Author: travelingpersecond

  • I took a moment to close my eyes after I finished check-in process at Sri Indrayani Hotel. An uneasy night on a middle bench of INTRA Bus, continued for four hours on foot to explore Senapelan area had made my calf muscles exhausted and my eyes felt heavy. My smartphone which was still charging, shouted…

  • <—-Kisah Sebelumnya ARTIKEL SPIN OFF Tepat tiga puluh hari sebelum keberangkatan backpacking ke Timur Tengah, aku mulai sibuk mengurus segenap visa yang dibutuhkan yaitu visa turis untuk mengunjugi Kochi, Dubai, Oman, Bahrain, Kuwait dan Qatar. Diantara keenam visa itu, aku menyimpan pengalaman pahit ketika akhirnya tidak berhasil mendapatkan Visa Turis Kuwait. Hal inilah yang menyebabkan…

  • A assumption which never materialized was to entering Tuan Kadi Halfway House. I wanted to sit relax in it and enjoyed history strands in its small cubicles. Simultaneously, sweat which had continued to melt in my temples, slowly but surely shed every assumption in my head. House doors were tightly closed as if it said…

  • Waktu begitu cepat. Sore kemarin aku masih mengeksplore area Basantapur. Tetapi kini sudah pukul empat pagi. Aku sudah saja mengguyur diri di bawah hangatnya shower Shangrila Butique Hotel. Setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal, aku segera menuju resepsionis untuk check-out dan selangkah kemudian aku sudah turun di jalanan Thamel. Gelap, kosong dan penuh kekhawatiran.…

  • I began to leave the Tunjuk Ajar Integritas Green Open Space on foot. Along Wakaf Street, I slowly approached a traffic policeman who was arranging an intersection. Not awkward, I called him when he still sounded his whistle following flashing green lights which automatically moved dozens of vehicles to cross the intersection. Unsure of answering…

  • Melangkah meninggalkan Kumari Ghar, aku masih berfikir. Apabila Sang Kumar nanti telah pensiun, bagaimana dia bermasyarakat setelah selama belasan tahun hanya sekali setiap tahun keluar dari tempat tinggalnya, bagaimana dia bekerja hingga lelaki mana yang beruntung memiliki Sang Kumari itu….Ah sudahlah. Langkahku sampai pada sebuah plaza nan luas. Bangunan putih memanjang berarsitektur Eropa mengapit pelataran…

  • Failed to check-in sooner, I decided to explore Senapelan area for next three or four hours, an area where Sultanate of Siak Sri Indrapura had reached its golden age. I tried to trace sultanate history by visiting its legacies which enduring until now. For that reason, I went to Siak River which is famous and…

  • Adalah Raja Prithvi Narayan Shah yang pertama kali menggunakan bendera dua segitiga ketika berhasil mempersatukan semua kerajaan di Nepal pada 1768. Ya, dua segitiga pada bendera nasional Nepal itu melambangkan dua dinasti besar yang pernah ada di Negeri Seribu Dewa yaitu Dinasti Shah dan Dinasti Rana. “Please, come!….Please, come!” seorang pria menyuruhku memasuki sebuah bangunan…

  • I still didn’t budge with an offer of taxi drivers, while other INTRA Bus passengers preferred to use taxi services towards their final destination in Pekanbaru. Several time later, from across the street, an online motorcycle taxi driver waved to me. Of course he knew, I was wearing a blue jacket with same color backpack.…

  • Masih pagi….Tak ragu, aku menukar Rp. 125.000 dengan tiket putih-kemerah jambuan sebagai akses menikmati sejarah Hanuman Dhoka Durbar Square. Menapaki jalanan Layaku Marg yang keabuan berlapis andesit serta debu tipis yang dilemparkan oleh sapu lidi para petugas kebersihan, aku telah bersiap memasuki Nepal tempoe doeloe yang masih berbentuk kerajaan. Kuil untuk menyembah “Dewi Ilmu Pengetahuan”…