Category: Asia
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku meninggalkan Doha Sports City menjelang maghrib. Keluar dari Villaggio Mall, menuju Stasiun Al Aziziyah yang hanya berjarak 100 meter dari pintu nomor empat shopping mall kenamaan itu. Di pintu masuk stasiun…..terjadilah insiden tipis antar pengelana…. “Hello, do you want go with metro?”, ucap pemuda ikal, berkulit putih dan berwajah khas Arab tetapi…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sudah pukul 14:00, masih ada sedikit waktu sebelum angin sore pembawa hawa dingin hadir. Aku sengaja menaruh destinasi ini sebagai penutup wisata hari ketiga di Qatar. Tampak luar, tak ada yang mencolok, tak ada yang istimewa, itu hanya bangunan biasa yang dibuka untuk umum sejak 2006 silam. Hanya saja, nameboard besar bertajuk Gondolania…
-
<—-Kisah Sebelumnya Meninggalkan Aspire Park di sebelah utara, aku bersiap memasuki sports complex yang membentang di bagian utara hingga ke barat dari Aspire Zone. Cukup luas, sports complex ini didominasi oleh lapangan bola, baik lapangan untuk latihan ataupun lapangan laga resmi. “Private Field No Access”, papan berwarna merah jambu diletakkan di sisi lapangan dan tampak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Indomie seharga Rp. 6.000 yang kubeli di Abdulla Ali Bumatar minimarket semalam, akhirnya menemani santap pagiku di pantry Casper Hotel. Aku masih enggan keluar hotel, walau jarum jam telah jatuh di angka delapan, tak lain karena udara dingin yang berhasil mematahkan semangatku. Tepat pukul sepuluh pagi, aku mulai memaksakan langkah dan kemudian menunggu…
-
<—-Kisah Sebelumnya Selain mengunjungi tempat-tempat wisata gratisan, memasak adalah hal lazim yang dilakukan para backpacker untuk mengerem pengeluaran di hari-hari perjalanannya. Karena mereka juga harus pandai menciptakan dana cadangan untuk mengantisipasi jika terjadi biaya tak terduga. Begitu pula dengan hari-hariku di Qatar, memasak sudah menjadi rutinitas setiap pagi dan malam mengingat biaya hidup di Qatar…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sekitar jam 14:00, di teriknya cuaca Qatar aku mulai melangkah keluar dari Stasiun Katara. Sepertinya ini akan menjadi penghujung destinasi di hari keduaku di negeri yang pernah berjuluk “Catara” sebelum Abad XVIII. Ini akan menjadi eksplorasi panjang karena aku akan mengelilingi area pusat budaya di Doha yang memiliki luas tak kurang dari 35…
-
<—-Kisah Sebelumnya Menjajal Mass Rapid Transport (MRT) di negara yang memilikinya telah menjadi tradisi dalam setiap perjalananku, walaupun transportasi pilihan pertamaku adalah bus kota. Sebelum mencoba Doha Metro, aku sendiri sudah pernah mencicipi MRT di Singapura, Thailand, Malaysia, Philippines, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Uni Emirates Arab dan tentu MRT Jakarta sebagai moda…
-
<—-Kisah Sebelumnya Petualanganku di area West Bay sudah di injury time. Tapi tak mematahkan semangatku untuk terus menelusuri destinasi baru di sekitarnya. Aku tak tergesa meninggalkan West Bay, walau langkahku sudah sampai di Doha Exhibition & Convention Center (DECC) dan gerbang stasiun MRT DECC sudah menggoda di depan mata. Di teriknya tengah hari, aku mengayunkan…