Author: travelingpersecond
-
<—-Kisah Sebelumnya Menghindari jalanan yang sama saat menuju Saint Francis Church, aku merubah haluan. Kupilih menapaki Ridsdale Road yang di sepanjang kanannya tertampil Parade Ground yang memainkan peran sebagai bumi perkemahan bagi warga Fort Kochi, sangat lapang dengan rumput nan menghijau. Hanya dalam dua blok, aku mengikuti arus di tikungan untuk bergabung dengan pejalan kaki…
-
<—-Kisah Sebelumnya Di jalur keluar Princess Street aku telah memutuskan untuk mengambil arah kanan demi melanjutkan eksplorasi. Walau panas sudah tak semenyengat beberapa jam sebelumnya, tetapi tetap saja paparan surya tanpa jeda membuat badan bekeringat dan kulit samar terbakar. Namun hal tersebut tak membuatku berjalan terburu. Rasa ingin tahu sekitar mengalahkan segalanya. Di sebuah sudut,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Menaiki kereta peninggalan Belanda adalah salah agenda penting dalam Marketing Conference pada bulan Oktober nanti. Oleh karenanya, hari pertama surveyku ke Solo menempatkan Kereta Wisata Jaladara sebagai prioritas pertama. Dan pihak yang bisa dikulik informasinya perihal penyewaan kereta wisata ini adalah Dinas Perhubungan Kota Solo. Maka setelah menikmati sendok terakhir Es Dawet Telasih,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Setelah beberapa waktu duduk bersantai di Nehru Park for Children, aku keluar dari area taman tepat di gerbang pojok selatan yang tepat menghadap Jawahar Park. “Cukup sudah….Tak perlu mengunjungi taman sebelah, waktuku tak lagi cukup”, aku membatin ketika berdiri tepat di sebuah perempatan. Berdiri tegak, mataku lekat memandang ke ruas jalan di utara,…
-
<—-Kisah Sebelumnya Walau Rahadian baru tiba di Solo saat pagi buta dan sempat menumpang mandi serta sarapan, maka sesuai jadwal, aku tetap melakukan check-out dari Grand Amira Hotel by Azana. Waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 WIB saat kami keluar ke pelataran hotel. Aku segera memesan taksi online dan meluncur menuju daerah Sudiroprajan untuk melakukan survey…
-
Malam tadi aku baru saja merapat ke ibu kota pasca menunaikan momen sakral umat muslim….Yupz, mudik Ied Mubarak. Usai berbasuh dengan air hangat demi mengendorkan otot betis setelah delapan belas jam tanpa henti menginjak pedal, aku tak lekas jua memejamkan mata. Sisa cuti yang masih lima hari tetiba membuatku insomnia. Apa kata jagat jika aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Seporsi soto mie seharga tiga belas ribu rupiah yang terlahap di sebuah kedai di sekitar arena atraksi menjadi penawar lapar setelah menempuh perjalanan sejauh sembilan puluh kilometer dari Bandar Lampung menggunakan sepeda motor sewaan. Genap tiga jam lamanya perjalanan itu, mengendapkan segenap rekam alam di salah satu ruang memori kepalaku. Beberapa menit lalu…