Tag: Rumah Singgah Tuan Kadi

  • <—-Kisah Sebelumnya Satu perandaian yang tak pernah terwujud adalah memasuki Rumah Singgah Tuan Kadi. Ingin rasanya duduk menghampar di dalamnya dan menikmati untaian sejarah dalam bilik-bilik mungilnya. Secara bersamaan, keringat yang terus meleleh di pelipis mata, pelan tapi pasti meluruhkan setiap perandaian di kepalaku. Pintu-pintu rumah itu tertutup rapat seakan berkata kepadaku “Sudahlah pergi saja,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku mulai meninggalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas dengan berjalan kaki. Menyusuri Jalan Wakaf, aku perlahan mendekati seorang polisi lalu lintas yang sedang mengatur sebuah perempatan. Tak canggung, aku memanggilnya ketika dia masih membunyikan peluit mengikuti kedipan lampu hijau yang otomatis menggerakkan puluhan kendaraan untuk melintas perempatan itu. Tak yakin menjawab…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku masih saja tak bergeming dengan tawaran para sopir taksi, sementara para penumpang Bus INTRA yang lain lebih memilih menggunakan jasa taksi menuju tujuan akhirnya di Pekanbaru. Beberapa waktu kemudian, dari seberang jalan, pengemudi ojek online melambaikan tangan kepadaku. Tentu dia tahu, aku memakai jaket biru dengan backpack berwarna sama. Aku telah mengirimkan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Memasuki Pekanbaru, semua penumpang Bus INTRA diturunkan di sebuah bangunan warung non-permanen berbahan kayu warna hijau. Memasuki bagian belakang warung makan, deretan panjang kamar mandi sederhana memudahkanku untuk berbasuh muka dan besiap diri untuk mengeksplorasi “Kota Madani”. Memasuki jalanan kota untuk pertama kalinya diatas jok ojek online, aku mulai menyimpan rasa penasaran tentang…

  • I began to leave the Tunjuk Ajar Integritas Green Open Space on foot. Along Wakaf Street, I slowly approached a traffic policeman who was arranging an intersection. Not awkward, I called him when he still sounded his whistle following flashing green lights which automatically moved dozens of vehicles to cross the intersection. Unsure of answering…

  • I still didn’t budge with an offer of taxi drivers, while other INTRA Bus passengers preferred to use taxi services towards their final destination in Pekanbaru. Several time later, from across the street, an online motorcycle taxi driver waved to me. Of course he knew, I was wearing a blue jacket with same color backpack.…