Author: travelingpersecond

  • <—-Kisah Sebelumnya Setidaknya aku bisa menepati waktu kepada diriku sendiri. Tepat dua jam lamanya aku menikmati area Umm Suqeim dengan pemandangan taman dan pantai terbaik. Tepat pukul empat sore aku sudah mengemasi kamera mirrorlessku ke dalam folding bag. Aku melangkah pergi meninggalkan Umm Suqeim Beach. Aku melangkah cepat menyusuri jalanan di sisi barat Umm Suqeim…

  • <—-Kisah Sebelumnya Waktu terus bergulir, kali ini sudah pukul tiga sore. Aku pun bergegas meninggalkan Umm Suqeim Park untuk memulai eksplorasi di kawasan pantainya, Umm Suqeim Beach tentunya. Melalui gerbang sisi utara, akhirnya aku berhasil keluar dari taman. Aku berdiri sejenak mengawasi pemandangan di depanku. Pemandangan pertama adalah keramaian pengunjung dalam berburu makanan di Wide…

  • A guest post from Khusboo Mehta Bali ranks high on the bucket list of most travel enthusiasts. It isn’t hard to understand why as these islands are captivating and picturesque. This makes Bali honeymoon packages highly sought after among travellers. Bali is most famous for its beaches. The waters here are warm and vibrant with…

  • <—-Kisah Sebelumnya Waktu telah menunjukkan pukul dua siang ketika aku melangkah melewati sisi barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Emarat. Emarat sendiri adalah perusahaan minyak milik pemerintah Uni Emirat Arab. Tepat di ujung sisi barat SPBU itu terdapat gerbang untuk memasuki Umm Suqeim Park. Perutku berbunyi tepat ketika aku melangkah memasuki taman. “Saatnya makan siang”, aku…

  • <—-Previous Story After returning from Banpo Bridge in Seocho District, I immediately rushed to bed to prepare myself for tomorrow’s adventure. Tomorrow was my last chance to enjoy Seoul because the day after tomorrow I had to leave to my homeland. Huhuhu….Sad —-****—- The morning sun shone through the window in the sloping wall of…

  • <—-Kisah Sebelumnya Berbincang hangat dengan Sanu, seorang pekerja muda asal Kerala, membuat waktu tak terasa telah terlewati selama beberapa saat. Perjuangan seorang Sanu yang terlahir dari seorang keluarga sederhana di kotanya mampu membuatku berempati atas semua kerja kerasnya mengadu nasib di kota megapolitan Dubai. Aku yang khusyu’ mnendengarkan semua ceritanya tiba-tiba melempar pandangan ke arah…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tepat tengah hari aku terduduk di pelataran utara Al Fahidi Fort. Aku duduk tepat di depan Dhow Boat –perahu tradisional khas Timur Tengah– yang menjadi property milik Dubai Museum. Sementara sang surya menyelinap malu di balik gumpalan awan yang melindungi kota dari sinar teriknya. Para pengunjung masih berlalu lalang di hadapan demi menikmati…

  • <—-Previous Story Luckily I didn’t sink into a deep nap in Kimchee Guesthouse Sinchon. A little past five in the afternoon I woke up. Immediately unpacking contents of my backpack, I looked for a toiletries bag and microfiber towel for my first bathing needs since 35 hours ago. I purposely splashed myself with warm water…

  • <—-Previous Story I was still standing motionless in north of square to enjoying the majesty of Gwanghwamun Gate , the six-century gate belonging to Gyeongbok Palace. Gwanghwamun Square with its andesite rock floor and a mix of green garden grass seemed to be starting to fill up with the flow of tourists visiting. Apart from…

  • <—-Kisah Sebelumnya Membelakangi Bur Dubai Al Kabeer Masjid, aku menatap kuat bangunan mirip benteng di hadapan. Aku berdiri tepat di sisi utaranya dan tampak area parkir sisi utara itu dipenuhi oleh kendaraan. Sebuah pertanda bahwa bangunan benteng itu sedang ramai dikunjungi para wisatawan. Kuperhaikan jelas bahwa keramaian itu terletak di sisi barat benteng, tampak bendera…