar dan tenang ketika menunggu kedatangan pesawat tersebut. Aku menjadi penumpang pertama yang…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pukul setengah lima pagi aku terbangun dari sebuah bangku panjang di salah satu sudut food court Muscat International Airport Lantai 2. Aku bergegas menuju Musholla di lantai yang sama untuk menjalankan shalat dan setelahnya aku kembali ke bangku yang sama untuk menyantap cheese cake dan strawberry yogurt yang kubeli di Lulu Hypermarket pada…
-
<—-Kisah Sebelumnya Ruwi-Mwasalat Bus Station mulai diselimuti gelap, hanya sisa semburat senja saja yang memiliki dominasi akhir di atas atap alam terminal bus terbesar di kawasan Ruwi tersebut. Degup jantungku perlahan melambat usai mendudukkan diri di sebuah bangku terminal, beberapa waktu sebelumnya aku berjibaku di sepanjang Al Fursan Street dengan langkah super cepat demi mendahului…