Brunei Darussalam Tanpa Itinerary (part 2)

10 Mei 2015

Perjalanan pulang dari Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah menempuh jarak 4km dan memakan waktu 1 jam.

Sebelum Gw putuskan jalan, sebetulnya Gw sempat nemuin bus, ketika Gw Tanya orang setempat, bus gratis itu menuju ke arah BSB Bus Terminal. Gw pede aja naik dari depan Masjid dan duduk di belakang sopir bus, gw ajak ngobrol aja dan ternyata dia orang Surabaya….walah…….Gw tanya apakah benar bus ini menuju BSB Bus Terminal……eh ternyata engga. Katanya kalau naik bus ini, Gw bakal tambah jauh dari terminal dan dia saranin Gw untuk naik taxi. Akhirnya gw diturunkan di halte depan sebuah rumah sakit.

Dari situ Gw berusaha cari taxi….tapi nungguin 30 menit kok ga lihat satupun taxi lewat. Gw tanya aja ke Bapak-Bapak yang duduk di parkiran komplek ruko. Lagi-lagi orang Brebes ternyata….mantabbb….katanya taxi di Brunei kalau sudah lewat jam 17 harus pesan lewat telpon….haseekkk….mana Gw ga pernah beli SIM Card negara setempat kalau jalan-jalan (lha wong ngandalin kompas sama peta…gratis).

Akhirnya Gw putuskan jalan kaki….siap-siap pegel aja nih. Gw hanya berpatokan jalan ke arah tenggara. Si Erza kelihatan aktif bertanya ke setiap orang yang bisa dia tanya. Nanya ke security….ke orang yang lewat dijalan….semua ditanya….hahaha.

Jalanan di Brunei jam 18-an memang sepi tetapi semua terlihat aman….menurut kabar berita, Sultan menjamin keamanan orang yang berkunjung ke Brunei….keren.

Kita sempat kedodoran dan duduk lesehan di trotoar depan balai bomba Bandar Seri Begawan (Pemadam kebakarannya Bandar Seri Begawan). Karena tepat di pertigaan lampu merah, jadinya banyak pengemudi mobil yang aneh ngelihatin kita….wkwkwk.

Cukup rehat 15 menit….Gw lanjut jalan. Setelah hampir 1 jam berjalan, Gw sudah deket ama hostel….jam 19:30 banyak ruko yang sudah pada tutup….tetapi terlihat ada Mc. D yang masih buka. Gw masuk buat cari minum sama manfaatin WiFi untuk berkabar ke tanah air.

Akhirmya sampai di dormitory.

Ini beberapa foto K.H Soon Resthouse :

KH Soon1

Si Erza lagi siap-siap berangkat

KH Soon2Koridor di K.H Soon Resthouse

Breakfast

Gw kembali lagi menuju Pasar Tamu Kianggeh karena memang dekat dormitory. Ya namanya pasar pasti makanannya bakalan murah.

breakfast pasar tamu kianggehTepat….1,5 dollar Brunei cukup buat makan ini

 

Istana Nurul Iman

Setelah breakfast, Gw menuju BSB Bus Terminal untuk cari bus no. 42 menuju Istana Nurul Iman. Cukup bayar 1 dollar dan memakan waktu 15 menit perjalanan.

Sesampai di Istana Nurul Iman, Gw menuju pos jaga dan beranikan diri tanya ke tentara penjaga Istana di pos jaga. Kata dia, kita ga boleh masuk dan akhirnya Gw minta izin foto-foto di depan gerbang saja. Dia mempersilahkan dengan sopan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gagal ke Tasek Lama Recreational Park

30 menit ambil foto di Istana Nurul Iman, Gw bermaksud segera menuju Tasek Lama Recreational Park….Gw kembali ke BSB bus terminal.

Dari BSB Bus Terminal Gw naik bus no 36.

Selama perjalanan Gw galau….antara tetap ke Taman Tasek Lama atau langsung menuju ke Bandara saja. Dengan pertimbangan lamanya waktu tunggu bus di Brunei, Gw fikir setelah selesai dari Taman Tasek Lama belum tentu Gw dapat Bus dengan cepat. Daripada Gw ketinggalan pesawat ke Jakarta lebih baik Gw putuskan batal ke Taman Tasek Lama dan langsung menuju airport dan killing time disana saja. Waktu boarding Gw mepet banget….jam 15 harus boarding gaes.

Gw bilang ke sopir bus keturunan Pakistan yang lancar berbahasa Jawa untuk menuju ke airport saja. Gw harus bilang ke dia begitu, karena pas berangkat tadi Gw minta diturunin di jalan terdekat dengan Taman Tasek Lama.

