Author: travelingpersecond
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir tengah malam…. Percakapan berbumbu secangkir latte tambahan dengan Pak Arman di lobby Solo Paragon Hotel & Residences masih saja hangat. Sedangkan Rihsan, anak keduanya yang berumur delapan tahun sudah terlelap di salah satu sisi sofa. Aku yakin jika tak menyudahi, pasti kongkow ini akan berakhir saat fajar. Maka akulah yang bertanggung jawab…
-
<—-Kisah Sebelumnya Usai menyantap jajanan ringan Appam, Elai Adai dan Samosa, aku menyempurnakan sarapan dengan menyeruput perlahan Chai panas yang membuat badan menjadi hangat setelah semalaman terpapar dinginnya penyejuk ruangan bandara. Seruputan terakhir Chai menandakan bahwa aku harus bersiap diri menuju destinasi utama hari itu….Apalagi kalau bukan Fort Kochi, sebuah kawasan perpaduan empat budaya yaitu…
-
<—-Kisah Sebelumnya Gelap masih menaungi langit Kochi ketika penanda waktu menunjuk angka enam. Membuat nyali ciut demi melangkah menuju penginapan yang sesungguhnya hanya berjarak satu setengah kilometer. Aku memutuskan untuk tetap duduk di ruang tunggu arrival hall Cochin International Airport Terminal 3. Tapi ternyata…. Saking kantuknya, aku malah duduk terlelap memeluk backpack…. Sedikit melebihi pukul…
-
<—-Kisah Sebelumnya “Pak Donny, lama kita tidak bertemu. Sebelum Bapak menuju hotel, mampir sebentar ya ke Solo Paragon. Kita berbincang dan minum kopi bersama!”, pesan singkat pak Arman ketika aku masih berada di waiting room Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta. Pak Arman….Dia adalah suami dari klien saya, seorang Bangladesh yang menjadi WNI beberapa tahun silam.…
-
Menjadi seorang Ketua Kepanitiaan semasa kuliah….Sudah biasa. Lalu berlanjut menjadi Ketua Kepanitiaan untuk acara kantor….Juga sudah biasa. Dua-duanya sama-sama pusing dan melelahkan. Nah, ini beda…. Kalau kamu disuruh jadi Ketua Kepanitiaan di kantor, tapi isi acaranya adalah jalan-jalan dan makan-makan. Apakah kamu pernah?…..Hahaha. Yiiyyyy, inilah kisahku…..Aku mengalaminya….Sungguh nyata dan meyenangkan. Ini kisahku kala bersepak terjang…
-
<—-Previous Story Exactly on five in the morning I started to wash my body in the bathroom of Bahrain Plaza Hotel. That day, I would leave Bahrain and heading to Kuwait. After making sure all equipments wasn’t left behind, I went down to the first floor to hand over the key and headed to the…
-
<—-Kisah Sebelumnya Titan mentraktirku makan siang sebelum tiba di hotel. Seporsi nasi pecel di dekat SMAN 1 Semarang. Kemudian dia juga membekaliku Bandeng Presto khas Semarang untuk dibawa pulang ke Jakarta. Wah, baik sekali teman saya yang satu ini. Sebelum benar-benar check-out, Titan yang penasaran tentang bagaimana caraku memilih penginapan murah, ikut bersamaku ke ruangan…