Category: Asia

  • <—-Kisah Sebelumnya Royal Jet Cruiser 8 merapat pelan pada salah satu dermaga Rassada Harbour di Distrik Mueang Phuket. Aku telah merampungkan pelayaran selama dua jam yang bertolak dari Ao Ton Sai Pier di Phi Phi Islands. Phi Phi Islands sendiri berjarak laut 50 Km dari Phuket. Usai ferry bersandar sempurna, aku segera menggeret travel bag…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hari masih sangat pagi ketika aku membuka mata dan duduk terbangun di dalam capsule box Dormsin Hostel. Aku sengaja bangun lebih pagi demi mempersiapkan diri meninggalkan Phi Phi Islands. Mengingat hanya ada empat kali keberangkatan ferry menuju Phuket, yaitu jam 9, jam 11 dan jam 14:30. “Lebih baik aku ikut pelayaran jam 11…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku menyegerakan langkah di tengah gerimis ringan. “Kalau menunggu hingga hujan berhenti, aku akan berada di atas bukit ini hingga malam”, aku sebetulnya mulai terbesit rasa khawatir mengingat para pelancong sudah meninggalkan bukit beberapa menit sebelum hujan turun. Sudah hampir pukul empat sore ketika aku menuruni bukit dan kembali terjebak hujan. Hal itu…

  • <—-Kisah Sebelumnya Melipir dari sisi barat kantin, jalur eksplorasi mengarahkanku menuju ke tengah pulau. Aku sangat beruntung karena jalur yang kulalui siang itu dipenuhi oleh pepohonan, sehingga bisa memberikan naungan yang baik dari teriknya matahari. Jalur yang kutempuh memiliki elevasi yang tak begitu curam tetapi tetap konsisten menanjak, membuatku terengah-engah dan akhirnya memaksaku untuk rehat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sangat jelas di hadapan, tiga signboard besar akan memaksa siapapun yang lewat untuk membacanya, “Viewpoint 1”, dengan mudah aku menangkap keberadan signboard terbesar “I Love Phi Phi”, aku membaca tulisan yang berukuran lebih kecil di bagian dalam taman. Sedangkan satu signboard lagi dengan Akson Thai*1), aku tak mampu membacanya, karena aku memang tak…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setengah sepuluh pagi…. Aku meninggalkan Loh Dalum Beach dan memutuskan untuk kembali ke penginapan sejenak demi mengambil segenap perlengkapan sebelum melakukan eksplorasi selanjutnya yang kuprediksi akan selesai di sore hari. Aku melangkah cepat….. Tiba di penginapan, aku mengambil folding bag, memasukkan sebotol air mineral berukuran 1,5 liter, dompet, passport, powerbank, kacamata rayben untuk…

  • <—-Kisah Sebelumnya Beranjak dari teras McDonald’s, aku melangkah menuju barat. Aku memilih jalur pedestrian sisi dalam untuk mendapatkan perlindungan dari rimbunnya pepohonan. Sempat terhenti si sebuah pertigaan, aku memperhatikan sekitar, mengamati setiap ujung dari ketiga jalan itu. Jalan ke arah kanan lebih menggoda sepertinya, ada pantai yang cukup indah di ujungnya. Tapi sejenak aku mengindahkannya,…

  • Mataku mengerjap-ngerjap, melawan kantuk yang masih menggelayuti muka, aku memaksakan diri untuk bangun. Kondisi kamar masih gelap ketika aku menyibak gorden capsule box tempatku tidur. Menuruni tempat tidur, dengan sedikit berjingkat, aku memanggul folding bag menuju shared bathroom. Hanya menggosok gigi, mencuci muka, memakai gel rambut dan mengoles roll-on untuk kemudian bersiap diri melakukan eksplorasi.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Memunggungi Stasiun Abdulla Qodiriy, aku berusaha menyembunyikan rasa pengecut yang muncul karena panik menghadapi suhu udara 1oC. Tanganku mulai kaku, nafas terasa berat, ditambah lapar yang mulai menyertai setiap ayunan langkah. Aku terus menatap ke depan ketika melangkah di sepanjang sisi timur Amir Temur Shoh Ko’chasi demi mencari perempatan terdekat untuk merubah haluan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Langkahku menuruni anak tangga di gerbang Stasiun G’afur G’ulom terus diperhatikan oleh seorang wanita yang tampak cantik dalam balutan winter jacket berwarna pink, dia berhenti di tangga jeda demi berbicara dengan seseorang melalui telepon pintarnya. Aku paham bahwa wanita itu berdiri di tangga jeda juga untuk menghindari hawa dingin yang sore itu juga…