Perpaduan kuning, biru dan oranye itu sedikit ternoda dengan kelupasan cat dinding Banto Trade Centre. Tetapi bukan itu fokusnya, jabat tangan Ramlan Nurmatias dan Joko Widodo lah yang dari tadi membuatku terpana. Sepertinya Walikota dan orang nomor satu negeri ini telah sepakat perihal peletakan batu pertama proyek revitalisasi Pasar Ateh….Syukurlah, Bukittinggi sedang giat membangun rupanya.
Sementara itu, pelataran Banto Trade Centre menjadi area niagawan sayur mayur untuk menjajakan dagangan diatas gerobak dan motornya. Lalu jauh di depan sana, masih di bilangan Jalan Soekarno Hatta, plakat emas “Adipura Kencana” dijunjung oleh tiang tunggal berwarna putih. Menunjukkan bahwa kota ini diakui kebersihan oleh seantero negeri.
Sekitar dua kilometer sajalah, avku tiba di sebuah mulut gang. “Gg Komp Sabar” begitulah aksara dalam plat nama berwarna hijau yang ditegakkan berdempat dengan tiang hitam berukuran lebih besar dengan aksara putih tebal “Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta Proklamator RI, Jl. Soekarno Hatta No. 37 Bukittinggi”
Sebelas tahun Bung Hatta tinggal di rumah ini.
Adalah duplikasi arsitektur rumah aslinya yang apabila masih berdiri akan berusia 160 tahun. Sayang rumah itu telah runtuh di era 60-an, tetapi atas gagasan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, dibangun ulanglah rumah itu.
Dibangun mengikuti lekuk aslinya, sesuai yang tergambar di memoir dan berbagai dokumentasi milik keluarga. Secara umum rumah ini juga dapat menggambarkan situasi dan kehidupan masyarakat masa lalu dan khususnya keluarga besar Bung Hatta.
Bangunan Utama
Rumah khas Bukittingi ini terdiri atas bangunan utama, pavilion, lumbung padi, dapur, kandang kuda, dan kolam ikan.
Bangunan utama sendiri terdiri dari dua lantai dan berada di bagian terdepan area rumah. Bangunan utama berfungsi untuk menerima tamu, ruang makan keluarga dan kamar tidur ibu, paman, dan kakek Bung Hatta.
Berikut sekilas pandang bilik-bilik pada kedua lantai bangunan utama:
Lantai 1.
Foto keluarga Bung Hatta.
Meja pertemuan keluarga.
Sumur.
Meja makan keluarga.
Lantai 2.
Kamar orang tua Bung Hatta, di ruangan inilah Bung Hatta dilahirkan.
Meja makan tamu.
Pavilion
Di belakang bangunan utama, dibangunlah sebuah pavilion. Bangunan tembok putih itu digunakan untuk ruang dapur, kamar tidur Bung Hatta, kamar mandi, kandang kuda dan ruang bendi. Dari ruangan kamar itulah, Bung Hatta memulai pendidikannya di Europese Lageree School (ELS) Bukittinggi. Di dalam kamar itu pula tersimpan sepeda ontel yang disebut sering dipakai Bung Hatta sehari-hari diberikan orang tuanya sejak usia 8 tahun.
Kamar Bung Hatta di dekat lumbung padi. Disebut sebagai Ruang Bujang.
Dia tinggal bersama sang kakek, Syech Adurrachman yang dikenal pula sebagai Syech Batuhampar. Sang kakek sendiri berprofesi sebagai kontraktor pos partikelir itu.
Di akhir kunjungan aku penasaran dengan profil Ma’ Etek Ayub sebagai sosok yang banyak membantu Bung Hatta dalam melanjutkan sekolah, pekerjaan beliau adalah Praktek “Dagang Waktu”. Kebingungan akan jenis pekerjaan tersebut, kuberanikan bertanya kepada seorang wanita tua yang bekerja merawat keseluruhan rumah itu.
Dapur.
Kandang kuda.
Bugi atau bendi sebagai kendaraan Bung Hatta kala sekolah.
Lumbung Padi
Selayaknya rumah-rumah zaman dahulu, saat bangsa ini masih mengalami kesulitan ekonomi. Lumbung padi adalah satu upaya untuk memastikan keterjaminan pangan keluarga.
Lumbung gedek penyimpan padi.
Usai tuntas menempuh pendidikan dasar, Bung Hatta melanjutkan pendidikan menengahnya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) atau sekolah menengah di kota Padang.
Bagaimana ya rasanya menjadi traveler dengan banyak sponsor?
Wah, pasti menyenangkan ya. Dengan sponsor kita bisa berkeliling dunia tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Tentunya traveler seperti itu tidak mendapatkan sponsor dengan tiba-tiba, melainkan didapatkan melalui proses panjang dan membutuhkan konsistensi. Mereka secara persisten membangun branding diri melalui kreasi blog atau vlog yang mereka rintis dari nol.
Jadi sebenarnya, kita semua memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesuksesan seperti itu. Hanya saja kita perlu meneladani bagaimana kesabaran dan konsistensi mereka mencapai puncak kesuksesan tersebut.
Memang benar bahwa menjalani sebuah hobby tidak selalu identik dengan menghambur-hamburkan uang. Pesatnya perkembangan dunia digital membuat seorang traveler bisa terhubung dengan berbagai entitas bisnis. Hubungan inilah yang pada akhirnya menciptakan simbiosis mutualisme. Simbiosis ini akan mendatangkan keuntungan untuk bisnis perusahaan yang dimaksud dan secara bersamaan bisa membantu para traveler untuk menjalankan passionnya bekeliling dunia.
Salah satu aspek dalam perkembangan dunia digital adalah digital marketing. Terkait dengan passion apapun maka berkembangnya digital marketing telah membuka peluang bagi setiap orang dari latar belakang passion yang berbeda-beda untuk mendapatkan penghasilan.
Dunia digital memang sedang disibukkan dengan persaingan para content creator yang menghasilkan banyak pendapatan. Online shop dan berbagai bidang pekerjaan baru seperti web design, dropshipping, pay per click dan yang lainnya tumbuh menjamur di sekitar kita.
Sebagai seorang travel blogger, saya tentu tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan rezeqi dari dunia digital. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman dalam mengembangkan bisnis affiliate marketing yang sudah saya jalankan selama dua tahun terakhir.
Sumber: zahiraccounting.com
Genap tiga tahun, saya telah menekuni passion sebagai seorang travel blogger. Bermula dari keinginan untuk mendokumentasikan semua pengalaman ber-solo traveling melalui sebuah cerita, hingga akhirnya datanglah sebuah penawaran kerjasama dari salah satu e-commerce perjalanan dari Asia.
Sebagai seorang traveler yang mempunyai keinginan besar untuk menjelajah dunia secara kontinyu maka saya menyambut tawaran itu dengan antusias. Siapa sih yang tidak ingin jalan-jalan dengan uang yang berasal dari hobby menulis ?
Pada awalnya saya tidak benar-benar memahami apa itu affiliate marketing, bagaimana cara kerjanya dan bagaimana saya mendapatkan uang dari program tersebut.
Tetapi karena saya memiliki kemauan kuat untuk mendapatkan sumber pendanaan baru untuk menjalan passion traveling maka saya dengan cepat mulai belajar tentang affiliate marketing. Kemudian saya mulai menelaah satu demi satu bagaimana caranya supaya mencapai kesuksesan dari bisnis baru yang akan saya kerjakan.
Tentu penawaran untuk menjadi affiliate marketer ini terkait dengan hobby yang saya geluti. Hal tersebut yang menjadikan bisnis ini menjadi sesuatu yang menarik. Karena hobby saya adalah traveling maka bisnis affiliate marketingyang saya geluti adalah penjualan tiket perjalanan.
Apa itu Affiliate Marketing
Affiliate marketing merupakan salah satu bisnis internet marketing yang paling popular. Prinsip dasar dari bisnis ini adalah mendapatkan komisi dari usaha penjualan. Seperti pola pada dunia marketing umumnya dimana kita akan mendapatkan sebuah imbalan komisi ketika berhasil melakukan penjualan terhadap sebuah produk dari perusahaan tertentu. Hanya saja basis penjualan dalam bisnis ini terletak pada penggunaan internet.
Sumber: larryludwig.com
Untuk keperluan bisnis tersebut maka pada umumnya affiliate marketer memiliki blog atau website sebagai tempat untuk mengiklankan produk perusahaan yang bekerjasama dengannya. Blog atau website juga berfungsi untuk membagikan link referal dari bisnis affiliate marketing kepada para pembaca.
Bagaimana saya tidak bersemangat karena bisnis affiliate marketing adalah bisnis yang tidak membutuhkan modal. Hal ini tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Selain itu bisnis affiliate marketing juga bisa dianggap sebagai penghasilan pasif karena hanya dengan aktif menulis di blog maka para pembaca akan terpapar secara langsung dengan iklan bisnis yang umumnya diletakkan pada widget.
Berarti affiliate marketing sama saja dengan reseller dong?
Tentu berbeda, jika reseller harus membeli produk dari perusahaan terlebih dahulu sebelum menjualnya maka affiliate marketing hanya perlu mendaftar untuk kemudian bisa mulai menjual produk sebuah perusahaan tanpa harus membeli produk tersebut terlebih dahulu. Atas mekanisme tersebut maka komisi dari reseller umumnya lebih tinggi daripada komisi yang didapat affiliate marketer.
Tips Sukses Menjadi Affiliate Marketer
Beberapa tips untuk medapatkan kesuksesan dalam menjalankan bisnis affiliate marketing dalam bidang penjualan tiket perjalanan adalah sebagai berikut:
Mempelajari produk yang akan ditawarkan dengan teliti.
