Category: Asia
-
<—-Kisah Sebelumnya Dengan tegas, aku mengarahkan langkah menuju Chorsu Bazaar, sebuah pasar tradisional terbesar di Kota Tashkent atau boleh dikatakan sebagai pasar tradisional tertua di kawasan Asia Tengah. Dari pelataran atas stasiun bawah tanah Chorsu, aku bersusah payah mencari jalur menuju jalan arteri. Aku sepenuhnya paham bahwa Chorsu Bazaar terletak di utara tempatku berdiri dan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Masih duduk di salah satu bangku tunggu Oybek Station…. Aku antusias menikmati kesibukan warga lokal yang berlalu lalang di ruangan stasiun. Gelombang penumpang terus berdatangan dari anak tangga sisi kiri, kanan dan tengah stasiun. Beruntung, kereta yang aku tunggu tiba dengan cepat. Ternyata, kereta di O’zbekistan Line berpenampilan lebih garang dan maskulin. Bekelir…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku berdiri mematung di depan empat daun pintu kaca bertuliskan tiga kata yang diulang-ulang, yaitu Вход*1), Kirish*2), dan Entrance. Ketiganya tentu bermakna sama, yaitu “entry”. Aku mendorong salah satunya dan memasuki ruangan yang dijaga oleh dua security pria yang menenteng metal detector di tangannya. Dia menunjuk folding back yang kupanggul dan mengalihkan arah…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku menyusuri jalan setapak nan sempit berbahan beton, untuk kemudian memasuki area hostel dari sisi belakang. Akhirnya aku pun tiba di pekarangan hostel. “Terimakasih, Tuhan”, aku bersyukur dalam hati, “Ternyata memang tempat ini yang kucari” Aku memang beruntung, karena secara tak sengaja telah memasuki pekarangan hostel yang sedang kucari, Paradise Hostel. Aku mengucek…
-
<—-Kisah Sebelumnya Bus kota berkelir hijau muda dengan desain modern yang kutunggangi perlahan tapi pasti menembus gelapnya jalanan bandara, melewati jalanan sepi dan kosong di pinggiran kota. Seiring laju bus, perlahan cahaya jalanan mulai tampak di sejauh tatapan memandang. “Selamat datang, Tashkent”, tatapku berbinar bak memenangkan sebuah pertarungan. Kabin mulai dipenuhi warga lokal ketika bus…
-
<—-Previous Story I have experienced that applying for an eVisa was easier and the chances of being accepted were greater than applying for a Regular Visa. It was enough to attach the required documents and pay at the online payment gate, the e-Visa would be issued according to the planned time of arrival in the…
-
<—-Previous Story It would take a little longer to take a free service to the inn than riding the LRT “Laluan Kelana Jaya”. But in order to get around for the lack of Ringgit, I still decided to just take the free service of Go KL City Bus. Hurrying to leave KLCC Park, I headed…
-
<—-Previous Story The sun was at the peak of its power when I decided to retreat from Petronas Twin Towers’ yard. I couldn’t hide the wry smile on the corner of my lips and felt like I was a traveler who didn’t understand priorities just because I visited the Twin Towers right in the middle…