Category: South East Asia
-
Pukul enam pagi…. Koridor Transit Hall Terminal 1D (T1D) mulai dipenuhi para pelancong yang berlalu lalang dengan hajatnya masing-masing. Beberapa diantara mereka berkejaran dengan waktu menuju gate demi menangkap penerbangan masing-masing. Sebagian diantaranya sibuk berlalu lalang demi mencari sarapan, barang-barang duty free, souvenir atau bahkan mengantri di beberapa money changer demi berburu Dollar Singapura. Aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Geretan travel bag para pengunjung bandara akhirnya membuatku terbangun….. Aku bangkit dan terduduk di area sempit nan pendek tepat di bawah pangkal escalator. Kulihat layar telepon pintar, waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi. Mataku yang masing mengantuk dan badan yang belum benar-benar segar harus kupaksakan untuk mulai beraktivitas. Aku membuka travel bag, mengaduk-aduk…
-
<—-Kisah Sebelumnya Waktu satu setengah jam aku manfaatkan dengan cara duduk bersantai di salah satu bangku di waiting hall sembari menikmati secangkir cold latte sehaga 89 Baht yang aku beli dari salah satu tenant kopi, Phuket International Airport. Tenant itu bernama Siam Express dengan tagline utamaya Fresh & Go dan terletak persis di depan Gate…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sekitar pukul setengah tiga sore aku sudah memasuki bangunan bandara. Sedangkan penerbanganku ke Kuala Lumpur telah terjadwal pada pukul sebelas malam. Itu artinya aku harus berada di Phuket International Airport selama 8 jam lamanya. Aku yang baru saja tiba di bandara, langsung berinisiatif untuk mencari keberadaan Flight Information Display System (FIDS) demi memastikan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Royal Jet Cruiser 8 merapat pelan pada salah satu dermaga Rassada Harbour di Distrik Mueang Phuket. Aku telah merampungkan pelayaran selama dua jam yang bertolak dari Ao Ton Sai Pier di Phi Phi Islands. Phi Phi Islands sendiri berjarak laut 50 Km dari Phuket. Usai ferry bersandar sempurna, aku segera menggeret travel bag…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hari masih sangat pagi ketika aku membuka mata dan duduk terbangun di dalam capsule box Dormsin Hostel. Aku sengaja bangun lebih pagi demi mempersiapkan diri meninggalkan Phi Phi Islands. Mengingat hanya ada empat kali keberangkatan ferry menuju Phuket, yaitu jam 9, jam 11 dan jam 14:30. “Lebih baik aku ikut pelayaran jam 11…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku menyegerakan langkah di tengah gerimis ringan. “Kalau menunggu hingga hujan berhenti, aku akan berada di atas bukit ini hingga malam”, aku sebetulnya mulai terbesit rasa khawatir mengingat para pelancong sudah meninggalkan bukit beberapa menit sebelum hujan turun. Sudah hampir pukul empat sore ketika aku menuruni bukit dan kembali terjebak hujan. Hal itu…
-
<—-Kisah Sebelumnya Melipir dari sisi barat kantin, jalur eksplorasi mengarahkanku menuju ke tengah pulau. Aku sangat beruntung karena jalur yang kulalui siang itu dipenuhi oleh pepohonan, sehingga bisa memberikan naungan yang baik dari teriknya matahari. Jalur yang kutempuh memiliki elevasi yang tak begitu curam tetapi tetap konsisten menanjak, membuatku terengah-engah dan akhirnya memaksaku untuk rehat…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sangat jelas di hadapan, tiga signboard besar akan memaksa siapapun yang lewat untuk membacanya, “Viewpoint 1”, dengan mudah aku menangkap keberadan signboard terbesar “I Love Phi Phi”, aku membaca tulisan yang berukuran lebih kecil di bagian dalam taman. Sedangkan satu signboard lagi dengan Akson Thai*1), aku tak mampu membacanya, karena aku memang tak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Setengah sepuluh pagi…. Aku meninggalkan Loh Dalum Beach dan memutuskan untuk kembali ke penginapan sejenak demi mengambil segenap perlengkapan sebelum melakukan eksplorasi selanjutnya yang kuprediksi akan selesai di sore hari. Aku melangkah cepat….. Tiba di penginapan, aku mengambil folding bag, memasukkan sebotol air mineral berukuran 1,5 liter, dompet, passport, powerbank, kacamata rayben untuk…