Ketika kita mencantumkan nomor kontak (umumnya berupa surel) pada blog perjalanan, biasanya kita akan sering mendapatkan penawaran beberapa e-commerce penjualan tiket baik dalam dan luar negeri. Tentu kita tidak bisa menerima tawaran itu semua karena keterbatasan space widget di blog kita. Kita juga tidak bisa menerima banyak e-commerce karena kita membutuhkan fokus untuk menjalankan sebuah program afiliasi.
Cara terbaik dalam memilih perusahaan yang tepat untuk jadikan affiliate partner adalah dengan mempelajari profil perusahaan tersebut dan produk yang mereka tawarkan.
Pendapatan komisi dari affiliate marketer penjualan tiket perjalanan (affiliate partner dengan e-commerce perjalanan asal Asia)
Terkait profil perusahaan, hendaknya kita memilih perusahaan yang kredibel dan dapat dipercaya. Kenapa demikian? Karena pelanggan yang akan membeli sebuah tiket perjalanan adalah calon pelanggan kita dalam jangka panjang, jadi kita harus memastikan bahwa tiket yang mereka beli benar-benar akan mengantarkan mereka sampai di tempat tujuan tanpa kendala apapun.
Terkadang banyak kejadian yang merugikan pelanggan pada perusahaan yang mengalami pailit karena tiket yang mereka jual ternyata bodong.
Pernah benar-benar terjadi ketika saya melakukan sebuah perjalanan ke Asia Selatan. Seorang traveler yang saya kenal di perjalanan mengalami kegagalan menaiki pesawat dengan tiket yang dia beli dari sebuah e-commerce perjalanan karena perusahaan tersebut tidak membayarkan uang tiket kepada pihak maskapai kerena mengalami kepailitan.
Nah, kondisi yang demikian yang akan membuat kredibilitas blog menjadi diragukan oleh para pembaca sehingga bisa merugikan si pemilik blog.
2. Beri penekanan promosi pada artikel yang paling banyak dibaca.
Walaupun affiliate marketing adalah bisnis pasif, bukan berarti kita menjalankannya tanpa strategi. Justru bisnis yang berbasis internet seperti inilah yang akan memberikan banyak waktu bagi kita untuk menyusun strategi penjualan.
Selain menampilkan mesin pencari tiket pada widget, hendaknya kita juga melakukan promosi tambahan pada artikel yang memiliki traffic baca yang tinggi. Sebagai blogger kita tentu bisa mengetahui seberapa tinggi traffic setiap artikel melalui websiteplatform yang kita gunakan.
Selain memberikan promosi tambahan pada artikel dengan traffic tinggi, promosi tambahan ini juga bisa diberikan pada artikel-artikel yang memuat jalur-jalur perjalanan favorit.
Sebagai contoh, jalur favorit dari perusahaan affiliate partner saya adalah jalur darat Kuala Lumpur ke Melaka. Oleh karenanya, saya memberikan sentuhan promosi tambahan demi menarik pembaca membeli tiket perjalanan darat untuk rute Kuala Lumpur-Melaka (atau sebaliknya) dari perusahan affiliate partner saya. Sebagai gambaran, sebagian besar komisi penjualan tiket saya diperoleh dari penjualan tiket di rute tersebut.
3. Memberikan testimoni pribadi
Penawaran yang kita lakukan tentu akan semakin kuat jika kita memberikan testimoni secara langsung atas pengalaman menggunakan tiket perjalanan dari perusahaan affiliate partner kita. Untuk bisa memberikan testimoni dengan baik maka tidak ada cara lain selain kita mencoba menggunakan tiket perjalan dari perusahaan affiliate partner kita sendiri.
Tujuan dari strategi ini adalah untuk merasakan langsung tahap demi tahap penggunaan tiket perjalanan, yaitu dari awal pemesanan hingga tiba di tempat tujuan. Dengan strategi seperti itu maka kita bisa menceritakan dengan lebih detail tentang pengalaman kita kepada para pembaca sebagai sebuah testimoni yang bertujuan untuk meyakinkan setiap pembaca dalam membeli tiket perjalanan dari perusahaan affiliate partner kita.
4.Menjual tiket pada rute premium
Penawaran rute khusus di Siem Reap, Kamboja (affiliate partner dengan e-commerce perjalanan asal Eropa).
Selain menyediakan tiket pada rute-rute umum, biasanya perusahaan affiliate partner menyediakan rute premium pada beberapa produknya.
Secara sederhana, rute premium ini biasa dijual pada beberapa tempat wisata yang memiliki pengunjung yang banyak. Contohnya adalah kota Siem Reap di Kamboja yang bisa dikunjungi 6,6 juta turis setiap tahunnya. Nah, beberapa e-commerce perjalanan menyediakan tiket premium untuk daerah seperti itu.
Rute premium dalam eksekusinya biasanya menggunakan private car untuk mencapai sebuah tujuan. Selain menyasar pelanggan dengan dana perjalanan berlebih, biasanya rute-rute tersebut memang tidak menyediakan kendaraan umum atau bisa juga terlalu rumitnya dalam mencapai sebuah destinasi karena harus berganti-ganti kendaraan umum.
Penjulan tiket pada rute premium ini umumnya bisa dilakukan sebara pribadi atau berkelompok. Komisi dari penjualan tiket di rute premium ini bisanya memiliki rate yang lebih bagus daripada tiket perjalanan pada rute regular.
5. Menulis dengan kualitas
Untuk mendatangkan pembaca yang banyak hendaknya kita tidak hanya mengejar keuntungan dengan secara penawaran frontal atas produk dari affiliate partner kita, tetapi kita harus dengan sepenuh hati menulis konten yang menarik dan isinya dibutuhkan bagi banyak pembaca. Dengan memperhatikan kualitas tentu para pembaca akan rela mengunjungi blog dan pada akhirnya bersedia melakukan pembelian tiket perjalanan melalui blog kita.
Kualitas tulisan juga mencerminkan kualitas pemilik blog. Para pembaca yang tidak pernah bertemu dengan si penulis tentu akan membaca kualitas penulis dari blog yang mereka baca. Jika pembaca sudah percaya dengan kualitas kita maka secara otomatis mereka juga akan percaya dengan kualitas affiliatepartner yang kita pilih dan kita promosikan.
6. Menulis pada domain dan hosting berbayar
Semua khalayak tentu faham bahwa kualitas identik dengan kepercayaan pelanggan. Sebagus apapun tulisan kita jika tidak didukung dengan domain dan web hosting berbayar tentu akan menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi calon pelanggan.
Mungkin kebanyakan blogger masih beranggapan bahwa menjalankan bisnis affiliate marketing belum tentu sukses, jadi kenapa mereka harus menyiapkan domain dan web hosting berbayar untuk menulis dan memasarkan produk. Ini adalah mindset pesimistis yang harus dihindari ketika kita hendak memulai bisnis apapun terasuk bisnis affiliate marketing.
Kita seharusnya berfikir terbalik, bahwa dengan menggunakan domain dan web hosting berbayar maka kita akan memiliki kesempatan lebih baik dalam menarik calon pelanggan dan mengembangkan pasar bagi bisnis affiliate marketing kita. Pelanggan yang semakin percaya maka mereka akan senantiasa melakukan repeat order dan merekomendasikan link referral kita kepada orang lain demi memakai produk dari perusahaan affiliate partner kita.
Sukses Menjadi Affiliate Marketing Bersama Exabytes
Terkait dengan domain dan webhosting yang diperlukan oleh siapapun untuk menuangkan tulisannya maka terdapat solusi terbaik yang disediakan oleh penyedia domain dan web hosting berpengalaman, yaitu Exabytes Indonesia.
Exabytes Indonesia merupakan penyedia layanan web hosting Indonesia. Exabytes Indonesia telah berpengalaman membantu para pelaku usaha (UMKM/UKM), menjaga semua website 24 jam tanpa henti sehingga para pelanggan bisa berfokus pada pengembangan bisnis di area yang lain.
Dengan pengalaman 15 tahun melayani pelanggan di seluruh dunia, Exabytes Indonesia mengerti kebutuhan para pelanggannya. Semua kebutuhan bisnis online para pelanggan dari pendaftaran domain, web hosting hingga digital marketing dapat dipercayakan kepada Exabytes Indonesia.
Paket domain di Exabytes Indonesia
Pake web hosting di Exabytes Indonesia
Bahkan untuk mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan, Exabytes Indonesia menyediakan dukungan teknis 24 jam x 7 hari, 100 hari jaminan uang kembali jika pelanggan tidak merasa puas dalam pelayanan yang diberikan, aktivasi akun secara otomatis begitu pelanggan sudah melakukan pembayaran dan memberikan jaminan pelayanan yang handal dan menjaga website pelanggan tetap aman.
Reputasi Exabytes Indonesia yang terbukti dan teruji membuatnya dipercaya untuk mengelola website beberapa entitas ternama seperti universitas, perusahaan penerbangan, kementrian, perusahaan media dan perusahaan besar lainnya.
Before I really finished descending Anadu Hill, I stopped at a shop. A grocery store which sell some snacks, mineral waters, as well as soft alcoholic drinks. A small shop which spread smell of coffee aroma from the roasting stove at right.
Somersby with 5% alkohol….Popular in Pokhara.
“Himalayan coffee bean”, said the seller when I watched how he roasted coffees. For some people, passion is everything. Like this man, he was willing to released his Japan citizenship and chose to be Nepalese for his love of Himalayan coffee.
“I take it“, I pointed to 250 gram coffee package and bought it.
