Category: Asia
-
<—-Kisah Sebelumnya Sore hari….Jam enam kurang seperempat…. Aku duduk di kursi paling depan sisi kiri ketika Bas KITē perlahan meninggalkan kompleks Taman Tamadun Islam. Melalui jembatan penghubung satu-satunya, Bas KITē menyudahi putaran roda di atas Pulau Wan Man. Kini Bas KITē akan menuntaskan setengah perjalanan tersisa menuju Hentian Bas Majlis Bandaraya Kuala Terengganu, sesampainya di…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir pukul lima sore…. Aku masih menebak-nebak, siapakah gerangan, satu dari tiga pengemudi yang akan menjalankan trip terakhir Bas KITē laluan C02. Mereka sedang asyik bersenda gurau dan berbincang akrab di kedai kopi pojok terminal. Aku terus mengamati dari bangku tunggu di belakang antrian Bas KITē hingga akhirnya satu dari mereka beranjak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku terduduk dan intens mengawasi lalu lalang kendaraan di Jalan Batu Buruk dari bawah pokok Rhu ketika para jama’ah shalat Dzuhur mulai berdatangan. Beberapa dari mereka tersenyum melihatku yang masih saja duduk mengampar di hamparan rumput Bazaar Ramadhan Masjid Terapung. Beberapa menit setelah iqamah dikumandangkan, bus yang kutunggu mulai memperlihatkan badan hidungnya di…
-
<—-Kisah Sebelumnya Gagal turun di Pantai Batu Burok akibat terlalu menyerahkan perjalanan kepada pengemudi Bas KITē, aku diturunkan di destinasi incaran kedua. Adalah Masjid Tengku Tengah Zaharah, masjid terapung pertama di Negeri Jiran. Bas KITē berhenti di area parkir sisi utara yang juga terkenal sebagai area Bazar Ramadhan Masjid Terapung. Begitu turun, aku tak langsung…
-
<—-Kisah Sebelumnya Kutempelkan access card untuk membuka gerbang penginapan yang tak berpenjaga. Suasana jalanan telah ramai dengan kendaraan, senin pagi di Kuala Terengganu telah menggeliat. Aku melangkah cepat tanpa menikmati keadaan sekitar, Ini kali keempat aku melewati jalanan yang sama selama dua hari di Kuala Terengganu. Beberapa waktu setelahnya, tanpa terasa aku sudah tenggelam di bawah…
-
<—-Kisah Sebelumnya Usai mencuci celana jeans, t-shirt dan kaos kaki, aku pun berbasuh. Membuat badan segar dan mengusir lusuh. “Masih terlalu dini untuk tidur, lebih baik aku nongkrong di shared-kitchen saja untuk mengisi botol-botol air minumku yang mulai surut”, ideku tetiba muncul. Mulai turunlah aku ke lantai dua dimana meja resepsionis dan shared-kitchen berada. Sesampainya…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku sudah cukup puas meresapi keelokan Pulau Warisan Kuala Terengganu walau hanya menepi di salah satu sisinya. Mengamati kesibukan para pedagang yang perlahan mulai berdatangan demi mempersiapkan sesi kuliner malam nanti, lalu lintas kapal nelayan yang hendak melaut meninggalkan muara juga mulai kentara, lalu tak henti-hentinya kapal pelancong membawa kegembiraan para turis menuju…
-
<––Kisah Sebelumnya Mundur ke belakang sekejap dari Lorong Kenangan Payang, aku menelusur Jalan Pasar Besar Payang menuju muara Sungai Terengganu. Mengingat area jelajah adalah kawasan pesisir, maka kakiku tak akan jauh-jauh dari perairan. Aku kan menghentikan langkah dua ratus meter di utara, tepat di tepian Sungai Terengganu. Sementara matahari masih saja membulat sempurna di barat,…
-
<—-Previous Story It was King Prithvi Narayan Shah who first in using the two-triangular flag when he succeeded in unifying all kingdoms in Nepal on 1768. Yes, two triangles on the Nepalese national flag represent two great dynasties which once existed in the Land of a Thousand Gods, namely the Shah Dynasty and the Rana…