Category: Central Java

  • <—-Kisah Sebelumnya Tak lama setelah memasuki kamar bernomor 523 di The Azana Hotel Airport, aku bergegas memasuki kamar mandi, kemudian keluar dengan pakaian santai. Dari raut muka, aku tahu pak Muchlis sudah dilanda kelaparan. Karenanya sedari tadi, dia terus mengemil kacang tanah kemasan yang dibawanya dari tempat rehearsal. “Ayo pak, kita jalan, cari makan!”, sahutku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Free business trip kali ini kumulai dengan sangat mendadak dan berbekal ala kadarnya. Yang terpenting barang kesayangan tak tertinggal….Tak lain adalah Canon EOS M10 warna hitam. Selain perbekalan, itinerary juga tak pernah tersusun sebelum berangkat. Empat hari ke depan aku akan menjadi “Si Bolang” yang bermain sesuka hati. Ketika Citilink mulai take-off meninggalkan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir Isya’….. Aku memasuki gerbang The Azana Hotel Airport yang berlokasi di tepian Jalan Jenderal Sudirman tepat di bawah jembatan layang Kalibanteng. Hotel yang tiga hari sebelumnya dianggarkan oleh kantor tempatku bekerja seharga Rp. 445.000/malam. Yang kutahu, rekan kerjaku, Pak Muchlis yang berasal dari Gresik sudah membuka kamar itu sejak siang. Dia memang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Perdebatan pilihan itu selesai dengan cepat oleh otoritasku sendiri. “Tak usah taat dalam seni backpacker, Donny. Ini tugas kantor, manfaatkan saja fasilitasnya, naiklah taksi!”, batinku tegas mengalahkan beberapa opsi bodoh yang kadang sporadis muncul dalam sikap dan pilihan. “Dasar, si anak pengiritan”, candaan para kolega kepadaku, begitulah brand yang tersemat. Bagaimana tidak, setiap…

  • Yeaaaa….Aku mendapatkan business trip akhir pekan. Seperti biasa, aku selalu mensiasati tugas kantor untuk tetap bisa menyalurkan hobby andalan….Yes, eksplorasi. Tugas pelatihan Jum’at dan Sabtu, akan kusambung dengan extend hingga Ahad dalam perjalanan gratisan ini. SEMARANG…. Itulah kota tujuanku kali ini. Halim Perdanakusuma International Airport menjadi titik tolak dan Ahmad Yani International Airport menjadi titik…

  • <—-Previous Story It was already past one o’clock when I finished in paying for lunch menu, however, I was blown away by the taste of Nasi Gudeg Komplit and Durian Juice at Javenir restaurant where I stopped by. Lunch session finally ended my adventure in Solo Two and a half hours before the flight…. Leaving…

  • <—-Previous Story Two slices of Serabi Notosuman were enough for me to enjoy this Solo’s typical culinary. After picking up a dozen others at cashier counter as souvenirs, I immediately left the shop for another souvenir shop, i.e Abon Mesran Mistopawiro Shop. An online taxi drove me to that souvenir shop in five minutes. Now…

  • <—-Previous Story Enjoying local culinary delights is always an interesting thing for travelers. This type of culinary is a special attraction because it reflects culinary treasures of region in question. This time I would taste one more typical Solo culinary after I’ve tasted five of them. That morning, I decided to leave Alun-Alun Kidul (South…

  • <—-Previous Story My success in enjoying Tahok made my morning worthwhile because I could enjoy again one of many typical Solo City’s culinary. My third day in Batik City continued. The limit was this afternoon when I have to leave Solo City to return to capital city. Now I was standing back in front of…

  • <—-Previous Story I have finished exploring Surakarta Hadiningrat Palace and its square, Klewer Market and Great Mosque of Surakarta Palace. I started down southern point of Jenderal Sudirman Street heading north. This was administrative area of ​​Solo City, I felt impressed when I passed Surakarta City Hall which was very majestic with its Joglo*1 roof.…