—- **** —-
“Mr. Tirtha, your country is unique. Some Nepalese faces are like Indians, sometimes I find them similar to Chinese”, I said when Mr. Tirtha who began to step on gas pedal away from the hill.
“Yess…. Nepal is flanked by India in south and China in north. So some Nepalese have mixed marriages”, he said with a friendly smile answering my question.
We moved northeast around Phewa Lake to bak to hotel which was 6 km away. Upon arrival at New Pokhara Lodge, I thanked to Mr. Tirtha who had been accompanying me since 4 am in my Pokhara exploration. I handed over 5.000 Rupee as service fee, that means I only needed to spend a transportation budget of 1.600 Rupee because I used this taxi with other three backpacker who staying in the same hotel.
Having not lost the feel of New Years celebration on Lakeside Road, I returned to explore the outskirts of Phewa Lake after bathing and stretching my legs. This time, I was starving and had to dinner. There was still promise in myself after whole day conversation with Mr. Tirtha. Yes… .I would taste Nepali Thali.
Street foods seem not to be able to dampen my hunger, I rushed into a restaurant. I sat on its inside to get warm air, then greeted by a sweet female servant. It didn’t take long to choose. “Nepali Vegetarian Thali and Orange Juice“, I told to her after seeing the menu which I was reading. Nepalese food for 300 Rupee and juice for 150 Rupee to close my day that night.
@Bellas Garden Restaurant.
—-****—-
The evening turned to morning, I sipped hot tea and finished the breakfast menu in hotel courtyard. Then returned to the room and shouldered my blue backpack to get ready to say goodbye to Mr. Raj. I shook his wrinkled hand and repeatedly patted his upper arm.
Me: “Thank you Mr. Raj for your kindness and hope to see you again next time ”.
Mr. Raj: “Be careful, Donny. Thank you for stopping by in New Pokhara Lodge ”.
I know Mr. Raj was still forcing himself to work because his last son is still studying at Kathmandu University. Because of his work, he still looked fit.
This time, Mr. Tirtha came for the last time to give me a taxi service. We both headed for Tourist Bus Park, the bus would take me to Kathmandu.
Hampir tengah hari ketika aku perlahan menuruni gang demi gang Bukchon Hanok Village. Melangkah di sela-sela bangunan tradisional asli Korea seolah melemparku ke masa lalu, masa dimana Dinasti Joseon sedang menikmati era keemasannya.
Beberapa saat kemudian, langkahku sudah menyejajari ruas Bukchon-ro Avenue. Aku melangkah santai menikmati sejuknya udara tengah hari Seoul sembari sesekali berhenti di beberapa spot penjual winter jacket. Tetapi harganya yang masih saja di atas 125.000 Won membuatku urung untuk berhenti lebih lama.
Aku mempercepat langkah ketika muka Stasiun Anguk lamat terpantau jauh di hadapan. Tetapi beberapa langkah kemudian, aku melambatkan ayunan langkah, sayup telingaku mendengar Bahasa Indonesia dari sebuah kedai mungil, empat pelancong Indonesia sedang asyik menikmati hidangan Chimaek (sajian ayam goreng berpadu bir khas Korea Selatan). Keseruan senda gurau mereka membuatku enggan menyapanya tetapi aku sudah bisa memastikan bahwa mereka berasal dari bangsa yang sama denganku.
Memasuki Stasiun Anguk, aku langsung menuju platform. Mengejar Seoul Metro untuk segera menuju daerah Sejongno. Seoul Metro tiba hanya beberapa saat setelah aku mencapai platform.
Si Anjing…..Ehh…Ups….Duh.
Memasuki sebuah gerbong, aku tak bisa menyembunyikan tawa kecil. “Oh, tidak……”, Seoul Metro ini mirip KRL Jabodetabek masa lalu. “Gileee men….”, ada penjual yang teriak-teriak menjelaskan barang yang dijulanya.
Itu belum cukup……Seseorang dengan cepat berjalan menyisir gerbong demi gerbong untuk sekedar menyelipkan kartu nama di beberapa sela pintu, tiang gerbong dan selipan apapun yang memungkinkan. “Buseettttt dahhh….”, menundukkan muka pun aku masih tak bisa menyembunyikan kegelian itu.
Kejadian itu pun ditutup dengan adegan lucu lainnya dimana petugas kereta menyisiri gerbong untuk mengambil semua kartu nama yang terselip dimana-mana sebelum aku turun di Stasiun Jongno 3(sam)-ga.
Aku kini berpindah ke Seoul Metro Line 5 untuk menuju tujuan akhir Stasiun Gwanghwamun. Tak berselang dengan stasiun lain, maka aku dengan cepat tiba di Gwanghwanum Square.
Menaiki escalator dengan tidak sabaran, aku berusaha secepat mungkin munuju permukaan. Sesampai di pintu keluar aku hanya bisa berdiri terpaku, menatap sebuah patung seorang petarung legendaris Korea Selatan. Adalah patung Laksamana Yi Sun-sin yang berdiri gagah dengan genggaman pedang di tangan kanan dan baju zirah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Laksamana Yi Sun-sin sendiri adalah pejuang era Dinasti Joseon yang dengan 12 armada kapal perangnya melawan invasi Jepang dalam 23 pertempuran besar di lautan.
Sedangkan Gwanghwanum Square dulunya adalah salah satu alun-alun kerajaan yang sangat terkenal karena beberapa bangunan pemerintahan zaman kerajaan ditempatkan di sekitar alun-alun ini.
Hanya saja, kedatanganku tampaknya bertepatan dengan sebuah demonstrasi besar yang dikenang dengan nama The Candlelight Revolution, protes rakyat melawan skandal korupsi yang dilakukan oleh Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.
Beberapa tenda demonstran masih tampak tersisa di kiri kanan sisi patung Laksamana Yi Sun-sin. Tetapi itu semua tidak mengurangi rasa antusiasku untuk menikmati Gwanghwamun Square.
Setiap tahun, usaha UMKM rumahan selalu memiliki momentum untuk menyambut rezeqi. Salah satu momentum itu terjadi selama bulan Ramadhan. Bulan suci Ramadhan memang tidak hanya mengantarkan kebahagiaan bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mengantarkan kebahagiaan bagi para pengusaha UMKM dengan latar belakang lintas agama.
Diantara 64 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tentu sangat banyak diantaranya yang mendapatkan pengaruh positif atas kedatangan bulan suci Ramadhan. Tentu saya tidak akan membahasnya satu per satu pada cerita Ramadhan kali ini.
Mari kita ambil salah satu jenis UMKM yang mendapatkan berkah Ramadhan, yaitu bisnis kue kering. Kue kering memang telah menjadi sajian istimewa di meja masyarakat untuk menjamu tamu yang akan datang untuk bersilaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Keistimewaan Ramadhan akhirnya mendorong munculnya banyak usaha kue kering rumahan, baik itu bisnis musiman ataupun bisnis mapan yang sudah eksis dalam lingkaran supply kue kering. Potensi keuntungan dan meningkatnya permintaan pasar lah yang mendorong terciptanya kondisi tersebut.
Mari kita lihat seberapa besar potensinya bisnis ini.
Jumlah umat muslim di Indonesia saat ini sebanyak 219.960.000 orang. Anggap saja 50% diantaranya termasuk dalam kelompok yang memilih menyediakan kebutuhan penganan lebaran kepada pihak produsen. Itu berarti potensi pelanggan bisnis ini selama bulan Ramadhan mencapai 109.980.000 orang. Jika rata-rata pembelian setiap pelanggan adalah satu kemasan kue kering seharga Rp. 30.000,00 maka secara keseluruhan pontensi pendapatan bisnis ini selama bulan Ramadhan mencapai Rp. 3,2 Triliun. Nyatanya setiap keluarga biasanya memesan lebih dari 3 kemasan kue kering pada saat hari raya Idul Fitri. Wah menggiurkan bukan?
Ramadhan memang bulan spesial. Tidak hanya ibadah puasa dan pahalanya yang spesial, tetapi perilaku pelanggan pun menjadi lebih spesial dibandingkan dengan bulan lainnya. Untuk menghormati dan menghargai tamunya saat Hari Raya Idul Fitri, setiap orang berkeinginan menyajikan makanan yang spesial. Di hari kemenangan itu, banyak masyarakat berpaling sejenak dari makanan produksi pabrik dan beralih menikmati produk handmade yang dibuat secara eksklusif. Kebahagiaan bulan Ramadhan yang eksklusif memang layak disambut dengan cara yang eksklusif.
Karena pada dasarnya, kebahagiaan bagi masyarakat kita selalu identik dengan kebersamaan, berbagi dan berempati. Sehingga saling memberikan hadiah di bulan Ramadhan adalah keutamaan. Oleh karenanya, saling memberikan makanan dan rezeqi lainnya kepada sesama sudah menjadi budaya dalam masyarakat kita.
Daya Tarik
Bisnis rumahan ini berkembang karena produknya memiliki daya tarik. Rata-rata daya tahan kue kering yang mencapai 3-4 bulan tentu menguntungkan kedua belah pihak, yaitu produsen dan pelanggan.
Produsen akan diuntungkan dengan tidak dikhawatirkan kue yang diproduksinya cepat kadaluarsa, sehingga produsen memiliki kesempatan lebih lama untuk memasarkan produknya. Selain itu produsen juga lebih leluasa mengatur jumlah produksinya
Bagi pelanggan, daya tahan yang baik dari kue kering memungkinkan pelanggan untuk memesannya jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Kondisi inilah yang membuat bisnis ini mengalami kesibukan sepanjang bulan Ramadhan untuk menutup permintaan pasar.
