Tag: Fort De Kock

  • Bertaruh dengan hujan, kutinggalkan Kinantan Zoo. Kufikir akan sangat merugi untuk melepas begitu saja pesona patahan alam yang dimiliki Kota Bukittinggi itu. Undur diri melalui alur yang sama sedari memasuki Fort de Kock, Jembatan Limpapeh dan TMSBK, kini aku sudah berdiri lagi di gerbang terdepan benteng persegi itu. Anak muda usia datang dengan senyum menghampiriku.…

  • “Masih ada waktu”….Batin terus memaksa langkah. Tiket TMSBK digenggaman, lalu di ujung Fort de Kock aku meyaksikan keramaian di bukit sebelah. Sementara fikiran terus membayangkan eloknya Ngarai Sianok, sedangkan segantung jembatan ikonik menyambutku di depan pandangan. Aku tak bisa mengelak pesonanya….. Enam Atap Gonjong di pusat, empat utas baja raksasa menahan deck bridge sepanjang 90…

  • Aku masih memandangi Rumah Kelahiran Bung Hatta itu dari trotoar Jalan Soekarno Hatta, Bukan tak rela meninggalkannya, tetapi aku terus berfikir bagaimana sebuah tim kerja membangun replika rumah itu dengan persisnya karena rumah aslinya sudahlah runtuh pada 1962 silam. Melangkah kembali menuju arah semula datang, aku berbelok ke Jalan Pemuda setelah melewati Banto Trade Centre.…

  • Pengemudi: “Don, turun di sini saja ya. Mobil mau ambil arah kanan, nanti tambah jauh”. Aku: “Oh Okay, Uda. Sini aja gapapa”. Diturunkan Annanta Travel di Jalan Veteran, aku sejenak duduk meregangkan kekakuan otot setelah duduk di jok belakang selama 8 jam.  Patung putih Tuanku Imam Bonjol diatas kudanya menjadi pemandangan pertama yang menjamu kedatanganku…

  • Berjalan kaki menyusuri Jalan Veteran, aku perlahan mendekati Hotel De Kock untuk melalukan check-in. Sejuk dan damai itulah gambaran awal di kepalaku mengenai Bukittinggi  ketika pertama kali tiba. 1. Jembatan Limpapeh Setengah perjalanan menuju penginapan, aku sudah terpesona dengan sebuah jembatan gantung. Adalah Jembatan Limpapeh yang membentang diatas Jalan Ahmad Yani. Didirikan pada tahun 1992…

  • Bet with rain, I left Kinantan Zoo. I think it would be very disadvantage to just let go of Bukittinggi’s natural fracture charm. Going through same path as I entered Fort de Kock, Limpapeh Bridge and TMSBK, now I was standing again at front gate of that square fort. A young age man came with…

  • “There’s still time“….Inner continued to force steps. TMSBK ticket was grasped, then at the end of Fort de Kock I saw a crowd on next hill. While the mind continued to imagine an exquisite Sianok canyon, while a iconic suspension bridge welcomed me at front. I couldn’t dodge its charm….. Six Gonjong Roofs in the…

  • I was still staring at Bung Hatta Birth House from sidewalk of Soekarno Hatta Street, not willing to leave it, but I kept thinking about how a work team built a replica of that house precisely because the original house had collapsed in 1962 ago. Stepping back towards the direction which I originally came, I…

  • Driver: “Donny, just get off here, okay? This car will turn to right, then car will run further away from downtown“. Me: “Oh Okay, Uda. No problem for me“ I was lowered by Annanta Travel on Veteran Street, I sat for a moment and stretched muscle stiffness after sitting in the back seat for eight…

  • Walking through Veteran Street, I slowly approached De Kock Hotel to check-in. Cool and peaceful is an image in my head about Bukittinggi when I arrived. 1. Limpapeh Bridge Halfway to hotel, I was fascinated by a suspension bridge. It is the Limpapeh Bridge which stretches over Ahmad Yani Street. It was built in 1992…