Author: travelingpersecond
-
Middle-aged woman driver picked me up at “Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai” restaurant. Me: “Mrs, I had canceled my order because it was too long, but I also haven’t managed to order another motorcycle taxi, Mrs“ She: “In my application, it haven’t canceled. I was stuck in traffic because a car broke down on top.…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pedestrial tunnel itu dimulai dari sebuah lift dalam ruangan berkaca di utara Souq Waqif, tepat di depan Al Jomrok Boutique Hotel yang memiliki logo jangkar hitam, maklum kini aku berada di pesisir timur Qatar. Meluncur ke bawah tanah dalam satu sentuhan tombol, aku melangkah di bawah permukaan dua jalan utama yaitu Abdullah Bin…
-
Bet with rain, I left Kinantan Zoo. I think it would be very disadvantage to just let go of Bukittinggi’s natural fracture charm. Going through same path as I entered Fort de Kock, Limpapeh Bridge and TMSBK, now I was standing again at front gate of that square fort. A young age man came with…
-
<—-Kisah Sebelumnya Melewari gate bernomor empat, aku kembali keluar di jalanan pasca menjelajah dalaman City Souq. Kantor dua lantai milik badan independen Qatar menjadi bangunan pertama yang kulewati. Tampak lima bendera Qatar berukuran besar mempergagah markas Central Municipal Council. Aku menikung ke kiri begitu berpapasan dengan Abdullah Bin Jassim Street. Dua ratus meter kemudian, aku…
-
My steps at eastern end of Limpapeh Bridge became unstoppable. On Cubadak Bungkuak Hill, I followed paving block lane with yellow diagonal pattern and most of green fences on either side. And then mingle with visitor crowds who are enjoying display of cute animals. A row of beautiful aves welcomed my first step when entering…
-
“There’s still time“….Inner continued to force steps. TMSBK ticket was grasped, then at the end of Fort de Kock I saw a crowd on next hill. While the mind continued to imagine an exquisite Sianok canyon, while a iconic suspension bridge welcomed me at front. I couldn’t dodge its charm….. Six Gonjong Roofs in the…
-
<—-Kisah Sebelumnya Kumandang suara adzan sayup memanggilku ketika sedang berkeliling Souq Faleh. Itulah saat yang kutunggu. Imajinasiku shalat berjama’ah dengan Qataris untuk pertama kali akan segera terwujud. Karena alasan itulah, aku bergegas menuruni tangga menuju lantai satu dan segera meninggalkan pusat perbelanjaan sederhana itu. Selamat tinggal Souq Faleh ! Terletak 200 meter di tenggara, tak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Matahari sedang giat menanjaki puncaknya, udara mulai menghangat, mengikis rasa dingin pelan-pelan dari telapak tangan dan guratan muka. Aku meninggalkan Al Ghanim Bus Station….. “Hello, Filippino”, tiga Qataris petugas Mowasalat menyapaku di gerbang luar terminal. “Hi, Sir”, jawabku singkat sambil membatin “Alhamdulillah aku dikaruniai muka ajaib yang cocok dengan muka berbagai bangsa Asia”.…