Daya tarik lainnya adalah kue kering memiliki jenis yang beragam. Tentu kita pernah mencicipi legitnya kue nastar, kue lidah kucing, kue salju, kue semprit, kue kastangel, kue coklat, kue salju dan lainnya. Produsen seakan memiliki segudang pengetahuan tentang cara menciptakan bermacam varian produk. Para pelaku UMKM ini juga selalu mengikuti perkembangan dan selera pasar sehingga selalu ada saja jenis-jenis kue kering baru yang bermunculan dari tahun ke tahun. Perkembangan ini tentunya tak lepas dari intensifnya riset pasar yang dilakukan para pelaku UMKM baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pasar dan Sinergi
Pada awalnya bisnis UMKM kue kering memang memproduksi sesuai dengan pesanan. Tetapi secara bertahap pola produksi bisnis ini telah berkembang lebih agresif. Pelaku UMKM rumahan ini sudah lebih gesit menggaet para pelanggan melalui berbagai saluran pemasaran.
Beberapa saluran pemasaran memang bisa diciptakan secara mandiri seperti memasarkan melalui hubungan pertemanan di kantor atau komunitas, aktivitas hobby, atau melalui media sosial yang memungkinkan pelaku bisnis terhubung dengan banyak pelanggan. Bahkan tidak sedikit UMKM yang dengan agresif membuka tokonya sendiri.
Beberapa saluran pemasaran lain diciptakan dengan bekerja sama dengan saluran pemasaran yan sudah eksis, seperti outlet kuliner, toko kue, minimarket, supermarket ataupun pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada).
Kinerja UMKM yang saling mendukung.
Dengan berkembangnya satu jenis UMKM tentu akan berdampak pada UMKM pendukung lainnya. Meningkatnya permintaan kue kering maka akan berpengaruh pada pertumbuhan bisnis UMKM lain seperti pengrajin keranjang parcel, pengrajin oven ataupun bisnis bahan baku kue. Secara tidak langsung kebahagiaan bulan Ramadhan akan dirasakan oleh banyak UMKM.
Antarkan Kebahagiaan dengan Tepat!
Kebahagiaan yang dirasakan oleh semua kalangan seiring dengan hadirnya bulan suci Ramadhan hendaknya benar-benar bisa tersampaikan dengan baik ke setiap handai tolan, saudara, teman dan kerabat dimanapun keberadaan mereka, baik yang terdekat dengan kita atau bahkan mereka yang berjauhan dengan kita.
Setiap pemberian ataupun pesanan tentu hanya akan tersampaikan dengan adanya jasa pengiriman. Tanpa jasa pengiriman terpercaya, kebahagiaan apapun yang kita kirimkan atau apapun yang kita pesan, tidak akan pernah sampai dengan baik. Oleh karena itu, hendaknya setiap pengusaha UMKM dan segenap pelanggan mempercayakannya pada jasa pengiriman yang berpengalaman, terbukti dan teruji.
Diantara banyak jasa pengiriman dalam rantai distribusi barang, terdapat jasa pengiriman yang berkomitmen mengantarkan paket kiriman kita hingga tempat tujuan dengan baik karena jasa pengiriman ini berfokus pada kualitas layanan. Jasa pengiriman tersebut adalah JNE.
Mengapa JNE?
JNE telah berpengalaman selama 28 tahun dalam jasa pengiriman. JNE saat ini berkomitmen melayani kebutuhan pelanggan setianya dengan baik dan menempatkannya sebagai prioritas tertinggi, baik itu jasa pengiriman dalam negeri maupun luar negeri.
Salah satu pelayanan yang sering kita dengar dan manfaatkan jasanya adalah Divisi Ekspres JNE yang melayani kiriman paket dan dokumen peka waktu tujuan dalam negeri melalui lebih dari 1.500 titik layanan eksklusif dari penjemputan hingga pengantaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan ini memanfaatkan moda transportasi tercepat yang tersedia dan melayani beragam jenis layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
JNE selain menyediakan jasa pengiriman untuk bisnis UMKM yang terdaftar di market place, juga menyediakan jasa pengiriman untuk bisnis UMKM yang memasarkan produknya secara independent melalui saluran pemasarannya masing-masing.
Beberapa contoh dari sekian banyak layanan dalam Divisi Express JNE
Mengingat fakta tersebut, hendaknya kita dengan bijak memilih jasa pengiriman yang tepat untuk mengantarkan kebahagiaan bulan Ramadhan ini secara tepat waktu tanpa kekurangan sedikitpun.
Mari kita senantiasa menyambut bulan Ramadhan dengan kebahagiaan!.
Beranjak dari Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Aku bergerak turun menyusuri Jalan Istana, melintas Plaza Bukittinggi, menyapa Jam Gadang, menapak di Jalan Minangkabau kemudian masuk ke Jalan Cindua Mato.
Selangkah kemudian, aku memasuki Pasar Atas. Sebagian besar kios masih tertutup karena aku terlalu pagi menyambanginya. Tak ada yang bisa kuperbuat, hanya beberapa kios yang sedang bersiap membuka diri, ditandai dengan si empunya yang sibuk menata barang dagangan.
Senyap.
Kini aku sudah berada di gerbang dengan pemandangan leretan curam anak tangga, dua ekor harimau mengawal gerbang di kiri-kanannya, sementara di ujung bawah sudah terlihat sekelumit keramaian perniagaan, mungkin itulah yang disebut dengan Pasar Banto.
Aku menuruninya perlahan sambil mulut berkomat kamit menghitung bilangan….Benar ternyata, empat puluh anak tangga. Leretan anak tangga inilah yang dikenal dengan nama Janjang Ampek Puluah. Konon empat puluh melambangkan jumlah anggota Niniak Mamak.
Tangga penghubung legendaris.
Sungguh cemerlang Louis Constant Westenenk, Si Asisten Residen Agam (Controleur Agam) yang berkolaborasi dengan Niniak Mamak (Lembaga Adat Minangkabau) dalam mencetuskan integrasi Pasar Atas-Pasar Bawah-Pasar Banto pada awal Abad XX. Kala itu Janjang menjadi fasilitas populer dalam konektivitas pasar. Daya fikir pemimpin pada masa itu, benar-benar diperas untuk menata kota Bukittinggi yang memiliki topografi berbukit dan tidak rata.
Aku tiba di gerbang bawah empat tiang bergaya Eropa dengan signboard besar “Janjang Ampek Puluah”. Toh, akhirya kuketahui bahwa gerbang bawah ini adalah bangunan baru, melengkapi gerbang bagian atas yang sudah lebih dahulu ada.
Gerbang bawah bergaya kolonial.
Gerbang Bawah tampak dari pertigaan Jalan Pemuda, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Soekarno Hatta.
Sementara di bagian samping dalam gerbang, terdapat prasasti yang berisi sejarah ringkas keberadaan janjang legendaris setinggi 5 meter dan lebar 4,6 meter yang dibangun pada masa lampau itu.
Aku masih saja memandangi keanggunan fasilitas integrasi era kolonial ini, sementara warga tampak mulai berlalu lalang menaik turuni Janjang. Aku memang tak mau lekas meninggalkan area itu, tertegun memikirkan bagaimana perwujudan area ini ketika Janjang belum direalisasikan, mungkin tempatku berdiri itu masih berwujud perbukitan curam yang memisahkan ketiga aktivitas pasar.
Janjang Ampek Puluah hanyalah satu dari seian banyak Janjang di Bukittinggi. Rupaya Pemerintah Kolonial cukup serius dalam mengintegrsikan semua titik ekonomi kota kala itu. Perlu kamu ketahui bahwa masih ada Janjang Saribu, Janjang Koto Gadang dan Janjang Pasanggrahan di kota bernama lama Fort de Kock itu.
Di sisi luar gerbang, lalu lalang angkutan kota mulai mendenyutkan nadi kota. Penampakan angkuh Banto Trade Centre semakin menunjukkan bahwa daerah di sekitarnya dapat diandalkan sebagai mesin penggerak ekonomi kota.
Okay lanjut yuk….Kalau berjalan lurus kedepan, ada apa lagi ya?
“Preparing your leg to climb Anadu Hill!“, Said Mr. Tirtha while clenching his right fist forward.
Yes I knew. At the end of that time, I had to conquer hundreds of steps to enjoying the beauty of 47 years old pagoda, one of eighty pagodas of peace which scattered all over earth.
Riding northwest, the tiny taxi engine grunted nearly 20 minutes to complete 3.5km journey. Arriving at parking area, Mr. Tirtha showed me where to started climbing.
It took a long time to conquer all stairs. Gasping….I leaned against a railing for a moment on the way. Slowly drinking my remaining mineral water, I took a break while enjoying the beautiful faces of Nepalese girls who kept passing by. Nepalese girls were slender who love to have long black hair, brown skin and a face which is typical of South Asia. It would be lucky if you find the slanted eyes….beautifully authentic….Ouch.
Like lightning, I stuttered when a Nipon girl passed me and smiled while saying a short “Hi“. Automatically my lips smile at her while watching her closely. I was still stunned as she climbed further and further away. “Who and Why?“, I kept asking myself.
“Oh, my gosh…..That ponytail beauty with the surname Kawaguchi who sat on my left on Thai Airways flight TG 319“, my memory snapped my reverie. She had disappeared around the corner. I was determined to look upstairs later.
The statue made on November 5, 2001.
Starting to enter a large courtyard and were greeted by a statue of Mr. Meen Bahadur Gurung, Deputy Minister of Defense of Nepal who was instrumental in developing the stupa.Path to stupa.
The path to stupa.
World Peace Pagoda is known by another name as Shanti Stupa. Shanti is Sanskrit which means peace. So basically this is a peace monument which builts in the form of a stupa. This stupa was built by a Buddhist order from Japan who named as Nipponzan-Myohoji.
