Category: Middle East

  • <—-Kisah Sebelumnya Pukul setengah tujuh pagi aku sudah menginjakkan kaki di daerah Ruwi setelah dihantarkan oleh Mwasalat Bus bernomor 1B dari Muscat International Airport. Menuruni bus, aku tetiba terperangah…. Bagaimana tidak, terminal bus berukuran kecil itu tampak indah karena dikelilingi oleh bukit berbatu yang membentang dengan warna coklat kemerahan di segenap pandangan. “Ini sungguh pesona…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku yang tertidur ayam tetiba terperanjat bangun ketika suara berisik alat pel lantai yang digunakan oleh seorang cleaning service terdengar jelas dari bawah bangku tempatku tertidur. Aku membuka mata dan langsung melihat penunjuk waktu digital di sebuah layar FIDS yang terpampang di pojok ruangan. Masih saja pukul empat pagi ketika aku melihatnya. “Sorry…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku melangkah keluar dari kabin Swiss Air LX 242, menapak kembali di aerobridge dan berhenti sejenak di pertengahannya. Aku tertegun sejenak memperhatikan aktivitas tersisa di apron Muscat International Airport.  Tengah malam itu aku hanya melihat sebuah pesawat milik Salam Air yang berwarna dominan putih dengan kelir hijau sedang berhenti terparkir di salah satu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku tak sabar menunggu kedatangan kereta. Beruntung kereta datang dengan cepat. Menaiki salah satu gerbongnya, meluncurlah aku di jalur panjang kereta dan tiba dalam beberapa menit di bangunan lain milik Dubai International Airport….Yupz, Concourse D. Concourse D sendiri adalah bangunan di tengah-tengah area bandara yang difungsikan sebagai gerbang pelepasan. Bangunan itu dikoneksikan dengan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Beruntung check-in desk yang kucari sejak beberapa waktu sebelumnya belum dibuka ketika aku tiba di depannya. Sehingga waktu yang terbuang sia-sia di antian yang salah tak mempengaruhi waktuku dalam mengurusi boarding pass. Usai menunggu beberapa saat, check-in desk yang akan melayani proses administrasi penerbangan Swiss Air LX 242 akhirnya dibuka. Sontak aku mengambil…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tentu aku tak gentar untuk melewati terowongan yang menembus bagian bawah jalan reguler yang mengalirkan kendaraan keluar-masuk Terminal 1 Dubai International Airport. Langkah cepat akhirnya mengantarkanku ke sebuah area parkir yang merupakan fasilitas bagi para pengunjung bandara. Sayangnya area parkir tersebut terhadang oleh keberadaan Airport Road yang membelah area Terminal 1 menjadi dua…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku akhirnya berhasil mencapai Zain East Hotel sepuluh menit sebelum pukul enam sore. Aku terengah-engah di lobby penginapan untuk selanjutnya mengucapkan selamat tinggal kepada sang resepsionis dan seorang room boy yang kukenal dari sehari sebelumnya. Aku pun melangkah kembali menuju Baniyas Square dengan melintasi jalanan semula yang sebelumnya kutapaki ketika menuju penginapan dari…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku tak berpikir panjang lagi, waktuku sangatlah pendek kali ini. Sore semakin tergelincir menuju jam setengah enam di Baniyas Square Station. Sementara aku masih harus berjalan lagi sejauh satu kilometer menuju Zain East Hotel untuk mengambil backpack. Setelah itu, aku akan kembali lagi menuju Baniyas Square dimana aku berdiri saat itu. Itu karena…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setidaknya aku bisa menepati waktu kepada diriku sendiri. Tepat dua jam lamanya aku menikmati area Umm Suqeim dengan pemandangan taman dan pantai terbaik. Tepat pukul empat sore aku sudah mengemasi kamera mirrorlessku ke dalam folding bag. Aku melangkah pergi meninggalkan Umm Suqeim Beach. Aku melangkah cepat menyusuri jalanan di sisi barat Umm Suqeim…

  • <—-Kisah Sebelumnya Waktu terus bergulir, kali ini sudah pukul tiga sore. Aku pun bergegas meninggalkan Umm Suqeim Park untuk memulai eksplorasi di kawasan pantainya, Umm Suqeim Beach tentunya. Melalui gerbang sisi utara, akhirnya aku berhasil keluar dari taman. Aku berdiri sejenak mengawasi pemandangan di depanku. Pemandangan pertama adalah keramaian pengunjung dalam berburu makanan di Wide…