Category: Java

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir tengah malam…. Percakapan berbumbu secangkir latte tambahan dengan Pak Arman di lobby Solo Paragon Hotel & Residences masih saja hangat. Sedangkan Rihsan, anak keduanya yang berumur delapan tahun sudah terlelap di salah satu sisi sofa. Aku yakin jika tak menyudahi, pasti kongkow ini akan berakhir saat fajar. Maka akulah yang bertanggung jawab…

  • <—-Kisah Sebelumnya “Pak Donny, lama kita tidak bertemu. Sebelum Bapak menuju hotel, mampir sebentar ya ke Solo Paragon. Kita berbincang dan minum kopi bersama!”, pesan singkat pak Arman ketika aku masih berada di waiting room Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta. Pak Arman….Dia adalah suami dari klien saya, seorang Bangladesh yang menjadi WNI beberapa tahun silam.…

  • Menjadi seorang Ketua Kepanitiaan semasa kuliah….Sudah biasa. Lalu berlanjut menjadi Ketua Kepanitiaan untuk acara kantor….Juga sudah biasa. Dua-duanya sama-sama pusing dan melelahkan. Nah, ini beda…. Kalau kamu disuruh jadi Ketua Kepanitiaan di kantor, tapi isi acaranya adalah jalan-jalan dan makan-makan. Apakah kamu pernah?…..Hahaha. Yiiyyyy, inilah kisahku…..Aku mengalaminya….Sungguh nyata dan meyenangkan. Ini kisahku kala bersepak terjang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Titan mentraktirku makan siang sebelum tiba di hotel. Seporsi nasi pecel di dekat SMAN 1 Semarang. Kemudian dia juga membekaliku Bandeng Presto khas Semarang untuk dibawa pulang ke Jakarta. Wah, baik sekali teman saya yang satu ini. Sebelum benar-benar check-out, Titan yang penasaran tentang bagaimana caraku memilih penginapan murah, ikut bersamaku ke ruangan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Motor bebek itu digeber sekuat tenaga oleh Titan menuju ke selatan kota. 15 kilometer jauhnya, 30 menit lamanya. Katanya aku akan diajak menuju pagoda tertinggi di Indonesia, di daerah Pudakpayung. Hampir jam 12:00, aku dan Titan tiba disana, tepat di tepian Jalan Perintis Kemerdekaan. Memasuki gerbang, baru kusadari bahwa tempat itu adalah sebuah…

  • <—-Kisah Sebelumya Kampung Pelangi Kalisari berada tiga kilometer di selatan Sleep & Sleep Capsule yang menjadi tempat menginap pada masa extendku di Semarang. Jam sepuluh pagi, aku sudah merangsek melalui Jalan Imam Bonjol lalu bersambung ke Jalan Pemuda, menaiki ojek online, aku ingin menuntaskan rasa penasaran mengenai keindahan kampung wisata itu. Dengan mengunjungi Kampung Pelangi…

  • <—-Kisah Sebelumnya Selepas makan malam di warung makan Ayam Pak Supar Semarang, Ezra berpamitan untuk undur diri. Dia berujar membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai di rumahnya. Sementara malam sudah menunjukkan pukul 22:30. Bahan percakapan kami juga sudah habis. Dia menawari untuk mengantarku balik ke Sleep & Sleep Capsule. Berfikir merepotkan, aku menolaknya halus.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Konon keangkeran bangunan berumur 116 tahun ini tersohor di Asia setelah Sekolah Tat Tak di Hong Kong. Sunyi, bertembok tebal dan sempat tak terurus. Tapi itu dulu, kini bangunan 429 pintu ini bertransformasi menjadi ikon pariwisata unggulan kota Semarang dengan segenap nilai artistik dan historisnya. —-****—- Malam ketiga di Semarang menjadi sebuah ajang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sore, hari ketiga di Semarang, akhirnya aku mengkreasi peluang untuk menyaksikan pertunjukan bumi yang sering dicari oleh penggila warna langit….Yups, Sunset. Aku meluncur cepat dari Sleep & Sleep Capsule di daerah Dadapsari pasca menaruh semua peralatan dan backpack. Menggunakan taksi online berjenis Calya warna orange maroon, aku dan Pak Muchlis menuju Pantai Marina…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sesuai jadwal business trip ini, aku seharusnya pulang ke ibukota sore nanti. Sudah barang tentu, jam 12 siang ini, aku harus melakukan check-out dari The Azana Hotel Airport. Karena pelatihan baru akan selesai pukul 14:00, maka sebelum aku berangkat ke kawasan Bukit Semarang Baru untuk mengawal jalannya pelatihan, aku segera menyerahkan kunci hotel…