Standing at an altitude of 1110 m above sea level.
The room behind the stupa.
The front court was silent, there was only one kind of hum sounded by a monk in a room. Silent and sacred. Meanwhile, on the far side was the southern edge of Phewa Lake and Himalayan indentation, which was extraordinarily attractive.
Pokhara from the top of hill.
Phewa Lake and the Himalayas…. Pokhara assets.
My heart stopped when a red helicopter suddenly took a sharp dive into the lake. This was the first time I saw a helicopter fall and sharply hit it.
My breath suddenly stopped, but finally able to quickly suck the air back when helicopter was able to align its muzzle with lake surface. Damn…. It was just a paid adrenaline game, of course visitors around me were ignoring it….Oh, Donny.
The liar helicopter.
My eyes searched all directions looking for Kawaguchi’s whereabouts. Pounding hope to find her. 15 minutes already….. I haven’t even seen her.. Maybe she had rushed back, I was lost the opportunity to apologize because I didn’t remember it well….
Satu jam sudah aku mengupas kisah heroik di Tugu Pahlawan Tak Dikenal. Kini aku akan belajar sejarah lainnya di taman yang berbeda. Letaknya tepat di seberang timur tugu hitam berbentuk naga itu. Hanya perlu menyeberang sejenak Jalan Istana.
Dari etalase signboard di gerbang depan taman, rupanya Sumatera Barat sedang bersiap diri untuk menggelar seri balap milik Union Cycliste International (Persatuan Balap Sepeda Internasional) seminggu kedepan.
Tour de Singkarak ke-9, balap sepeda ranking lima dunia.
Menaiki dua puluh dua anak tangga berwarna gelap, aku mencapai pelataran taman. Dinamakan Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, taman ini menampilkan patung utuh Mohammad Hatta berbaju safari empat saku yang dengan kharismanya melambaikan tangan kanan ke arah pertigaan Jalan Istana, Jalan H. Agus Salim dan Jalan Sudirman.
Gerbang depan taman.
Jika tadi aku berada di bawah permukaan jalan ketika berada di Tugu Pahlawan Tak Dikenal, kini aku berada tinggi di atas permukaan jalanan ketika menyambangi Taman Monumen Proklamator Bung Hatta. Dua hari mengeksplorasi kota, mulai tersadar bahwa aku terkadang sebentar di bawah, lalu tiba-tiba berada di ketinggian. Bukan Bukittinggi namanya jika tidak demikian.
Bertatap muka dengan Bung Hatta.
Tampak di belakang patung terdapat tiga halaman dinding yang mengisahkan perjuangan tokoh yang memiliki nama asli Mohammad Ibn ‘Atta ini.
Dihalaman pertama, tampak kehidupan Bung Hatta di rumah sederhananya, kisah saat Hatta mengaji di Batuampar hingga melanjutkan sekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs).
Di halaman dinding kedua, diceritakan suatu masa ketika Hatta memimpin Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda saat beliau bersekolah.
Halaman pertama dan kedua di sisi kanan patung Mohammad Hatta.
Halaman dinding ketiga adalah masa masa indah ketika Hatta berhasil memprokalamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia bersama Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 hingga perjuangan dari meja perundingan satu ke meja perundingan yang lain demi pengakuan dunia atas kemerdekaan yang diproklamasikannya.
Dan layaknya sebuah skenario normal, halaman dinding keempat adalah masa pensiun Hatta dari dunia politik hingga masa dimana beliau mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto.
Halaman ketiga dan keempat.
Jalanan telah tampak ramai dengan aktivitas, satu per satu warga yang sedang berolahraga tampak mengunjungi taman ini untuk sekedar melakukan pendinginan pasca berjogging, duduk bersantai di bangku taman dan berfoto dengan sosok Bung Hatta yang menjadi tokoh primadona kota mungil Bukittinggi.
Taman masih tampak basah sisa hujan deras semalaman.
Cukup tiga puluh menit bagiku untuk mengunjungi taman ini. Aku akan melanjutkan kembali eksplorasi Bukittinggi dengan mengunjungi Janjang Ampek Puluah, sebuah tangga penghubung antar pasar yang cukup tersohor dalam pariwisata kota ini.
Suasana Jalan Sudirman yang mulai sesak dengan kendaraan.
Lobby GoWork-Arkadia Green Park (sumber: dokumen pribadi).
Senin pagi pukul delapan, sudah rusuh saja di lantai bawah rumah….
Sedang butuh sekali fokus untuk rapat daring bersama bos dan tim….Ehhh, berkali-kali ada tamu datang dan mengetuk pintu depan. Kejadian itu membuat saya berkali-kali harus membuka pintu dan melayani obrolan untuk urusan remeh temeh. Jahatnya, gaya ngobrol saya terkesan mengusir setiap tamu itu secara halus….Wah, saya merasa bersalah.
“Donny, tadi saya perhatikan kamu sering hilang di rapat. Kemana sih?”, bos saya bertanya dengan mood yang kurang enak
“Ada tamu bos”
“Kamu tahu gak sih? itu membuat rapat menjadi tidak efektif. Mendingan kamu cari tempat kerja yang bebas gangguan deh dekat rumah!”, biasalah kalau bos kasih perintah. Harus dituruti.
“Ada sih cafe dekat sini, bos. Saya kesana deh”.
“Kampungan kamu, Donny…..Masa ke cafe sih. Lebih baik kamu cari coworking space saja. Nanti kamu reimburse biayanya ke kantor. Kita ketemu di rapat lain 2 jam lagi, segera berangkat!”, tahu saja si bos kalau dompet saya sedang tipis-tipisnya.
Gegara kejadian itu, saya segera berburu lokasi di dunia maya. Perburuan itu berakhir pada tampilan coworking space milik GoWork di bilangan Jakarta Selatan. Menginstal aplikasi GoWork dan melakukan pemesanan, akhirnya saya mendapatkan sebuah hot daily desk seharga Rp. 125.000 untuk bekerja hingga pukul empat sore.
Berlokasi di Arkadia Green Park Tower G Lantai 8. GoWork-coworking space ini hanya berjarak lima kilometer dari rumah dan bisa saya tempuh dalam waktu 15 menit saja menggunakan sepeda motor. Sepintas saya juga melihat bahwa lokasi ini juga dilintasi bus Trans-Jakarta koridor 6 (rute Stasiun Dukuh Atas 2-Ragunan). Lokasi ini juga sangat dekat dengan Stasiun KRL Commuter Line Tanjung Barat….Wah, dekat banget kan.
Setiba di GoWork, saya disambut ramah oleh dua resepsionis. Setelah menunjukkan Booking Confirmation, saya diarahkan untuk melakukan check-in dengan mengisi online form yang salah satu kolom isiannya berguna untuk memastikan bahwa prosedur kesehatan terlaksana dengan baik. Kemudian saya diberikan WiFi password dan ditunjukkan beberapa spot penting yaitu meja kerja (hot desk), pantry beserta utensil, free mineral water & coffee, toilet. Sebelum benar-benar duduk , saya juga diingatkan perihal jam tutup GoWork.
Free coffee di GoWork-Arkadia Green Park dan beberapa amenities GoWork(sumber foto: dokumen pribadi).
Nah atas kejadian itu, dimulailah pengalaman saya mencicipi fasilitas GoWok untuk pertama kalinya.
Mau tahu rasanya seperti apa?….Habis saya ceritakan, pasti Anda akan kepincut untuk mencobanya.
Yuk lah, ikuti pengalaman kerja saya bersama GoWork!
Kesan Pertama
Impresi pertama yang terekam di ingatan saya tentang GoWorkcoworking space adalah keramahan, ketenangan,kenyamanan, fokus, elegan, design interior yang ciamik, profesional, mengedepankan teknologi, kelengkapan fasilitas dan staff yang tulus membantu…..Ssstt, akses kecepatan internet mobilenya 15 Mbps, bro. Diatas rerata kecepatan internet mobile Indonesia yang hanya 9,82 Mbps. Gimana, keren kan?
Nah, begitu mengambil tempak duduk dengan posisi sesuai pilihan saya, ada satu kalimat yang secara otomatis terbesit dalam hati, “Guwe sering kerja di luar kantor, kenapa ga dari kemarin-kemarin ya, guwe kerjanya dimari…Hhmmhh, emang dasar guwe kudet”.
Enaknya lagi, saya bisa sepuasnya mengambil kopi gratis di pantry dan membeli beberapa snack untuk ngemil selama kerja. Saat jam makan siang, saya dengan leluasa menikmati bekal dengan memanfaatkan utensil yang sudah disediakan. Tetapi beberapa pelanggan GoWork lebih suka mencari makan di luar karena GoWork coworking space ini terintegrasi dengan restoran, minimarket, pusat perbelanjaan dan ruang perkantoran.
Oh iya, GoWork juga memfasilitasi coworking spacenya dengan sharelounge area yang bisa digunakan pelanggan untuk menerima tamu atau menonton TV. Bahkan saya sempat menerima seorang tamu di lounge tersebut.
Dengan gambaran pengalaman seperti itu, tentu Anda bisa membayangkan bagaimana keefektifan dan keefisienan bekerja di GoWork coworking space?
Dari sini saja sebetulnya cerita saya sudah bisa dianggap usai.
Saya, Profesi Marketing dan Coworking Space
Setelah pulang dari GoWork coworking space, saya akhirnya berfikir lagi. Sebetulnya akan banyak manfaatnya apabila ke depannya, saya lebih sering memanfaatkan GoWork coworking space untuk bekerja. Itu semua terkait dengan pekerjaan saya….Yupz, marketing.
Kenapa saya yang berprofesi sebagai marketing membutuhkan GoWork coworking space untuk bekerja?
