Category: Thailand
-
<—-Kisah Sebelumnya Detak jantungku melambat, perasaanku menjadi tenang….Itu terjadi ketika aku berlama-lama memperhatikan warga lokal yang beribadat dengan menangkupkan dupa di kedua telapak tangannya serta mengucapkan do’a di pelataran dekat Phaya Yakkharat. Pastinya, aku siap melanjutkan eksplorasi di luasnya Wat Chedi Luang. Maka melangkahlah aku ke sisi barat, melewati pelataran hijau di sebelah San Lak…
-
<—-Kisah Sebelumnya Langkahku sedikit melambat ketika meninggalkan Wat Muen Tum, itu karena letak destinasiku tak jauh lagi, hanya berjarak tiga ratus meter lagi. Tetapi belum juga sampai di tujuan, langkahku dihadang oleh keberadaan kuil lain. Wat Chang Taem namanya. Kuil ini adalah vihara tempat disimpannya Buddha Fon Saen Ha yang berusia lebih dari seribu tahun.…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku masih menyisir sisi barat Prapokkloa Road. Jalanan arteri semakin ramai saja seiring menit berjalan, mungkin karena matahari tak lagi garang. Lagi…..Tiga menit melangkah, aku melihat keberadaan sebuah kuil di sisi timur jalan. Kali ini berbeda, tak seperti Wat Jet Lin yang senyap. Kuil yang ada di hadapan tampak lebih dinamis, ada beberara…
-
<—-Kisah Sebelumnya Jarum jam merangkak pasti menuju angka empat ketika aku terperanjat dan terbangun. Usai makan siang, untuk beberapa saat aku tertidur pulas di bunk bed tingkat atas milik Le Light House & Hostel. Mungkin tidur yang tak nyenyak di Changi International Airport pada malam sebelum kedatanganku di Chiang Mai yang membuatnya demikian. Aku merengkuh…
-
<—-Kisah Sebelumnya Aku meninggalkan Le Light House & Hostel sejenak menuju ke timur. Menurut aplikasi berbasis peta di telepon pintarku, tempat makan itu hanya berjarak tak lebih dari seratus meter saja. Beberapa menit melangkah pun akhirnya aku tiba di tempat makan itu. Aku yang kelaparan bergegas memasuki kedai dan disambut oleh tiga pelayan wanita berusia…
-
<—-Kisah Sebelumnya Logo AOT tersebar di sekian banyak property bandara ketika tatapan mataku awas mencari keberadaan konter penyedia jasa taksi. AOT sendiri merujuk pada Airports of Thailand PCL, pengelola resmi Chiang Mai International Airport. Beruntung aku dengan cepat menemukan konter taksi resmi “Chiang Mai Airport Taxi” yang berlokasi di dekat Door 11. Konter itu dijaga…
-
<—-Kisah Sebelumnya Hampir pukul sebelas pagi…. Aku merangsek di sepanjang cabin aisle demi menuruni Scoot Air TR 676. Ucapan “Thank You” saut menyaut terdengar di pintu keluar kabin. Begitulah standar pelayanan pesawat yang dilakukan para air crew maskapai manapun. Melaui aerobridge, aku melangkah pelan, demikianlah kebiasaanku setiap tiba di airport yang baru pertama kukunjungi. Aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Pukul delapan pagi…. Kesibukan super cepat berlangsung di dalam kabin Scoot Air TR 676 tujuan Chiang Mai. Bunyi gesekan travel bag dengan kompartemen bagasi saut menyaut di sepanjang kabin, dipadu dengan rentetan nada “klik” yang dikeluarkan oleh karena pemasangan keledar keselamatan di pinggang masing-masing penumpang, membuat aku menikmati suasana khas penerbangan. Aku telah…
-
Pukul enam pagi…. Koridor Transit Hall Terminal 1D (T1D) mulai dipenuhi para pelancong yang berlalu lalang dengan hajatnya masing-masing. Beberapa diantara mereka berkejaran dengan waktu menuju gate demi menangkap penerbangan masing-masing. Sebagian diantaranya sibuk berlalu lalang demi mencari sarapan, barang-barang duty free, souvenir atau bahkan mengantri di beberapa money changer demi berburu Dollar Singapura. Aku…
-
<—-Kisah Sebelumnya Geretan travel bag para pengunjung bandara akhirnya membuatku terbangun….. Aku bangkit dan terduduk di area sempit nan pendek tepat di bawah pangkal escalator. Kulihat layar telepon pintar, waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi. Mataku yang masing mengantuk dan badan yang belum benar-benar segar harus kupaksakan untuk mulai beraktivitas. Aku membuka travel bag, mengaduk-aduk…