Lion Air JT 712: Jakarta (CGK) ke Pontianak (PNK)

<—-Kisah Sebelumnya

Jalur penerbangan Lion Air JT 712 (sumber: flightaware).

Terakhir menunggang “Maskapai Singa Merah” adalah sewaktu pulang dari Tanah Minang di akhir 2018. Kala itu, sangat bersyukurnya diriku karena sempat mencicip kehebatan Boeing 737 Max 8, generasi Boeing yang pernah menjadi andalan banyak maskapai dunia sebelum akhirnya dipensiun massalkan.

Menjelang pukul delapan, seorang ground staff wanita berparas cantik dengan pakaian Cheongsam bermotifkan batik memasuki ruang tunggu di Gate D1 sembari bertutur lantang,

JT 712 tujuan Pontianak dipersilahkan boarding, persiapkan boarding pass dan identitas diri ya Bapak-Ibu“, di langkah terakhir dia membuka pintu yang mengarah ke aerobridge.

Aku bergegas menyusulnya dan menjadi pengantri terdepan. Usai menyobek boarding passku, ground staff cantik itu mengarahkanku menuju aerobridge. Menyempatkan diri menangkap beberapa aktivitas apron dengan Canon EOS, akhirnya tiba jua diriku di pintu masuk kabin.

Aku cukup faham bahwa kini diriku sedang menaiki selongsong terbang berjenis Boeing 737-800NG (Next- Generation). Boeing jenis ini sendiri adalah pesawat yang didesain sebelum keluarnya Boeing 737 MAX. Dilihat dari kondisinya, pesawat masih tampak baru, hal itu berhasil membubuhkan rasa nyaman sebelum memulai penerbangan.

Mulai memasuki kabin, aku bergegas menuju ke bagian ekor untuk mencari keberadaan bangku bernomor 32F. Aku menemukannya tepat di baris ketiga dari belakang, tepat di jendela sisi kanan. Duduk di bagian belakang setidaknya terasa lebih aman karena deret bangku didepanku serta paling belakang tampak tak berpenumpang. Hanya ada tiga pramugari muda duduk tepat di belakangku. Dugaanku, pramugari yang duduk di tengah adalah cabin crew senior karena sepanjang penerbangan dia memberikan materi training yang harus diserap oleh pramugari junior di kiri kanannya.

Sementara itu seorang wanita muda berseragam Dinas Perhubungan dominan putih tegap berdiri mengawasi tindak tanduk segenap penumpang selama boarding. Mungkinkah petugas wanita itu sedang memantau penerapan protokol kesehatan di dalam kabin.

Senangnya bisa terbang lagi.
Kapan lagi ya aku naik Air Asia?.
Bedanya cuma di masker dan kacamata photochromic neutral itu.

Genap setengah jam menyempurnakan boarding, pesawat mulai beranjak dari apron dan bersiap diri untuk lepas landas. Awak kabin dengan sigap mulai memperagakan prosedur kesalamatan penerbangan seiring dengan pesawat yang sedang taxiing.

Pesawat terus begerak menuju salah satu ujung runway untuk kemudian berbalik haluan 180 derajat demi menghadap ke panjangnya landas pacu. Begitu petugas di ATC merilis izin mengudara, maka pesawat mulai memacu kecepatan di atas landasan untuk kemudian melakukan airborne di ujung landasan yang lain.

Di atas udara, penerbangan kali ini harus menembus dominasi awan-awan putih. Tetapi walaupun demikian, beberapa pemandangan terlihat indah ketika pesawat mengudara tepat di atas Pulau Belitung, destinasi wisata andalan tanah air yang pernah kukunjungi pada akhir 2016 silam.  Selain Pulau Belitung, pesawat juga melintas di atas Pulau Serutu dan Pulau Karimata.

Hanya saja, di tengah perjalanan pesawat sedikit mengalami turbulensi ketika melintas di daerah bersih awan, mungkin karena terpaan kencang udara menyebabkannya demikian.

Cengkareng dari atas.
Cruise phase.

Menempuh jarak udara lebih dari tujuh ratus kilometer, pesawat twin jet ini mengudara dengan perkiraan kecepatan enam ratus kilometer per jam.

Satu lagi pemandangan fantastis tertampil sesaat sebelum pesawat mendaratkan roda di Supadio International Airport, yaitu terpampang lebarnya Sugai Kapuas dengan kepadatan rumah-rumah penduduk di kedua badan sungai. Bahkan sebelum pemandangan spektakuler itu tiba, pemandangan Sungai Kakap dan Sungai Pinang juga turut menambahkan pesona Pontianak ketika dilihat dari udara.

Wing flap di kedua sayap pesawat kini mulai diturunkan sebagai persiapaan pendaratan, tampak dengan jelas smoke trail yang menyembur dari ujung sayap sebagai kamlufase pendinginan udara sekitar karena bertumbukan dengan panasnya gas buang pesawat.

Dan ketika pesawat menyentuh ujung landasan, begitu terpesonanya mataku melihat gagahnya antrian pesawat tempur jenis Hawk 109/209 milik Skuadron 1/Elang Khatulistiwa. Sebuah pesona penerbangan yang mengagumkan sepanjang satu jam lima belas menit.

Mulai masuk pulau Kalimantan.
Sungai Pinang dan Sungai Kakap di selatan Sungai Kapuas.
Nah itu aktornya….Sungai Kapuas, man!
Lihat fenomena smoke condensation di sayap pesawat itu….Keren ya?
Hawk 109/209 yang selalu siap menjaga udara Nusantara.
Modernnya Supadio International Airport.
Yuk, kita lihat sisi dalam bandaranya seperti apa!

Kamu mau dong terbang ke Pontianak?

Nih sebagai alternatif, tiket pesawat dari Jakarta ke Pontianak bisa dicari di 12Go atau link berikut: https://12go.asia/?z=3283832

Kisah Selanjutnya—->

Leave a Reply