Saya kasih pendahuluan dulu ya…yeeileeeehhh, makin lama nih.
Sebagai marketer, profesi yang saya geluti bisa jadi dianggap sebagai pekerjaan yang menyenangkan bagi beberapa kalangan, khususnya yang tertarik dengan ide dan jaringan. Saking dinamisnya, profesi inipun telah mengalami perubahan cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan itu diantaranya adalah perkembangan konsep, strategi yang diterapkan , proses yang dilalui, hingga lokasi kerja yang ideal untuk mendesain rencana. Mekanisme dalam bekerja telah mengalami revolusi bagi marketer yang progresif dan independent, tempat menemukan inspirasi juga tak identik lagi dengan wujud kantor yang sesungguhnya, kantor bisa ditempatkan dimana saja asal dapat memenuhi fungsi untuk menuntaskan tugas.
Lain marketer lain customer. Customer pun telah berkembang secara mindset. Saat ini banyak customer cerdas yang tidak lagi memposisikan marketer dalam batas sempit sebagai perpanjangan supplier, tetapi mereka menganggap marketer sebagai rekan berkolaborasi menuju muara yang sama. Untuk itulah, kedua belah pihak lebih berorientasi pada kenyamanan pertemuan dalam membahas ide besar.
Ditelaah dari dua sudut pandang berbeda tetapi dilihat dengan dasar kepentingan yang sama, interaksi keduanya dapat difasilitasi dalam satu tempat diskusi untuk mempertemukan ide keduanya. Tempat diskusi ini adalah coworking space.
Tuh kan, akhirnya Anda tahu kenapa saya membutuhkan GoWork.
Mengapa Harus GoWork?
Diantara banyak coworking space, Mengapa harus GoWork?
Mengambil makna secara luas, GoWork selalu mengusung prinsip bahwa ruang kerja bukanlah sekedar tempat menaruh laptop dan mendapatkan koneksi internet berkecepatan tinggi, lebih dari itu, ruang kerja yang baik adalah ruang kerja yang membuat penggunanya bisa merasakan sebuah ekosistem bekerja bersama pribadi lain yang semuanya akan bermuara pada terbentuknya sebuah jaringan. GoWork berkomitmen tinggi dalam menyediakan ruang kerja premium sebagai tempat lahirnya inspirasi. Coworking space milik GoWork juga dilengkapi dengan fasilitas terbaik untuk menjamin semua penggunanya terus berkembang.
GoWork menerjemahkan ide pengalaman bekerja dengan baik. Pengalaman kerja yang baik akan menciptakan kebahagiaan, kreativitas dan produktivitas. Di dalam GoWork coworking space, pengalaman kerja ini diterjemahkan dalam bentuk desain ruangan kerja futuristik, tata letak yang ciamik, fasilitas terbaik, pemilihan furnitur yang keren dan penerapan teknologi yang unggul.
Bahkan untuk menjangkau kebutuhan banyak profesional di sibuknya Ibu Kota, GoWork sangat masif mengembangkan sayapnya di bidang penyediaan coworking space yang berlokasi mulai dari Grade A area di pusat bisnis hingga area prospektif lainnya seperti Pondok Indah, Senayan, Kemang dan area lainnya. Tidak cukup di Ibu Kota, GoWork juga mengembangkan bisnisnya d kota-kota besar lain di tanah air seperti Tangerang, Surabaya, Bali dan Medan. Kekuatan jaringan inilah yang menjadi alasan mengapa para profesional dan banyak perusahaan mempercayakan tempat kerjanya kepada GoWork.
Sebaran lokasi Gowork.
Kekuatan jaringan yang baik juga membuat GoWork bisa menerapkan fleksibilitas dalam pemberian fasilitas. Contoh dari fleksibilitas ini adalah ketika sebuah perusahaan menyewa kantor di GoWork maka perusahaan tersebut bisa memindahkan kantornya ke cabang lain GoWork selama masa sewa. Hal ini tentu membuat suasana kerja akan selalu segar dan menghindari karyawan dari kebosanan.
Mengikuti perkembangan bidang profesi, GoWork juga memberikan pelayanan yang luas untuk berbagai profesi. Selain menyediakan coworking space untuk start up atau komunitas, GoWork sebagai supporting space provider juga menyediakan ruangan bagi banyak profesional dari berbagai bidang pekerjaan seperti accounting, finance & legal, business services, educational, food & beverage, health and wellness, HR services, lifestyle & entertainment, marketing & advertising, productivity tools, travel & hospitality, shopping & retail dan masih banyak lagi.
Yuhuu…Tentu saya bisa memakai coworking space milik GoWork dong….Kan saya marketer.
Meningkatkan Efisiensi
Lalu bagaimana coworking space dipandang dari sisi strategis?
Menyinggung efisiensi, ketika bekerja di Ibu Kota , banyak pribadi yang tinggal di pinggiran kota membutuhkan waktu yang tak sebentar hanya demi menuju kantor. Seperti saya misalnya, untuk menuju kantor yang berjarak 36 km membutuhkan waktu hampir dua jam ketika menggunakan motor. Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk mengunjungi customer setiap harinya. Secara rata-rata, hampir 50% waktu terbuang di jalanan dan pekerjaan menjadi tidak efektif dan efisien.
Tentu keberadaan GoWork akan membantu para marketer dan profesional lain dalam menghemat waktu. Tanpa harus menuju kantor yang sangat jauh letaknya, menyusun sebuah rencana dan strategi bisa dilakukan di GoWorkcoworking space, bahkan ruang kerja inipun bisa digunakan sebagai appointment point dengan beberapa customer yang berada pada satu area.
Apalagi di era sekarang yang mengedapankan kecepatan, penggunaan coworking space juga didukung dengan eksistensi hybrid working dan absensi online. Marketing dan beberapa profesi lain sudah bisa dikategorikan sebagai hybridworking. Hal ini membuat mereka tidak perlu untuk pergi ke kantor setiap hari. Contohnya adalah marketer yang kinerjanya diukur berdasarkan target penjulan, frekuensi bekerja di kantor tentu tidak menjadi ukuran. Oleh karenanya, bekerja di luar kantor sudah menjadi biasa dalam dunia marketing. Itulah kenapa marketer memerlukan kantor kedua yang mudah diakses dari rumah atau dekat dengan area customer. Dan kabar baiknya, GoWork bisa menjadi kantor kedua bagi siapa saja.
Mengusung lima nilai utama (Inclusive, Vigorous, Enterpreneurial, Noble dan Thankful), GoWork akan membantu dalam menumbuhkan profesionalitas di level personal, komunitas dan perusahaan dengan cara mengintegrasikan tiga hal penting menuju efektifitas dan efisiensi yang maksimal, yaitu ruang kerja, teknologi dan layanan terbaik.
Sangat terjangkau, itulah jawaban singkatnya. Sebagai gambaran, GoWork-Arkadia Green Park yang lokasinya menjadi yang terdekat dari rumah saya membuka paket Hot Desk Daily (Rp. 125.000/hari), Hot Desk Flexible (Rp. 1.000.000/10x pakai) dan Hot Desk Monthly (Rp. 2.300.000/pax/bulan). Hot Desk adalah meja kerja yang disediakan untuk pribadi yang fleksibel yang biasa menggunakan coworking space per hari, per minggu atau per bulan. Karakter pelanggan Hot Desk adalah mereka datang ke GoWork lalu memilih meja kerjanya sesuai keinginan. Dan setelah selesai bekerja maka mereka akan membawa pulang semua peralatan kerjanya. Inilah salah satu tipe pelanggan GoWork yang paling dinamis dan fleksibel.
Hot Desk Daily di GoWork-Arkadia Green Park (sumber: dokumen pribadi).
Sedangkan bagi profesional yang ingin meningkatkan layanan dengan akses 24/7 serta memiliki tempat duduk yang sama sepanjang bulan maka GoWork menyediakan Dedicated Desk Plan. Inilah layanan private personal space yang memungkinkan setiap profesional menyimpan semua peralatan kerjanya dengan aman di tempat yang mereka sewa. Selain itu, plan ini akan dilengkapi dengan fasilitas locker yang berfungsi sebagai storage dan mailing. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp. 2.500.000/pax/bulan.
Lalu bagaimana untuk memenuhi kebutuhan level perusahaan?
Tenang….GoWork telah menyiapkan plan untuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan mobilitas dan kedinamisan yang tinggi. Sebagai contoh untuk Sewa kantor Jakarta Selatan misalnya, GoWork telah menyiapkan Private Office yang desain ruangannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan keterbukaan akses 24/7 menjadikan GoWork siap untuk membantu menyiapkan ruangan yang produktif dan kolaboratif. Biaya investasinya terbilang hemat lho, hanya Rp. 2.800.000/pax/bulan. GoWork juga menyediakan private office ini bagi permanent member dengan masa sewa minimal 6 bulan.
GoWork juga menyediakan Enterprise Solutions Plan yang akan menempatkan GoWork sebagai konsultan dalam membangun kantor bagi perusahaan hingga daya tampung 500 karyawan. Berdasarkan analisa data internal GoWork bahwa member GoWork bisa menghemat biaya sewa kantor hingga 40%. Dengan menjadi member GoWork, perusahaan juga tidak perlu memikirkan lagi Operational Expenses (OP/EX) seperti tagihan listrik, air, internet dan office assistant yang tentu banyak membebani pertumbuhan perusahaan. Inilah bentuk end-to-end office management yang disolusikan oleh GoWork.
