Category: Asia Australia Oceania

  • <—-Kisah Sebelumnya Lantas aku meninggalkan Beit Al Qur’an dari sisi timurnya. Beruntung sekali aku menemukan jalan kecil yang menikung keluar dari ruas utama Shaikh Hamad Causeway. Jalan tembus itu terasa hidup dengan keberadaan Sail Monument yang berdiri gagah tepat di sebuah t-junction. Maka tikungan itu mengantarkanku untuk melangkah di ruas baru, Al Fatih Highway nama…

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat jam dua siang…. Aku sedikit menyeret kaki ke arah selatan, tentu karena rasa capek yang mulai menggelayut. Tak terasa aku sudah mengitari kota setengah dengan arah putaran berlawanan arah jarum jam, berhasil menyisir sisi barat hingga utara. “Saatnya bergerak ke sisi timur”, aku berujar dalam hati dengan sedikit rasa was-was jikalau matahari…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai sudah menikmati pesona Teluk Bahrain, aku pun meninggalkan The Avenues Park. Untuk kemudian tatapan mata kulemparkan ke arah timur, ke sebuah bangunan melengkung memanjang persis di tepian Teluk Bahrain. Aku menyusuri jalur utama The Avenues Park yang terkoneksi menuju bangunan modern itu. Jarak bangunan itu dari pusat taman berkisar setengah kilometer, cukup…

  • <—-Kisah Sebelumnya Terlalu lama aku terbengong, antusias menikmati desain unik Bahrain World Trade Center. Tingginya yang menjulang hampir 250 meter dengan 50 lantai tersusun di dalamnya. Bangunan berusia 14 tahun yang mengandalkan perpaduan arsitektur ala British dan Denmark itu berdiri gagah bak idola di Manama Center District, area bisnis di ibukota Bahrain. Pantas keanggunannya membuatku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hujan usai, gerimis pun tak bersisa. Jalanan masih basah, tapi di beberapa ruas sudah tampak mengering karena dilewati lalu lalang kendaraan. Aku menengok ke sekitar usai berpaling dari kokohnya Bab Al Bahrain, sebuah pintu gerbang kerajaan di masa lalu. Ternyata sisi timur lebih menarik minat hati. Aku menatap lekat-lekat arah itu. Tinggi rendah…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku menuruni Lantai 2 Souq Bab Al Bahrain: The Mall melalui escalator sisi selatan, untuk kemudian keluar melalui sisi timur Naseef Restaurant, kontan bau harum dari beragam menu yang dihidangkan di meja-meja makannya  menusuk hidungku dan bahkan mencemari seluruh isi ruangan Lantai 1, membuat ruangan Lantai 1 mengharum, lalu secara otomatis membangkitkan rasa…

  • <—-Kisah Sebelumnya Butir-butir gerimis masih sesekali jatuh dari langit. Aku membiarkan rambut yang semakin membasah ketika kebanyakan warga lokal menutup kepalanya dengan apa saja atau bahkan beberapa diantaranya membentangkan payung di gang-gang sempit di wilayah Al Hadrami. Menyusuri beberapa blok melalui jalan yang basah maka dengan sendirinya aku tiba di sebuah pasar tua, mungkin salah…

  • <—-Kisah Sebelumya Melenggang dan melintas di depan Masjid Al Khawaja, aku mempercepat langkah karena gerimis mulai jatuh dengan intens, rintikannya menyertai setiap langkah kaki yang kuayunkan di sepanjang Bab Al Bahrain Avenue. Aku terus melirik ke setiap sudut, mensimulasi jika hujan benar-benar tumpah. Mataku awas menatap setiap emperan pertokoan yang memungkinkan bagiku untuk berteduh ketika…

  • <—-Kisah Sebelumnya Keluar dari Bahrain Gold Souq aku kembali turun di jalanan Manama. Aku kembali berada di salah satu ruas Shaikh Abdulla Avenue. Tetiba langkahku terhenti, tatapanku terkesiap pada sebuah signboard yang membangkitkan rasa ingin tahu dalam diri. Signboard itu menunjuk pada sebuah venue sejarah yang bisa menghantarkan pelancong menuju kenangan Manama masa lampau. “Memory…

  • <—-Kisah Sebelumnya Menjelang pukul sembilan malam, aku memutuskan pulang ke penginapan setelah puas mengeksplorasi Andalus Garden. Kunjungan di taman kota itu menjadi pengalaman eksplorasi perdanaku di Bahrain. Sesuatu yang mengesankan karena aku baru tiba pada sore hari, tepatnya dua jam sebelum mengunjungi taman kota tersebut. Melangkahkan kaki di sepanjang Shaikh Isa Avenue menuju utara, dalam…