Category: Asia Australia Oceania
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku menyandarkan diri di sebuah tanggul batu di tepian pantai, memandangi indahnya permukaan laut yang disiram cahaya matahari yang mulai memerah. Sementara para nelayan di dermaga tampak sibuk menyiapkan jaring, menggulungnya rapi untuk kemudian dinaikkan ke perahu-perahu kayu yang mengangguk-angguk di terpa gelombang dan ujungnya diikatkan pada tiang-tiang tambat dermaga. Jangan dibayangkan seperti…
-
<—-Previous Story Backtracking a moment from Payang Memory Lane, I followed Pasar Besar Payang Street to the mouth of the Terengganu River. Considering the roaming area was a coastal area, then my feet wouldn’t be far from the water. I would stop two hundred meters north, right on the banks of the Terengganu River. While…
-
<—-Kisah Sebelumnya Sebuah bangunan kecil nan unik menarik perhatianku ketika berada di lantai teratas beranda utara Muttrah Souq. Bangunan itu berada di sisi timur pasar. Maka tanpa berpikir panjang, aku pun menuruni tangga dan melangkahkan kaki menujunya. Hanya perlu bergerak sejauh seratus meter, maka aku pun tiba di depan bangunan mungil itu. “Omani Heritage Gallery….”,…
-
<—-Previous Story My eyes were getting heavy, the impact of sitting under a tree for too long, of course still in the Padang Maziah complex. Now and then the sound of car horns gave a pulse to the deserted palace garden. However, my reason still said “no”, when the heart’s intention persuaded it to immediately…
-
<—-Kisah Sebelumnya Menjelang pukul setengah tiga sore, aku memutuskan untuk meninggalkan benteng. “Aku belum juga sampai di bagian akhir Muttrah. Aku harus bergegas sebelum gelap menggantikan terang”, gumamku ketika menuruni anak-anak tangga Muttrah Fort. Beberapa saat kemudian, tibalah aku di gerbang Muttrah Souq yang berada tepat di sisi utara Muttrah High Street. Kali ini aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku masih terduduk….Masih terpesona….Masih mematung di salah satu bangku beton Muttrah Corniche. Aku bersiap-siap menyiapkan kata-kata untuk mengutuk diri jika siang itu tidak lagi berhasil menginjakkan kaki di gagahnya Muttrah Fort yang berada di puncak bukit yang berada tepat di hadapanku….Tepat di sisi seberang Al Bahri Road yang sedari tadi kutapaki. Kalimat-kalimat kutukan…
-
<—-Kisah Sebelumnya Semakin matahari mendekati titik puncaknya, maka ketenanganku dalam menjelajah Muscat pun mendapatkan titik tertingginya. Demikian adanya setelah aku duduk tenang dan menikmati hamparan biru Teluk Oman dari ujuang Riyam Park yang berada di sebuah puncak bukit. Pada tingkat kepercayaan diri tertinggi tersebut, kuputuskan untuk segera menuruni bukit dan meninggalkan taman….Aku melanjutkan petualangan, semakin…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir satu jam lamanya waktu telah berlalu, aku memutuskan untuk segera mengusaikan diri dalam bermain air laut di tepian pantai yang lokasinya berada tepat di teras depan Kalboos Park. Mengenakan kembali sepatu yang kutinggalkan pada tempat kering di salah satu sisi pantai, aku bersay hello kepada keluarga kecil asal Roma yang sedari tadi…
-
<—-Kisah Sebelumnya Landmark berikutnya yang kutemukan setelah singgah beberapa saat di Muscat Gate Museum adalah Kalboos Park. Kalboos Park itu sendiri memiliki luasan tak kurang dari tiga hektar. Lokasinya memanfaatkan keberadaan kaki bukit berbatu dan langsung menghadap pantai di sisi baratnya. Memiliki bentuk memanjang dari utara ke selatan mengikuti kontur pantai. Tepat ditengahnya difasilitasi dengan…