Category: Malaysia

  • <—-Kisah Sebelumnya Berangkat ke India selalu saja menyematkan debar di sebuah sisi hati. Provokasi informasi tak bertanggungjawab terkadang sukses membuat gentar nyali. Hembusan kabar mulai dari faktor keamanan, kehigienisan kuliner, variasi scam, serta printilan mencekam lainnya mulai menggelayuti pikiran sore itu. Oleh karenanya sebelum bertolak ke India, selama lima hari aku memanaskan nyali di Kuala…

  • <—-Kisah Sebelumnya Akan sedikit lebih lama menempuh jalur gratis menuju penginapan dibandingkan menunggangi LRT Laluan Kelana Jaya. Tetapi demi menebus ketiadaan Ringgit, aku memutuskan untuk mengeteng saja dan memanfaatkan jasa Go KL City Bus. Bergegas meninggalkan KLCC Park, aku melangkah menuju halte bus KLCC yang terletak tepat di depan Suria KLCC. Tiba di bawah naungan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Matahari berada pada puncak kekuasaannya ketika aku memutuskan undur diri dari pelataran Petronas Twin Tower. Aku sendiri tak bisa menyembunyikan senyum kecut di ujung bibir dan merasa menjadi pejalan yang tak faham prioritas hanya karena membesuk Menara Kembar tepat di tengah hari. Aku mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berniat menebus kesalahan itu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setengah dua belas…. Aku berdiri di tepian Jalan Bukit Bintang demi menunggu kehadiran Go KL City Bus Green Line. Kali ini aku berniat mengunjungi kembali Petronas Twin Tower. Ini akan menjadi kunjungan yang kelima di menara kembar kenamaan tersebut. “Ga bosan apa, Donny?”, pertanyaan yang mungkin saja muncul. “Bukan perkara bosan atau tidak,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat seperempat dari pukul sepuluh…. Kuputuskan meninggalkan pelataran KL Tower. Kakiku melangkah mengikuti kontur jalanan yang meliak-liuk menuruni bukit. Seperempat jam kemudian aku sudah berada di pangkal selatan Jalan Puncak, tepat berpotongan dengan Jalan P. Ramlee. Berdiri di sebuah trotoar, aku masih berfikir, “Apakah baiknya menuju ke halte bus THE WELD untuk menuju…

  • <—-Kisah Sebelumnya Selasa….Usai Subuh…. Mata masih kuyu…Badan serasa lemas. Semalaman tidurku terinterupsi oleh dengkuran seorang penginap yang terlelap pulas di sebelah kanan ranjang. Tak hanya diriku, aku pun bisa merasakan protes dari seorang penginap yang tidur persis dibawah bunk bed. Berkali-kali aku bisa merasakan, dia menghantam dasar bunk bed yang kutiduri. Mungkin dia merasakan hal…

  • <—-Kisah Sebelumnya Pada langkah pertama sekeluar dari area Central Market, terjadilah pengkhianatan niat. Langkahku tetap saja tak terima menuju ke penginapan. Hampir menginjak pukul sembilan malam…. “Central Market boleh saja mulai pudar kharismanya ditelan gulita, tetapi tidak dengan Petaling Street. Disana keramaian baru saja dimulai”, aku mulai memaksa niat untuk berubah haluan, walaupun sesungguhnya badan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menyesap serbuk oat, aku beranjak pergi dari tepian Jalan Tun Sambanthan. Menyeberanginya untuk mencapai pelataran Central Market. Di pelatarannya, aku berdiri mematung, menatap segenap bangunan pasar yang gemerlap dengan pelita. Inilah salah satu landmark di Kuala Lumpur yang telah berusia lebih dari 130 tahun. “Hhmmhhh….Central Market, harus bertindak bagaimana di kunjungan keempat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku lapar sekali sore itu…. Aku bergegas menuruni escalator demi escalator untuk menuju lantai 3 Terminal Bersepadu Selatan dan langsung memutuskan keluar melalui jembatan penghubung menuju Stasiun Bandar Tasik Selatan. Setiba di depan deretan ticketing vending machine, aku segera mencari tiket menuju Stasiun Pasar Seni yang akan kutempuh menggunakan dua laluan kereta yang…

  • <—-Kisah Sebelumnya Menjelang maghrib aku tiba di Terminal Bersepadu Selatan pasca mengarungi perjalanan delapan setengah jam dari Kuala Terengganu menggunakan jasa Bus Arwana. Inilah terminal raksasa di selatan kota yang menggantikan peran Terminal Bus Puduraya yang terletak di tengah kota. Malam itu, aku akan menginap di The Bed Station di daerah Pasar Seni, tapi aku…