Dan sebagai plan berikutnya, GoWork menyediakan Virtual Office. Berbentuk sewa kantor non-fisik yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan legal bisnis perusahaan. Perusahaan bisa memanfaatkan fasilitas meeting room yang tersedia di GoWork dan menjadikan elegansi alamat perusahaan mengingat GoWork berlokasi di bangunan-bangunan ternama Ibu Kota.
Meeting room di GoWork-Arkadia Green Park besera Plans dan Spaces yang disediakan GoWork (sumber: https://go-work.com/).
Selain kelima plan utama tersebut, GoWork juga menyediakan ruangan untuk pelaksanaan event, baik untuk acara umum ataupun pribadi. Event spaces yang disediakan oleh GoWork bisa menjadi pilihan pintar untuk digunakan sebagai ruang acara serba guna yang dapat disesuaikan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain Event Space, GoWork juga menyediakan meeting room dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk sewa ruang meeting hanya dimulai dengan harga Rp. 72.000 per 30 menit.
Alur memesan desk atau room menggunakan aplikasi GOWORK yang memudahkan pengguna untuk memesan ruangan kerja dan mengecek benefit sebagai member.
Bagaimana dengan apa yang ditawarkan GoWork, keren kan?
Maju dan Berkembang Bersama GoWork
Perlu diketahui bahwa bisnis coworking space di Asia Tenggara bertumbuh sekitar 15% pada tahun 2017, itu artinya jika dalam kondisi normal, hanya perlu empat tahun, pengguna coworking space akan menjadi dua kali lipat dari pengguna saaat ini.
Ini terbukti dengan data dari GoWork bahwa semakin berkembang dan dikenalnya GoWork telah memberikan dampak positif dengan pencapaian occupancy rate cabang-cabangnya hingga 90%, bahkan beberapa cabang yang baru dibuka sudah memiliki occupancy rate hingga 100%. Beberapa perusahaan bahkan berani menyewa kantor di GoWork dalam jangka kontrak sewa 2 tahun.
Dengan fakta-fakta di atas, apakah Anda akan ketinggalan untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan pribadi atas keberadaan GoWork coworking space?. Kapan lagi, ayo kita menyewa ruangan kerja di GoWork!
Saya dan GoWork . (keterangan: masker hanya dilepas beberapa detik untuk keperluan pengambilan gambar, selebihnya penggunaan masker selama masa pandemi adalah diharuskan ketika bekerja di GoWork)
Akhirnya, ruang kerja bersama memang harus inovatif, artistik dan inspiratif demi mendukung kesuksesan segenap penggunanya.
Pada akhir Februari 2020 atau tepatnya dua bulan setelah pandemi COVID-19 di deklarasikan, Pemerintah Tiongkok bergerak cepat dengan menganulir kebijakannya yang sudah berusia 20 tahun. Kini pemerintah Tiongkok melarang masyarakatnya menangkarkan satwa liar untuk keperluan bisnis atau pemenuhan kebutuhan pangan.
Pada awalnya, kebijakan memperbolehkan penangkaran satwa liar dibuat dengan tujuan mengentaskan masyarakat Tiongkok dari jerat kemiskinan. Dengan disahkannya kebijakan itu, maka rakyat Tiongkok mulai gencar menangkarkan tikus bambu, babi hutan, ular, kelelawar, musang, kucing hutan, katak dan rusa sika. Mereka menangkarkannya hingga satwa-satwa liar tersebut siap untuk dikonsumsi. Dan pada akhirnya, satwa-satwa liar itu akan memasuki rantai distribusi pangan melalui pasar-pasar hewan di seantero Tiongkok.
Bagaimana bisa masyarakat Tiongkok memilki budaya mengonsumsi satwa liar seperti itu?
Menilik jauh ke belakang bahwa sejarah deforestasi di Tiongkok memang terjadi sangat cepat. Bahkan deforestasi telah dimulai sejak era dinasti dahulu kala. Lalu proses itu berlanjut hingga era modern, deforestasi dilakukan dengan dalih memenuhi kebutuhan lahan industri, lahan pertanian dan lahan pemukiman. Dalam kasus ini, deforestasi akhirnya mengebiri fungsi hutan sebagai sumber pangan. Dan pada akhirnya, gundulnya hutan berakibat pada berkurangnya ketersediaan pangan.
Di sisi lain, pembangunan yang tidak merata di Tiongkok juga berperan dalam menciptakan kesenjangan sosial. Di tengah melajunya ekonomi negeri itu, ternyata kemiskinan masih melanda di beberapa daerah seperti Xinjiang, Gansu, Guizhou, Tibet dan Yunnan. Kehilangan sumber pangan dan masih adanya kemiskinan inilah yang kemudian menyebabkan masyarakat Tiongkok membudidayakan satwa liar dan mengonsumsinya untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Padahal satwa liar memiliki hierarkinya masing-masing di dalam rantai makanan. Dengan mengonsumsi satwa-satwa liar tersebut berarti manusia telah mengintervensi hierarki pada rantai makanan. Intervensi tersebut adalah hal yang sangat berbahaya karena akan menciptakan ketidakseimbangan pada rantai makanan di alam. Ketidakseimbangan inilah yang kemudian mengakibatkan dampak negatif.
Salah satu bentuk intervensi pada siklus rantai makanan melalui penangkaran tikus bambu di daerah Qingyuan, Provinsi Guangdong, Tiongkok (sumber: theguardian.com).
Ekosistem yang diintervensi tentu akan memberikan reaksi dalam bentuk respon balik pada lingkungan. Salah satu respon balik tersebut adalah bencana alam seperti tanah longsor, kebakaran hutan dan banjir. Dan respon balik dalam rantai makanan yang terintervensi adalah terjadinya wabah penyakit yang bisa meluas dalam bentuk pandemi. Pandemi COVID-19 adalah salah satu contoh respon balik atas intervensi tersebut.
Sangat jelas bahwa Pandemi COVID-19 bukanlah rekayasa laboratorium. Setelah menajamkan alur logika dengan analisa sebab akibat seperti di atas, dengan mudah dapat difahami bahwa pandemi COVID-19 tidak bisa dilepaskan dari perilaku negatif manusia terhadap lingkungan.
Seperti diketahui bahwa virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) sebagai penyebab COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah virus yang secara genetis sangat identik dengan genetik pada kelelawar dan ular. Perpindahan SARS-CoV-2 ke dalam tubuh manusia bisa terjadi melalui mekanisme rantai makanan dimana manusia secara langsung mengonsumsi kedua jenis satwa liar pembawa SARS-CoV-2 tersebut.
Kembali kepada aturan dasar yang berlaku pada alur rantai makanan, maka seharusnya manusia harus kembali pada hierarki tertinggi untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Manusia harus mencari sumber pangan baru dengan cara lain tanpa harus mengintervensi rantai makanan. Semakin panjang sebuah rantai makanan yang ada dalam ekositem maka semakin besar pula ketersediaan pangan di dalam ekosistem tersebut.
Dan akhirnya menjadi sebuah tantangan global, karena ekosistem hanya akan sanggup menyediakan pangan secara alami apabila keanekaragaman hayati kembali dimurnikan seperti sediakala. Oleh karenanya, ketika manusia menghancurkan keanekaragaman hayati dengan menebang hutan dan membangun lebih banyak infrastruktur, maka saat itulah risiko terjadinya wabah penyakit akan selalu mengancam kehidupan manusia.
Zoonosis dan Kerusakan Alam
Semua kalangan tentu faham bahwa deforestasi selain merusak keanekaragaman hayati, juga akan menaikkan suhu bumi. Kemudian peningkatan suhu tersebut akan berimbas pada terbentuknya iklim yang lebih kering bahkan ekstrim.
Contoh nyatanya, fakta menunjukkan bahwa pembukaan hutan di Asia Tenggara yang kemudian digantikan dengan perkebunan kelapa sawit telah menghasilkan 0,8% dari total emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Dampak alamiah dari konversi lahan seperti itu adalah kematian pohon dan mudah terbakarnya hutan karena kondisi iklim menjadi lebih panas. Fenomena inilah yang kemudian kita sebut dengan istilah pengurangan berkelanjutan.
Pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan (sumber: saveourborneo.org).
Apakah cukup sampai disitu kita akan merasakan dampaknya?
Kabar kurang baiknya bahwa dengan kenaikan suhu bumi dan tergerusnya kualitas alam secara berkesinambungan membuat manusia akan terus terancam oleh bencana alam yang kedatangannya bersifat sporadis dan tidak dapat diprediksi. Ancaman berikutnya adalah munculnya potensi penyakit zoonosis yang berpeluang menciptakan pandemi dalam skala global.
Penyakit zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman yang menyebar antara hewan dan manusia dan kuman ini dapat disebarkan melalui rantai makanan. Penyakit zoonosis bisa muncul dalam bentuk serangan bakteri, virus, jamur, parasit, dan patogen nonkonvensional lain. Ada lebih dari 250 organisme zoonosis. Secara distribusi, 40 jenis organisme zoonosis ini ditularkan oleh anjing dan kucing, sedangkan organisme zoonosis lainnya ditularkan oleh burung, reptil, hewan ternak dan satwa liar.
Pada akhirnya, untuk menjaga supaya keanekaragaman hayati tetap lestari, tentu saja diperlukan edukasiyang setara dan merata kepada seluruh masyarakat dunia. Karena menjaga bumi harus menjadi norma bersama demi terhindarnya manusia dari berbagi dampak negatif yang merugikan.
Resistensi Global terhadap Pandemi
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Intergovernmental Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) pada akhir Oktober 2020, bisa diketahui bahwa dua pertiga penyakit pandemi adalah penyakit zoonosis. Dan menurut studi ilmiah, mencegah penyebaran penyakit dari satwa liar biayanya 100 kali lebih murah daripada mencoba meresponnya setelah kejadian.
