Al Ahmadiya School: Cikal Bakal Pendidikan di Dubai

Aku telah puas mengelilingi sekitar Heritage House, rumah asli khas Dubai di masa lampau. Aku pun sesekali mengusap pelan beberapa dinding tembok untuk merasakan bahan utama yang digunakan untuk membuatnya. Bahkan sekali dua kali juga mengintip interiornya melalui bukaan jendela berteralis terbuka.

“Hmhhh….Tak rugi-rugi amatlah aku datang kemari”, aku terus memenangkan hati yang pada awalnya kecewa setengah mati.

Tetapi sebelum aku benar-benar pergi meninggalkan Heritage House, tetiba langkahku terhenti kembali. Di sisi timur rumah legendaris itu, aku dihadapkan pada sebuah bangunan klasik lainnya. Aku yang penasaran bergegas merapat sedekat mungkin. Kuperhatikan sebuah papan kayu bertuliskan nama bangunan masa lampau tersebut, Al Ahmadiya School namanya.

“Oh….Sekolahan”, aku mulai faham.

Bangunan sekolah itu tertutup rapat dan aku menemukan sebuah petunjuk….

Al Ahmadiya School nan anggun,

“Closed For Maintenance”, begitu bacaan pada selembar papan kecil berwarna putih yang kutemukan tergantung di daun pintu yang tertutup rapat. Sementara di ujung tengah terasnya, berkibarlah dua bendera yang berdampingan pada tiang berbeda. Keduanya adalah bendera negera Uni Emirat Arab (UEA) dan bendera milik Dubai Culture & Arts Authority.

Memang, Al Ahmadiya School tersebut telah dimuseumkan sejak dua puluh tujuh tahun silam dan kepemilikannya diambil alih oleh Dubai Culture & Arts Authority yang merupakan otoritas pemerintah di Uni Emirat Arab, yang bekerja dalam bidang pelestarian warisan budaya serta situs budaya di Dubai.

Karena keberadaannya yang sudah melebihi satu abad di daerah Al Ras, maka Al Ahmadiya School telah menjadi salah satu landmark budaya di Kota Dubai. Sekolah ini ternyata didirikan oleh Sheikh Ahmed bin Dalmouk, sang pemilik Heritage House pada tahun 1912. Menjadi sekolah pertama sekaligus tertua di Dubai maka Al Ahmadiya School telah dikenang sepanjang masanya sebagai sebuah lembaga pendidikan formal yang secara keseluruhan telah menjalankan aktivitas pendidikan selama tujuh puluh tahun lamanya.

Nah, nama “Ahmadiya” sendiri disematkan pada sekolah tersebut untuk menghormati mendiang Sheikh Ahmed bin Dalmouk. Penamaan itu sendiri diberikan oleh putra dari Sheikh Ahmed bin Dalmouk,

Telah purna tugas sebagai tempat belajar dan mengajar, maka Al Ahmadiya School kini beralih fungsi sebagai museum sejak tahun 1995. Perubahan fungsi ini ditujukan untuk menyelamatkan sejarah asal mula pendidikan di Kota Dubai yang pada akhirnya bisa mengilhami generasi muda Dubai untuk mencintai budaya bangsanya.

Itu bangunan apa ya? kek kantor gitu deh ….
Ahmedia Heritage Guesthouse,

Walaupun tidak bisa memasuki bagian dalam Al Ahmadiya School, akan tetapi aku masih berkesempatan untuk mengamati area di sekitar sekolah. Pengamatan pertamaku tertuju pada sebuah bangunan tunggal, bergaya klasik dan kosong di dalamnya. Entah berfungsi sebagai apakah bangunan ini pada masa keemasannya, mirip bangunan kantor.

Sedangkan di sisi baratnya, tampak jelas bangunan klasik dan aktif yang difungsikan sebagai penginapan untuk para wisatawan, Ahmedia Heritage Guesthouse nama penginapan tersebut. Penginapan klasik berbintang empat ini kamarnya dibanderol dengan tarif termurah 440 Dirham per malamnya.

Bahkan saking klasiknya, penginapan ini hanya memiliki satu lantai dan lima ruangan kamar. Buat kamu yang memiliki budget berlebih saat berkunjung ke Dubai maka kamu bisa mencoba untuk menginap di dalam fasilitas klasiknya tersebut.

Leave a Reply