Akhirnya tiba di bandara:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ngadem disini saja……

masjid bandara

Dzuhur….masjid airport adalah bangunan terpisah dari airportnya….bersebelahan

Menjelang check-in si Erza kembali ke dormitory karena dia masih sehari lagi di Brunei dan akan lanjut ke Philippines.

Okay, perjalanan mendekati titik akhir.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Air Asianya full seat… ternyata banyak turis dari KL datang ke Brunei hanya dua hari, Sabtu dan Minggu….karena mungkin jaraknya yang dekat.

Yang perlu kamu ketahui, pengecekan berat dan ukuran tas Air Asia di bandara ini sangat ketat. Tas harus diukur dan ditimbang satu-satu. Jika berlebih atau ukuran tas terlalu besar untuk masuk bagasi kabin, siap-siap aja keluar cost untuk masukin tas di bagasi lambung pesawat.

So…..Gw terbang lagi ke Jakarta transit KL….besok senin musti gawe lagi..

Brunei Darussalam Tanpa Itinerary (part 1)

9 Mei 2015 – Prinsip utama yang Gw anut untuk menjadi seorang petualang adalah sikap pantang menyerah terhadap apapun yang menghalangi rencana Gw. Jika Gw bertemu halangan maka Gw akan mencari jalan lain untuk mencapai tujuan

Ini kejadian pertama yang hampir membuat Gw gagal berangkat. Sikap pantang menyerah mengubah rencana ini menjadi perjalanan tanpa rencana.

Trip ke Brunei Darussalam adalah trip pengganti tanpa itinerary. Terjadi karena tidak di approvenya cuti perjalanan Jakarta-Vientiane-Luang Prabang-Chiang Mai-Bangkok-Yangon-Jakarta, 8-17 Mei 2015.

Ini modifikasi tiket yang akhirnya Gw bikin:

ilustrasi tiket

 

 

Dua tiket hangus dan tiga tiket baru harus Gw issued

Keluar budget tambahan itu pasti, tapi ga masalah daripada ga jadi ngetrip sama sekali.

8-10 Mei 2015, akhirnya trip ke Brunei pun tiba. Tanpa persiapan detail ,Gw berangkat.

Kesan baru dalam flight ini adalah pertama kalinya Gw terbang diatas Laut Cina Selatan….terdengar keren aja kala itu.

Air Asia AK272 landing jam 10:05 di Brunei International Airport.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bandara terbilang sepi untuk ukuran bandara utama sebuah negara

Sembari menunggu bus ke tengah kota,  Gw masuk KFC….kaget ternyata pelayannya orang Pacitan. Katanya di Brunei banyak orang Jawa bekerja…..Asek, serasa di negeri sendiri.

KFC

 

Ngobrol bahasa Jawa aja di KFC

Akhirnya bus datang setelah 1 jam nungguin, bus hanya berhenti sebentar, jadi Gw terpaksa lari pontang-panting ngejarin bus yang sudah pelan-pelan jalan meninggalkan bandara….seru nih. Dengan 1 Dolar Brunei sudah bisa nganterin Gw ke terminal Bandar Seri Begawan.

bus

Interior bus…sepi penumpang kan.

bus2

Bus kota yang mungil di terminal Bandar Seri Begawan

Untuk menghemat waktu karena sudah jam 13:00, Gw putuskan langsung menuju venue, perkara penginapan nanti saja, karena yang Gw jalani sekarang adalah trip yang sangat pendek.

  1. Kampong Ayer

Dengan berjalan kaki, dari terminal Gw menuju Kampong Ayer. Untuk mencapai ke pusat Kampong Ayer kamu hanya perlu keluarkan 50 sen untuk bayar jasa perahu mesin.

kampong ayer

Pemukiman dilihat dari Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery

Venue gratis disini adalah Kampong Ayer Cultural & Tourism Gallery, untuk masuk Gw hanya perlu isi buku tamu di resepsionis. Kunjungan ke galeri dikombinasi dengan jalan-jalan di pemukiman Kampong Ayer sangatlah menarik.

Walaupun perairan ini dipakai untuk pemukiman, tetapi kejernihan airnya terbilang sangat terjaga…..salut…. bagaimana ya mereka memanajemen limbah rumah tangga?

  1. Pasar Tamu Kianggeh

Puas berkeliling di Kampong Ayer, Gw segera menepi. Gw mau jalan-jalan ke pasar.

