Tag: Wisata Sumatera Barat

  • Aku masih memandangi Rumah Kelahiran Bung Hatta itu dari trotoar Jalan Soekarno Hatta, Bukan tak rela meninggalkannya, tetapi aku terus berfikir bagaimana sebuah tim kerja membangun replika rumah itu dengan persisnya karena rumah aslinya sudahlah runtuh pada 1962 silam. Melangkah kembali menuju arah semula datang, aku berbelok ke Jalan Pemuda setelah melewati Banto Trade Centre.…

  • Perpaduan kuning, biru dan oranye itu sedikit ternoda dengan kelupasan cat dinding Banto Trade Centre. Tetapi bukan itu fokusnya, jabat tangan Ramlan Nurmatias dan Joko Widodo lah yang dari tadi membuatku terpana. Sepertinya Walikota dan orang nomor satu negeri ini telah sepakat perihal peletakan batu pertama proyek revitalisasi Pasar Ateh….Syukurlah, Bukittinggi sedang giat membangun rupanya.…

  • Beranjak dari Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Aku bergerak turun menyusuri Jalan Istana, melintas Plaza Bukittinggi, menyapa Jam Gadang, menapak di Jalan Minangkabau kemudian masuk ke Jalan Cindua Mato. Selangkah kemudian, aku memasuki Pasar Atas. Sebagian besar kios masih tertutup karena aku terlalu pagi menyambanginya. Tak ada yang bisa kuperbuat, hanya beberapa kios yang sedang…

  • Satu jam sudah aku mengupas kisah heroik di Tugu Pahlawan Tak Dikenal. Kini aku akan belajar sejarah lainnya di taman yang berbeda. Letaknya tepat di seberang timur tugu hitam berbentuk naga itu. Hanya perlu menyeberang sejenak Jalan Istana. Dari etalase signboard di gerbang depan taman, rupanya Sumatera Barat sedang bersiap diri untuk menggelar seri balap…

  • Hanya ada Noah yang mendengkur tergelepar karena efek residual dari mabuk semalam di De Kock Cafe lantai 1. Aku berusaha tetap senyap untuk berguyur di shower ujung kamar. Bahkan hingga aku telah siap berkelana pun, dengkurnya tak berubah nada sama sekali. Cafe bawah tetap terbuka lebar tanpa penjaga saat aku meninggalkan penginapan dengan kondisi setengah…

  • Seketika aku tersadar bahwa aku belum menunaikan kewajiban Shalat Maghrib. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul  19:10 dan suara shalawatan telah menghilang sejak tadi. Lalu waktu memaksaku untuk segera beranjak dari pelataran Plaza Bukittinggi. Menyusuri Jalan Cinduo Mato, aku sudah tak menemukan keramaian seperti yang kubayangkan. Sebagian besar ruko di kiri-kanan jalan sudah mulai menutup pintu.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Malam paripurna di Pekanbaru menjadi sesi nostalgia dalam aroma durian dan gurihnya seporsi Malon (Manuk Londo) yang tampak montok di atas piring. Inilah pertemuan yang sengaja kupersiapkan bersama seorang pengusaha durian yang entah berapa lama tak bersua, sebelum meninggalkan Pekanbaru esok hari. —-****—- Pagi menyambut bebarengan dengan kunyahan toast buatan Toko Roti Ganda…

  • I was still staring at Bung Hatta Birth House from sidewalk of Soekarno Hatta Street, not willing to leave it, but I kept thinking about how a work team built a replica of that house precisely because the original house had collapsed in 1962 ago. Stepping back towards the direction which I originally came, I…