Category: Asia

  • <—-Kisah Sebelumnya Lewat sedikit dari jam dua siang. Mulai kutinggalkan Meiji Jingū melalui Stasiun Harajuku. Aku kembali menelusuri Yamanote Line, memutar ke selatan melewati Distrik Shinagawa, lalu kembali ke utara. Menempuh jarak sejauh lima belas kilometer dan berbiaya 200 Yen (Rp. 27.000). Aku tiba di Stasiun Tokyo lewat sedikit dari jam setengah tiga sore dan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Tragedi kehilangan dompet di Stasiun Nakano membuatku menelan ludah ketakutan, ternyata masih tersisa sisi penakut dibalik keberanianku menjelajah dunia.  Aku sejenak menenangkan diri dengan menyeruput air minum dari free water station di salah satu platform Stasiun Nakano. Komuter silver berkelir kuning penguasa Chūō Line itupun tiba, kuayunkan langkah memasuki gerbong tengah dan duduk…

  • <—-Kisah Sebelumnya Kasur di bunk bed milik Yadoya Guesthouse pun serasa balok es, bahkan ketika dini hari sudah undur diri. Pagi itu aku sengaja melambatkan bangun, aku mirip seorang pengecut yang bersembunyi di balik tebalnya selimut dormitory. Aku membalaskan dendam mata, setelah hampir empat puluh jam tak begitu sempurna terpejam. Terakhir terlelap adalah malam kemarin…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku beringsut-ingsut meninggalkan Kanda River, memotong sebuah tikungan Chuo-dori Avenue, dan berbelok ke kanan melintasi Maidreamin, melintas cepat di jalanan selebar enam meter untuk segera tiba di Electronic Town South Exit milik Stasiun Akihabara. Sampai jumpa lagi Akiba…. Sejenak aku menarik nafas panjang di dalam bangunan stasiun, membiarkan telapak tangan dan mukaku sedikit…

  • <—-Kisah Sebelumnya Makan malah sudah selesai. Aku bergegas meninggalkan Ameyoko Market dan kembali berjalan kaki menuju Hirokoji Exit milikStasiun Ueno. Langkahku semakin cepat dan mudah karena Tokunai Pass masih aktif dalam genggaman. Aku bak punya kuasa untuk keluar masuk setiap stasiun sedari siang tadi. Beberapa menit lagi menginjak pukul 18:00, ketika kereta Yamanote Line menjemputku…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku sudah berdiri lagi di platform kereta, tepatnya di Stasiun Shibuya, dalam ruas Yamanote Line, tepat pada pukul 15:48. Matahari telah undur diri di cakrawala kota dan membuat suhu terdegradasi ke titik 3o C. Lantas udara yang telah menjelang beku itu dengan mudah menembus tebalnya gloves hitam di kedua telapak tanganku. Tapi akan…

  • <—-Kisah Sebelumnya Masih ingat?….. Ketika mobil hitam milik D.K sedang mengejar Sean Boswell  yang melaju cepat dengan mobil balap warna merahnya dan rombongan balap itu dipimpin oleh Han Lue di depan yang dengan maskulin meliak-liuk dengan mobil balap ceper kuningnya. Dalam aksi kejar-kejaran itu, ada sebuah momen ketika ketiga mobil balap itu terpaksa melintas di…

  • <—-Kisah Sebelumnya Bangunan Stasiun Nakano memiliki dua tingkat di atas tanah dengan delapan platform. Bagian selasar depan stasiun dijulurkan dengan kanopi  berbahan Alumunium Composite Panel hingga tepat di gerbang depan Nakano Sun Mall.  Ketika tiba di sana, aku keluar di pintu utara dengan halaman beraspal yang sangat luas dan dihiasi oleh aktivitas makan siang para…

  • <—-Kisah Sebelumnya Seperti biasa, mengabadikan diri di depan spot-spot penting di negara orang adalah kebiasaan wajar. Maka sebelum memasuki Stasiun Tokyo, aku menyempatkan diri berpose di depan gerbangnya. Tepatnya di depan “Yaeshu North Entrance”. “Jika kamu ke Tokyo. Kamu akan jarang bertemu orang diatas permukaan, Donny. Tapi begitu masuk ke stasiun bawah tanah maka penduduk…

  • <—-Kisah Sebelumnya Aku melompat dari pintu depan dan tak lama kemudian wajah-wajah putih bermata sipit  memperhatikan dengan seksama kehadiranku. Senang rasanya aku bisa berbaur dengan kaum menengah di dalam bus itu. Aku bersama seluruh penumpang akan bergerak menuju pusat kota Tokyo. Lalu aku sudah saja mendudukkan diri di baris ketiga dari belakang, sebelah kanan dekat…