Category: Bahrain

  • <—-Kisah Sebelumnya Butir-butir gerimis masih sesekali jatuh dari langit. Aku membiarkan rambut yang semakin membasah ketika kebanyakan warga lokal menutup kepalanya dengan apa saja atau bahkan beberapa diantaranya membentangkan payung di gang-gang sempit di wilayah Al Hadrami. Menyusuri beberapa blok melalui jalan yang basah maka dengan sendirinya aku tiba di sebuah pasar tua, mungkin salah…

  • <—-Kisah Sebelumya Melenggang dan melintas di depan Masjid Al Khawaja, aku mempercepat langkah karena gerimis mulai jatuh dengan intens, rintikannya menyertai setiap langkah kaki yang kuayunkan di sepanjang Bab Al Bahrain Avenue. Aku terus melirik ke setiap sudut, mensimulasi jika hujan benar-benar tumpah. Mataku awas menatap setiap emperan pertokoan yang memungkinkan bagiku untuk berteduh ketika…

  • <—-Kisah Sebelumnya Keluar dari Bahrain Gold Souq aku kembali turun di jalanan Manama. Aku kembali berada di salah satu ruas Shaikh Abdulla Avenue. Tetiba langkahku terhenti, tatapanku terkesiap pada sebuah signboard yang membangkitkan rasa ingin tahu dalam diri. Signboard itu menunjuk pada sebuah venue sejarah yang bisa menghantarkan pelancong menuju kenangan Manama masa lampau. “Memory…

  • <—-Kisah Sebelumnya Menjelang pukul sembilan malam, aku memutuskan pulang ke penginapan setelah puas mengeksplorasi Andalus Garden. Kunjungan di taman kota itu menjadi pengalaman eksplorasi perdanaku di Bahrain. Sesuatu yang mengesankan karena aku baru tiba pada sore hari, tepatnya dua jam sebelum mengunjungi taman kota tersebut. Melangkahkan kaki di sepanjang Shaikh Isa Avenue menuju utara, dalam…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menikmati santap malam di sebuah kedai makan kecil yang menjual makanan khas India, alih-alih pulang ke penginapan, aku justru melangkahkan kaki untuk mengeksplorasi area di sekitar Distrik Qudaibiya. Dalam gelap aku melangkah ke selatan, blok demi blok aku lewati dengan sedikit perasaan was-was, mengingat suasana di jalanan tampak sepi. Kecepatan langkah membuatku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Seturun dari bus bandara bernomor A1, maka aku meninggalkan Halte Ministry of Education. Aku berbelok di sebuah pertigaan yang terbentuk karena persilangan Shaikh Isa Avenue dan Qudaibiya Avenue. Langkahku bersambung dengan menyusuri Qudaibiya Avenue. Pada saat itulah pandanganku mencari keberadaan minimarket. Kehausan yang kutahan semenjak berada di Sharjah-Uni Emirates Arab membuatku begitu berhasrat…

  • <—-Kisah Sebelumnya Setelah membeli beberapa kebutuhan penting seperti SIM card, mata uang lokal Dinar dan kartu transportasi umum GO card, maka aku pun menyempatkan diri sejenak untuk menuju halaman parkir bandara demi melihat bentuk utuh bandara kebanggaan Bahrain tersebut dari pelataran depannya. Ketika tiba di pertengahan lahan parkir…. Aku berdiri di sisi selatan bangunan bandara,…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir pukul lima sore ketika Air Arabia G9 105 telah berhenti sempurna di salah satu sisi apron Bahrain International Airport. Sudah menjadi tabiat diri, aku selalu menjadi pribadi yang tak sabaran ketika telah tiba di tempat baru. Mungkin aku menjadi penumpang yang pertama kali bersiap untuk turun karena begitu pesawat berhenti, aku bergegas…

  • <—-Kisah Sebelumnya Demi melawan rasa haus yang tak tertahankan, aku memejamkan mata pada bangku tengah di waiting room Gate 20. Dan tanpa kuduga aku bisa terlelap selama hampir dua jam dalam posisi terduduk sambil memeluk backpack. Aku terbangun dengan sendirinya di saat waiting room benar-benar penuh oleh penumpang. Mataku perlahan terbuka dan bibirku benar-benar kering…