Beberapa penyakit zoonosis yang muncul pada interaksi hewan dan manusia. Jalur penularannya melalui kontak langsung dalam perdagangan satwa liar dan hewan peliharaan serta mengonsumsi daging hewan tersebut (sumber: frontiersin.org).
Secara internasional, rencana dan aksi untuk mencegah serta memerangi pandemi telah menjadi perhatian bersama. Pencegahan pandemi memang harus serempak dikerjakan oleh semua negara. Pencegahan pandemi tidak bisa dilakukan oleh negara maju saja karena sekali saja sebuah negara mengalami pandemi maka pandemi tersebut akan cepat menyebar secara cepat karena mobilitas dunia yang sangat tinggi sebagai dampak positif dari perkembangan ekonomi dan teknologi.
Sayangnya terdapat sebuah kesenjangan dalam penanganan pandemi. Negara maju bisa saja membuat berbagai macam pencegahan pandemi karena mereka memiliki kecukupan dana. Negara maju seakan mempunyai banyak pilhan.
Lalu bagaimana dengan negara dunia ketiga yang kekurangan dana?.
Sebetulnya negara miskin atau negara berkembang masih bisa turut berpartisipasi dalam pencegahan pandemi dengan cara yang sangat sederhana, yaitu melalui penjagaan kelestarian alam di negaranya. Alam selalu terkait dengan bioma, apabila bioma di dalam alam terjaga maka keseimbangan lingkungan akan tercipta. Dengan lingkungan yang seimbang maka peluang terjadinya bencana alam dan pandemi akan semakin kecil.
Jadi, sebetulnya apa kata kuncinya?
Bahkan dari semua pemaparan diatas, seharusnya kita sudah bisa menarik benang merah antara deforestasi, rantai makanan, bencana alam dan pandemi. Satu kesimpulan yang bisa menghubungkan keempatnya adalah keanekaragaman hayati atau biodiversitas.
Keanekaragaman hayati adalah tameng pertama dan utama bagi kita untuk mengendalikan bencana dan pandemi.
Keanekaragaman Hayati dan Generasi Penerus
Dalam Earth Summit Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1992, ditetapkan bahwa keanekaragaman hayati memiliki makna sebagai variabilitas makhluk hidup, baik yang hidup darat maupun laut, serta variabilitas makhluk hidup di dalam spesies, antar spesies, dan ekosistem.
Keanekaragam hayati di Indonesia (sumber: antaranews.com).
Secara umum, keanekaragaman hayati memiliki manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dibutuhkan oleh kita semua. Secara lingkungan maka keanekaragaman hayati bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi polusi. Secara sosial, keanekaragaman hayati akan bermanfaat dalam membantu dunia penelitian dan menyajikan nilai budaya. Sedangkan secara ekonomi, keanekaragaman hayati bermanfaat untuk menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan. Dengan alasan tersebut, sudah sepantasnya jika kita harus segera menyusun rencana-rencana besar dalam pelestarian lingkungan.
Jika kita memberikan intervensi positif bagi keanekaragaman hayati maka ekosistem yang merupakan wujud dari keanekaragaman hayati juga akan memberikan respon balik yang positif. Ekosistem yang baik akan memberikan kesejahteraan serta keberlangsungan mata pencaharian serta ekonomi yang kita jalankan.
Bisnis juga memiliki hubungan erat dengan kestabilan ekosistem. Seperti kita ketahui, hutan menyediakan kayu melalui cara pemanenan yang benar, tanah beserta mikroorganisme di dalamnya membantu menyimpan dan memurnikan air, hutan dan lautan adalah penyerap gas rumah kaca yang membantu mengurangi perubahan iklim secara drastis. Jika kestabilan ekosistem tersebut terkondisikan dengan baik, pada akhirnya akan berimbas pada kelangsungan semua bisnis yang ada di bumi. Manusia dengan bisnisnya sangat membutuhkan kestabilan ekonomi yang bisa dihadirkan dengan penciptaan keanekaragaman hayati yang baik.
Dimanapun kita hidup, baik di negara berkembang ataupun negara maju, di kota ataupun di desa, sangat bergantung pada alam dengan keunikan keanekaragaman hayatinya. Dengan menjaga dan merawat keanekaragaman hayati berarti kita akan membuat perbaikan untuk masa depan. Karena bumi ini akan diwariskan untuk generasi mendatang dalam keadaan yang lebih baik supaya mereka memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan sejahtera. Dengan berfikir begitu maka kita akan tersadar untuk melakukan gerakan serentak demi masa depan yang berkelanjutan.
Melindungi Diri Sebaik Melindungi Alam.
Kembali pada ketidakpastian, bahwa kejadian luar biasa seperti pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi, akan bisa terulang dengan pandemi jenis lain yang tentunya selalu menjadi ancaman tersendiri bagi kita di masa depan. Belum lagi bencana yang susah diprediksi datangnya juga sering mengakibatkan kerugian fisik dalam masyarakat.
Jika berbagai bangsa gencar melakukan pencegahan pandemi dan bencana secara baik dan terencana, maka kita sebagai satuan terkecil atas semua perencanaan itu, juga memerlukan penjagaan diri yang maksmal. Karena sesungguhnya, kitalah yang akan menjalankan semua rencana tersebut.
Untuk melindungi diri maka salah satu caranya adalah dengan melengkapai diri menggunakan asuransi. Bagaimana kita akan menjaga bangsa jika diri kita sendiri tidak dijaga.
Adalah Asuransi Umum MSIG (Mitsui Sumitomo Insurance Group) yang sudah berpengalaman dalam menjaga masa depan masyarakat atas segala ketidakpastian yang selalu ada dalam kehidupan. MSIG telah menjadi entitas asuransi terkemuka yang mapan dengan perspektif jangka panjang serta telah menyediakan solusi asuransi selama lebih dari 100 tahun. MSIG bertujuan untuk menawarkan solusi asuransi yang efektif , efisien dan mudah dipahami serta disampaikan dengan layanan tulus dan aktif.
MSIG beserta program asuransinya.
Selain menjaga kesehatan dengan disiplin tinggi, kita juga harus membekali proteksi terhadap tempat tinggal kita dengan baik. Jangan sampai tempat tinggal kita yang menjadi titik awal untuk berkarya dan berkontribusi dalam masyarakat dan lingkungan lenyap dalam sekejap karena bencana yang tak pernah terduga kedatangannya.
Oleh karena itu, kita perlu melengkapi tempat tinggal kita dengan perlindungan asuransi untuk mengantisipasi kerugian fisik yang bisa terjadi kapan saja. Dengan begitu kita tidak perlu mengulangi perjuangan hidup dari titik nol kembali saat ancaman kerugian itu datang.
Nah, untuk memperoleh perlindungan tempat tinggal dari kemungkinan bencana. MSIG telah meluncurkan sebuah program perlindungan unggulan yang bisa menjadi solusi terbaik. Adalah MSIG Home Shield Insurance (MSHS) yang memberikan perlindungan menyeluruh untuk rumah dan anggota keluarga.
Jaminan perlindungan dari MSIG Home Shield Insurance (MSHS)
Mengapa Kita Harus Memilih Asuransi MSIG?
Inilah kabar yang sangat membahagiakan buat kita,
Dengan menggunakan asuransi MSIG berarti kita akan membantu menyelamatkan keanekaragaman hayati. MSIG mengajak kita melihat arti lebih dalam segala hal karenaMSIG Indonesia bekerjasama dengan Conversation International Asia-Pacific (CIAP) untuk memperbaiki keanekaragaman hayati di beberapa negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Hong Kong.
Dengan mempercayakan asuransi kepada MSIG berarti kita ikut berkontribusi pada program konservasi keanekaragaman hayati pada 9.500 hektar hutan dan 72.000 hektar lautan yang dapat mengurangi emisi karbon hingga 4,7 juta ton.
Rehabilitasi Hutan Suaka Margasatwa Paliyan, Yogyakarta oleh MSIG
MSIG bersama kita akan berkontribusi pada restorasi hutan melalui Green Wall Project di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang akan memastikan ketersediaan air tawar bagi 30 juta orang yang tinggal di kota-kota sekitarnya, termasuk Jakarta. Serta perlindungan The Bird’s Head Seascape (BHS) sebagai episentrum global keanekaragaman hayati laut dan berperan penting bagi lebih dari 350.000 orang di Papua.
Dana dari kita ketika menggunakan asuransi MSIG juga akan digunakan untuk mendukung program perlindungan berang-berang liar dan ekosistem bakau di Malaysia, konservasi lingkungan pesisir laut di Singapura, restorasi hutan dan penelitian botani untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati di Hong Kong, membantu mengurangi perburuan ilegal dengan memantau kawasan lindung dan satwa liar di Thailand serta penyelamatan, penangkaran, rehabilitasi, pelepasan spesies terancam dan memerangi ancaman terhadap populasi satwa liar yang disebabkan oleh hilangnya habitat, perburuan yang tidak berkelanjutan, dan perdagangan satwa liar ilegal di Vietnam.
Dari penjelasan itu semua, menjaga diri menggunakan asuransi MSIG ternyata secara tidak langsung akan membuat kita turut berkontribusi dalam gerakan aktif menjaga keanekaragaman hayati di seantero Asia Pasifik. Ayo utamakan perlindungan keluargamu dengan asuransi MSIG. Mari kita bersama-sama menjaga diri, keluarga, lingkungan dan dunia.
Keanekaragaman hayati adalah asuransi alam untuk keselamatan bumi dan segala aktivitas yang berjalan di dalamnya.
Kalau bukan kita yang peduli akan nasib lingkungan, lalu siapa lagi?