Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Gagal turun di Pantai Batu Burok akibat terlalu menyerahkan perjalanan kepada pengemudi Bas KITē, aku diturunkan di destinasi incaran kedua. Adalah Masjid Tengku Tengah Zaharah, masjid terapung pertama di Negeri Jiran. Bas KITē berhenti di area parkir sisi utara yang juga terkenal sebagai area Bazar Ramadhan Masjid Terapung. Begitu turun, aku tak langsung…

  • <—-Kisah Sebelumnya Kutempelkan access card untuk membuka gerbang penginapan yang tak berpenjaga.  Suasana jalanan telah ramai dengan kendaraan, senin pagi di Kuala Terengganu telah menggeliat. Aku melangkah cepat tanpa menikmati keadaan sekitar, Ini kali keempat aku melewati jalanan yang sama selama dua hari di Kuala Terengganu. Beberapa waktu setelahnya, tanpa terasa aku sudah tenggelam di bawah…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai mencuci celana jeans, t-shirt dan kaos kaki, aku pun berbasuh. Membuat badan segar dan mengusir lusuh. “Masih terlalu dini untuk tidur, lebih baik aku nongkrong di shared-kitchen saja untuk mengisi botol-botol air minumku yang mulai surut”, ideku tetiba muncul. Mulai turunlah aku ke lantai dua dimana meja resepsionis dan shared-kitchen berada. Sesampainya…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku sudah cukup puas meresapi keelokan Pulau Warisan Kuala Terengganu walau hanya menepi di salah satu sisinya. Mengamati kesibukan para pedagang yang perlahan mulai berdatangan demi mempersiapkan sesi kuliner malam nanti, lalu lintas kapal nelayan yang hendak melaut meninggalkan muara juga mulai kentara, lalu tak henti-hentinya kapal pelancong membawa kegembiraan para turis menuju…

  • <—-Kisah Sebelumnya Free business trip kali ini kumulai dengan sangat mendadak dan berbekal ala kadarnya. Yang terpenting barang kesayangan tak tertinggal….Tak lain adalah Canon EOS M10 warna hitam. Selain perbekalan, itinerary juga tak pernah tersusun sebelum berangkat. Empat hari ke depan aku akan menjadi “Si Bolang” yang bermain sesuka hati. Ketika Citilink mulai take-off meninggalkan…

  • <––Kisah Sebelumnya Mundur ke belakang sekejap dari Lorong Kenangan Payang, aku menelusur Jalan Pasar Besar Payang menuju muara Sungai Terengganu. Mengingat area jelajah adalah kawasan pesisir, maka kakiku tak akan jauh-jauh dari perairan. Aku kan menghentikan langkah dua ratus meter di utara, tepat di tepian Sungai Terengganu. Sementara matahari masih saja membulat sempurna di barat,…

  • <—-Previous Story It was King Prithvi Narayan Shah who first in using the two-triangular flag when he succeeded in unifying all kingdoms in Nepal on 1768. Yes, two triangles on the Nepalese national flag represent two great dynasties which once existed in the Land of a Thousand Gods, namely the Shah Dynasty and the Rana…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menikmati keanggunan Terengganu Drawbridge, aku terduduk di sebuah Perhentian Bas Kite. Keberadaan halte bus kota di Dataran Shahbandar menunjukkan bahwa hamparan Pesisir Payang ini adalah nadi ekonomi serta tujuan pariwisata Terengganu. Genap enam jam sudah, aku telah mengeksplorasi tempat-tempat yang tepat untuk dikenal oleh para pendatang. Berkali-kali aku meneguk air mineral kemasan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir Isya’….. Aku memasuki gerbang The Azana Hotel Airport yang berlokasi di tepian Jalan Jenderal Sudirman tepat di bawah jembatan layang Kalibanteng. Hotel yang tiga hari sebelumnya dianggarkan oleh kantor tempatku bekerja seharga Rp. 445.000/malam. Yang kutahu, rekan kerjaku, Pak Muchlis yang berasal dari Gresik sudah membuka kamar itu sejak siang. Dia memang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Perdebatan pilihan itu selesai dengan cepat oleh otoritasku sendiri. “Tak usah taat dalam seni backpacker, Donny. Ini tugas kantor, manfaatkan saja fasilitasnya, naiklah taksi!”, batinku tegas mengalahkan beberapa opsi bodoh yang kadang sporadis muncul dalam sikap dan pilihan. “Dasar, si anak pengiritan”, candaan para kolega kepadaku, begitulah brand yang tersemat. Bagaimana tidak, setiap…