Author: travelingpersecond
-
<—-Previous Story After paying an entrance ticket of IDR 19,000 and a car park fee of IDR. 10,000, I started heading upstream of Citumang River without hiring the services of personal life guard. I would independently go down the river. Of course, it would feel more comfortable and relaxed. Renting a life jacket was certainly…
-
<—-Kisah Sebelumnya “Kamsahanida……”, ujarku keras terlontar teruntuk petugas kasir perempuan CU Minimarket di pojok sana. Aku telah rampung menyantap nasi putih kemasan dan cup noodle yang membuat bibirku terasa membara saking pedasnya. “Cheonmanneyo….”, kasir cantik putih itu melempar senyum sembari melambai tangan ketika aku sudah berada di depan pintu kaca hendak menjangkau handlenya. Keluar dari…
-
<—-Previous Story Horn sound made me see to left when I just walked out of a noodle food stall in Tashiling. Yes, that shrill sound came from Mr. Tirtha’s taxi which I never knew since when it had been parked under a tree right out of Tashiling area. “I think we don’t need to go…
-
Bagi saya, traveler dan marketer adalah dua hal berbeda yang saling melengkapi. Traveling telah menjadi passion saya dalam sepuluh tahun terakhir. Sedangkan marketing adalah bidang pekerjaan yang menjadi pilihan saya untuk mengaktualisasi diri secara sosial. Secara fungsi, dua hal ini juga saling melengkapi, Pekerjaan marketing adalah jaminan utama bagi saya untuk bisa menjalani passion sebagai…
-
<—-Previous Story With the e- “Nyiur Resort Hotel” Reservation at my hand, I felt relieved and even more enthusiastic about enjoying a sunrise which would be coming in an hour. I decided to close my eyes for a moment after eight hours earlier struggled to drive “The Silver” from the Capital City. I purposely set…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pukul setengah sembilan pagi, aku sudah merapat di Stasiun Hongik University, menyusuri koridor panjang stasiun dan menaiki escalator panjang an tinggi menuju permukaan tanah. Tata arsitektur stasiun menyambutku dengan taman berhiaskan bunga-bunga indah dipadu dengan bebrapa sculpture ikonik. Aku mulai menelusuri gang utama menuju Sinchon-ro Avenue di utara stasiun. Yang kutahu, guesthouse yang…
-
Pengemudi: “Don, turun di sini saja ya. Mobil mau ambil arah kanan, nanti tambah jauh”. Aku: “Oh Okay, Uda. Sini aja gapapa”. Diturunkan Annanta Travel di Jalan Veteran, aku sejenak duduk meregangkan kekakuan otot setelah duduk di jok belakang selama 8 jam. Patung putih Tuanku Imam Bonjol diatas kudanya menjadi pemandangan pertama yang menjamu kedatanganku…
-
<—-Previous Story I already understood before Mr. Tirtha told me that my next destination was Tashiling, A Tibetan refugee settlement in Pokhara. Nepal itself provided access to this migration because since ancient times, Tibet and Nepal have had close close relations in economy, diplomacy and culture. They have repeatedly signed various cooperation agreements in their…