Kali ini Gw merasa dimuliakan oleh seorang Bapak bersama anaknya yang seperahu dengan Gw menuju ke tepi, karena tahu gw turis, dia membayar ongkos perahu Gw. Walaupun hanya 50 sen, itu sangat menyentuh sekali.

perahu

Perahu menuju Pasar Tamu Kianggeh berhenti disini

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKeliling Pasar Tamu Kianggeh cari souvenir….kaga dapeeettt

Cukup keliling 30 menit untuk melihat bagaimana mereka berniaga….seru.

  1. K.H Soon Resthouse

Akhirnya Gw mulai mencari dormitory di sekitar pasar. Pencarian online di Agoda.com dan Booking.com sehari sebelum berangkat tidak membuahkan hasil sehingga perlu meluangkan waktu untuk mencari on the spot disana.

Dormitory yang pertama Gw sambangi tentunya Pusat Belia Youth Hostel.

IMG-20150609-WA0004Dormitory popular ini full booked karena pekan olahraga pelajar di Brunei

Gw bergegas menuju dormitory kedua -K.H. Soon Resthouse-  tidak jauh dari dormitory pertama. Yess… ada slot 3 bed tersisa.…jadi langsung aja Gw ambil tanpa fikir panjang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADormitory milik warga Tionghoa….Gw sekamar dengan backpacker asal Amerika, Inggris dan Semarang.

Si Erza berangkat dari Pontianak selepas menyelesaikan tugasnya sebagai seorang dosen (doi ngajar di Semarang). Menurutnya, masuk Brunei lewat darat sangatlah ketat, doi musti keluarkan isi tas satu-persatu untuk di cek petugas imigrasi dan tak luput isi dompet juga di cek….hahaha….asyek juga tuh pengalamannya.

Travelmate pertama Gw yang kenal di perjalanan selama menjadi seorang backpacker nih….hingga saat ini masih saling kontak bahkan saling tuker itinerary.

  1. Masjid Omar Ali Saifuddien

Tidak berlama-lama di dormitory, kita akhirnya melanjutkan penjelajahan kota Bandar Seri Begawan.

Venue terdekat adalah Masjid Omar Ali Saifuddien. Sebelum masuk untuk shalat Ashar, Gw perlu mengisi buku tamu di pintu masjid.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADilarang mengambil foto didalam masjid dan disediakan gamis shalat di depan pintu masuk.

masjid

 

Pemandangan di pelataran masjid

  1. The Mall Gadong

Setelah tahu bahwa Musium Kerajaan Regalia yang dekat dengan masjid tutup, Gw bergegas ke terminal bus untuk menuju The Mall Gadong.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bus nomor 01 mengantar kita ke The Mall Gadong cukup dengan 1 dolar

Jika dibandingkan dengan mall di Jakarta , mall ini masih berukuran kecil. Gw hanya jalan keliling di dalam mall untuk melihat aktivitas masyarakat lokal.

Saat di dalam The Mall Gadong, Gw sudah sadar diri bahwa Gw akan jalan kaki menuju dormitory saat pulang nanti, karena bus hanya beroperasi hingga pukul 17:00….enjoy saja.

  1. Gadong Night Market

Gadong Night Market berjaran 350m dari The Mall Gadong. Karena ini pasar kuliner, Gw putuskan untuk dinner disini karena harganya cukup murah. Dengan 2 dollar Brunei Gw bisa makan kenyang.

gadong

gadong2

gadong3

Boleh dibilang ini adalah venue paling berkesan karena akhirnya Gw menemukan keramaian yang sejak pagi sangat langka ditemui. Pasar ini banyak dikunjungi warga yang pulang dari kerja untuk beli makan malam dan dibawa pulang.

Kalau Gw cukup duduk di aspal dan menikmati santap malam bersama travelmate dadakan Gw….hahaha. So pasti night market ini menyediakan tempat parkir yang luas untuk menampung para pengunjung yang 90% bermobil….Selama 2 hari di Brunei Gw hanya 4x menemui sepeda motor di jalanan dan itu pun semuanya motor sport ber cc besar. Kaya emang negara ini.

  1. Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah

Puas mencoba beberapa kuliner lokal, Gw akhiri perjalanan ini untuk shalat Maghrib di Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAMasjid ini tergolong megah karena marmernya sangat bagus.

Setelah selesai shalat Maghrib dan mengagumi keindahan masjid terbesar di Brunei ini, Gw pulang.

Pasti sudah tahu kan kalian?….Gw musti jalan kaki sejauh 4 km selama 1 jam menuju dormitory….bagian yang selalu Gw rindu setiap nge-trip adalah jalan kaki.

Bersambung ke bagian 2