Learning Culture by Traveling
Category: Sumatra
-
Begitu mudahnya memesan jasa travel dan bus di Sumatera. Angkat telepon, sebut tujuan, sampaikan jam keberangkatan lalu tanyakan jam berapa mesti bersiap diri di kantor travel atau bus !….Tak perlu bayar di muka….Maka kamu akan tiba di tujuan jika tak telat datang. Bus INTRA dari Pematang Siantar ke Pekanbaru…. Travel Annanta dari Pekanbaru ke Bukittinggi….…
-
Pengemudi wanita paruh baya itu menjemputku di Rumah Makan “Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai”. Aku: “Ibu, tadi sudah saya cancel karena terlalu lama, tapi saya juga belum berhasil memesan ojek yang lain sih, bu” Ibu Ojek: “Di aplikasi saya belum ter-cancel, uda. Saya terjebak kemacetan karena ada mobil mogok di tanjakan atas. Ayo, naik aja,…
-
Bertaruh dengan hujan, kutinggalkan Kinantan Zoo. Kufikir akan sangat merugi untuk melepas begitu saja pesona patahan alam yang dimiliki Kota Bukittinggi itu. Undur diri melalui alur yang sama sedari memasuki Fort de Kock, Jembatan Limpapeh dan TMSBK, kini aku sudah berdiri lagi di gerbang terdepan benteng persegi itu. Anak muda usia datang dengan senyum menghampiriku.…
-
Langkah tanggungku di ujung timur Jembatan Limpapeh menjadi tak terbendung. Di bukit Cubadak Bungkuak, aku menyusuri lajur paving block bermotif diagonal kuning dan sebagian besar berpagar hijau di kiri kanan. Untuk kemudian berbaur dengan keramaian pengunjung yang sedang menikmati display beragam satwa lucu. Deretan aves menyambut langkah pertamaku ketika memasuki kebun binatang yang sudah berusia…
-
“Masih ada waktu”….Batin terus memaksa langkah. Tiket TMSBK digenggaman, lalu di ujung Fort de Kock aku meyaksikan keramaian di bukit sebelah. Sementara fikiran terus membayangkan eloknya Ngarai Sianok, sedangkan segantung jembatan ikonik menyambutku di depan pandangan. Aku tak bisa mengelak pesonanya….. Enam Atap Gonjong di pusat, empat utas baja raksasa menahan deck bridge sepanjang 90…
-
Aku masih memandangi Rumah Kelahiran Bung Hatta itu dari trotoar Jalan Soekarno Hatta, Bukan tak rela meninggalkannya, tetapi aku terus berfikir bagaimana sebuah tim kerja membangun replika rumah itu dengan persisnya karena rumah aslinya sudahlah runtuh pada 1962 silam. Melangkah kembali menuju arah semula datang, aku berbelok ke Jalan Pemuda setelah melewati Banto Trade Centre.…
-
Perpaduan kuning, biru dan oranye itu sedikit ternoda dengan kelupasan cat dinding Banto Trade Centre. Tetapi bukan itu fokusnya, jabat tangan Ramlan Nurmatias dan Joko Widodo lah yang dari tadi membuatku terpana. Sepertinya Walikota dan orang nomor satu negeri ini telah sepakat perihal peletakan batu pertama proyek revitalisasi Pasar Ateh….Syukurlah, Bukittinggi sedang giat membangun rupanya.…
-
Beranjak dari Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Aku bergerak turun menyusuri Jalan Istana, melintas Plaza Bukittinggi, menyapa Jam Gadang, menapak di Jalan Minangkabau kemudian masuk ke Jalan Cindua Mato. Selangkah kemudian, aku memasuki Pasar Atas. Sebagian besar kios masih tertutup karena aku terlalu pagi menyambanginya. Tak ada yang bisa kuperbuat, hanya beberapa kios yang sedang…
-
Satu jam sudah aku mengupas kisah heroik di Tugu Pahlawan Tak Dikenal. Kini aku akan belajar sejarah lainnya di taman yang berbeda. Letaknya tepat di seberang timur tugu hitam berbentuk naga itu. Hanya perlu menyeberang sejenak Jalan Istana. Dari etalase signboard di gerbang depan taman, rupanya Sumatera Barat sedang bersiap diri untuk menggelar seri balap…
-
Hanya ada Noah yang mendengkur tergelepar karena efek residual dari mabuk semalam di De Kock Cafe lantai 1. Aku berusaha tetap senyap untuk berguyur di shower ujung kamar. Bahkan hingga aku telah siap berkelana pun, dengkurnya tak berubah nada sama sekali. Cafe bawah tetap terbuka lebar tanpa penjaga saat aku meninggalkan penginapan dengan kondisi setengah…