Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Terakhir menunggang “Maskapai Singa Merah” adalah sewaktu pulang dari Tanah Minang di akhir 2018. Kala itu, sangat bersyukurnya diriku karena sempat mencicip kehebatan Boeing 737 Max 8, generasi Boeing yang pernah menjadi andalan banyak maskapai dunia sebelum akhirnya dipensiun massalkan. Menjelang pukul delapan, seorang ground staff wanita berparas cantik dengan pakaian Cheongsam bermotifkan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Hampir tengah malam…. Percakapan berbumbu secangkir latte tambahan dengan Pak Arman di lobby Solo Paragon Hotel & Residences masih saja hangat. Sedangkan Rihsan, anak keduanya yang berumur delapan tahun sudah terlelap di salah satu sisi sofa. Aku yakin jika tak menyudahi, pasti kongkow ini akan berakhir saat fajar. Maka akulah yang bertanggung jawab…

  • <—-Kisah Sebelumnya Usai menyantap jajanan ringan Appam, Elai Adai dan Samosa, aku menyempurnakan sarapan dengan menyeruput perlahan Chai panas yang membuat badan menjadi hangat setelah semalaman terpapar dinginnya penyejuk ruangan bandara. Seruputan terakhir Chai menandakan bahwa aku harus bersiap diri menuju destinasi utama hari itu….Apalagi kalau bukan Fort Kochi, sebuah kawasan perpaduan empat budaya yaitu…

  • Semenjak terakhir pulang dari Qatar di permulaan 2020, boleh dikata, aku tak pernah lagi berpetualang dalam jarak yang jauh. Terhitung selama hampir dua tahun, aku hanya mengunjungi destinasi yang lokasinya berdekatan dengan ibukota, sebut saja Ujung Genteng, Gunung Pancar, Curug Leuwi Hejo, Dataran Tinggi Dieng, Anyer dan Puncak. Tapi kini hati tetiba berujung galau ketika…

  • <—-Kisah Sebelumnya Gelap masih menaungi langit Kochi ketika penanda waktu menunjuk angka enam. Membuat nyali ciut demi melangkah menuju penginapan yang sesungguhnya hanya berjarak satu setengah kilometer. Aku memutuskan untuk tetap duduk di ruang tunggu arrival hall Cochin International Airport Terminal 3. Tapi ternyata…. Saking kantuknya, aku malah duduk terlelap memeluk backpack…. Sedikit melebihi pukul…

  • <—-Kisah Sebelumnya “Pak Donny, lama kita tidak bertemu. Sebelum Bapak menuju hotel, mampir sebentar ya ke Solo Paragon. Kita berbincang dan minum kopi bersama!”, pesan singkat pak Arman ketika aku masih berada di waiting room Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta. Pak Arman….Dia adalah suami dari klien saya, seorang Bangladesh yang menjadi WNI beberapa tahun silam.…

  • Menjadi seorang Ketua Kepanitiaan semasa kuliah….Sudah biasa. Lalu berlanjut menjadi Ketua Kepanitiaan untuk acara kantor….Juga sudah biasa. Dua-duanya sama-sama pusing dan melelahkan. Nah, ini beda…. Kalau kamu disuruh jadi Ketua Kepanitiaan di kantor, tapi isi acaranya adalah jalan-jalan dan makan-makan. Apakah kamu pernah?…..Hahaha. Yiiyyyy, inilah kisahku…..Aku mengalaminya….Sungguh nyata dan meyenangkan. Ini kisahku kala bersepak terjang…

  • <—-Previous Story Exactly on five in the morning I started to wash my body in the bathroom of Bahrain Plaza Hotel. That day, I would leave Bahrain and heading to Kuwait. After making sure all equipments wasn’t left behind, I went down to the first floor to hand over the key and headed to the…

  • <—-Kisah Sebelumnya Sebuah kekhawatiran hadir seiring dengan kesigapan cabin crew Air Asia AK 39 yang sibuk memeriksa segenap penumpang sebagai pertanda bahwa selongsong terbang merah akan segera merapat di runway Cochin International Airport. Enam roda Air Asia genap menyentuh landasan menjelang pukul satu dini hari, sementara isi kepalaku masih dijejali banyak tanya. “Apakah di dalam…

  • <—-Kisah Sebelumnya Titan mentraktirku makan siang sebelum tiba di hotel. Seporsi nasi pecel di dekat SMAN 1 Semarang. Kemudian dia juga membekaliku Bandeng Presto khas Semarang untuk dibawa pulang ke Jakarta. Wah, baik sekali teman saya yang satu ini. Sebelum benar-benar check-out, Titan yang penasaran tentang bagaimana caraku memilih penginapan murah, ikut bersamaku ke ruangan…