Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Akan sedikit lebih lama menempuh jalur gratis menuju penginapan dibandingkan menunggangi LRT Laluan Kelana Jaya. Tetapi demi menebus ketiadaan Ringgit, aku memutuskan untuk mengeteng saja dan memanfaatkan jasa Go KL City Bus. Bergegas meninggalkan KLCC Park, aku melangkah menuju halte bus KLCC yang terletak tepat di depan Suria KLCC. Tiba di bawah naungan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Matahari berada pada puncak kekuasaannya ketika aku memutuskan undur diri dari pelataran Petronas Twin Tower. Aku sendiri tak bisa menyembunyikan senyum kecut di ujung bibir dan merasa menjadi pejalan yang tak faham prioritas hanya karena membesuk Menara Kembar tepat di tengah hari. Aku mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berniat menebus kesalahan itu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sore, hari ketiga di Semarang, akhirnya aku mengkreasi peluang untuk menyaksikan pertunjukan bumi yang sering dicari oleh penggila warna langit….Yups, Sunset. Aku meluncur cepat dari Sleep & Sleep Capsule di daerah Dadapsari pasca menaruh semua peralatan dan backpack. Menggunakan taksi online berjenis Calya warna orange maroon, aku dan Pak Muchlis menuju Pantai Marina…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setengah dua belas…. Aku berdiri di tepian Jalan Bukit Bintang demi menunggu kehadiran Go KL City Bus Green Line. Kali ini aku berniat mengunjungi kembali Petronas Twin Tower. Ini akan menjadi kunjungan yang kelima di menara kembar kenamaan tersebut. “Ga bosan apa, Donny?”, pertanyaan yang mungkin saja muncul. “Bukan perkara bosan atau tidak,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat seperempat dari pukul sepuluh…. Kuputuskan meninggalkan pelataran KL Tower. Kakiku melangkah mengikuti kontur jalanan yang meliak-liuk menuruni bukit. Seperempat jam kemudian aku sudah berada di pangkal selatan Jalan Puncak, tepat berpotongan dengan Jalan P. Ramlee. Berdiri di sebuah trotoar, aku masih berfikir, “Apakah baiknya menuju ke halte bus THE WELD untuk menuju…

  • <—-Kisah Sebelumnya Selasa….Usai Subuh…. Mata masih kuyu…Badan serasa lemas. Semalaman tidurku terinterupsi oleh dengkuran seorang penginap yang terlelap pulas di sebelah kanan ranjang. Tak hanya diriku, aku pun bisa merasakan protes dari seorang penginap yang tidur persis dibawah bunk bed. Berkali-kali aku bisa merasakan, dia menghantam dasar bunk bed yang kutiduri. Mungkin dia merasakan hal…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sesuai jadwal business trip ini, aku seharusnya pulang ke ibukota sore nanti. Sudah barang tentu, jam 12 siang ini, aku harus melakukan check-out dari The Azana Hotel Airport. Karena pelatihan baru akan selesai pukul 14:00, maka sebelum aku berangkat ke kawasan Bukit Semarang Baru untuk mengawal jalannya pelatihan, aku segera menyerahkan kunci hotel…

  • <—-Kisah Sebelumnya Pada langkah pertama sekeluar dari area Central Market, terjadilah pengkhianatan niat. Langkahku tetap saja tak terima menuju ke penginapan. Hampir menginjak pukul sembilan malam…. “Central Market boleh saja mulai pudar kharismanya ditelan gulita, tetapi tidak dengan Petaling Street. Disana keramaian baru saja dimulai”, aku mulai memaksa niat untuk berubah haluan, walaupun sesungguhnya badan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menyesap serbuk oat, aku beranjak pergi dari tepian Jalan Tun Sambanthan. Menyeberanginya untuk mencapai pelataran Central Market. Di pelatarannya, aku berdiri mematung, menatap segenap bangunan pasar yang gemerlap dengan pelita. Inilah salah satu landmark di Kuala Lumpur yang telah berusia lebih dari 130 tahun. “Hhmmhhh….Central Market, harus bertindak bagaimana di kunjungan keempat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Kutinggalkan kerumunan anak-anak sekolahan asal Jawa Timur yang asik berwisata religi di halaman Masjid Agung Jawa Tengah. Anak belasan tahun itu terlihat sangat girang berlarian di halaman, berbaris rapi dan berfoto berlatar tempat ibadah yang mengesankan itu, bahkan beberapa berguling sesuka hati di pelataran. Honda Jazz hitam menjemputku atas perintah aplikasi GOJEK. Setelah…