Category: Middle East

  • <—-Previous Story Kuwait International Airport became the 30th airport outside of Indonesia which I visited. Precisely in Terminal 4, I started to introduce myself to a side of this beautiful airport. Terminal 4 itself is the official mainhub of Kuwait Airways, which in that time I chose as transportation mode to leave Bahrain. Arrival Hall…

  • <—-Previous Story I slowly walked to enjoy each arrival hall corridor in Terminal 4, Kuwait International Airport. There wasn’t rush, because my next flight was still fifteen hours away. Moving to the transfer hall, my step rhythm became fast because aviation security officers arranged it in that way. Not long, I was in front of…

  • <—-Previous Story Exactly on five in the morning I started to wash my body in the bathroom of Bahrain Plaza Hotel. That day, I would leave Bahrain and heading to Kuwait. After making sure all equipments wasn’t left behind, I went down to the first floor to hand over the key and headed to the…

  • Exactly thirty days before my backpacking departure to Middle East Region, I started to get busy in hunting all visas needed, it were tourist visas to visiting Kochi, Dubai, Oman, Bahrain, Kuwait and Qatar. Among the six visas, I had a bitter experience when I finally failed to get a Kuwait Tourist Visa. This caused…

  • <—-Kisah Sebelumnya Jika ingin merasakan sensasi menunggang airline komersial pertama di Asia maka naiklah Philippine Airlines, maka secara otomatis kamu akan tertasbih telah menaiki maskapai tertua di Benua Asia. Dan Philippine Airlines menjadi maskapai ke-28 yang kunaiki sepanjang perjalananku menjadi seorang backpacker. Dimulai dengan insiden kecil  yang cukup membuat malu. Sore itu area depan konter…

  • <—-Kisah Sebelumnya Penerbanganku masih sore nanti. Jam 19:00 tepatnya. Jadi aku akan bersantai dahulu hingga masa inapku di Casper Hotel habis tepat di tengah hari. Sedari Shalat Subuh, aku kembali menggulung badan dengan selimut dormitory, nyaman sekali memejamkan mata dalam hangat selimut di tengah bekunya pagi. Hingga alarm iri dan meneriakiku….Sudah pukul sembilan. Aku harus…

  • <—-Kisah Sebelumnya Di bagian akhir kunjungan ke Msheireb Museum, aku melakukan eksplorasi bersama lelaki setengah baya dari Perancis. Aku menuntunnya pelan-pelan memasuki ruangan demi ruangan. Radwani House adalah gambaran asli dari rumah khas Qatar yang dibangun pada tahun 1920-an di perbatasan distrik tertua di Qatar yaitu Al-Jassra dan Msheireb. Rumah ini dibeli oleh Ali Akbar…

  • <—-Kisah Sebelumnya Staff Museum   :     “Hello, how many part of museums which you have visited, Sir?” AKu                       :     “Just two….Company House and Bin Jelmood House, Ms”. Staff Museum   :     “Oh, you on right step. Now you are in Mohammed Bin Jassim House. It will tell you about old Msheireb and the modern one”. Aku                        :    …

  • <—-Kisah Sebelumnya Bagian kedua dari Msheireb Museum adalah Bin Jelmood House. Siapakah sosok Bin Jelmood?….Dia adalah pedagang budak terkenal di Doha pada masa perbudakan masih berlangsung. Dia sering dikenal dengan sebutan “The Rock”, merujuk pada pendirian dan kekerasan hatinya kala itu. Eh, edisi ini lebih serius dari edisi Company House, ya temans….Bersiaplah membaca lebih khusyu’.…

  • <—-Kisah Sebelumnya Ternyata tak hanya aku, semua turis dibuat kebingungan untuk menemukan pintu masuk. Kata itulah yang diucapkan seorang staff pria yang keluar memanggilku dan mengarahkanku memasuki museum. “Welcome to Msheireb Museum, you should know that this museum consists of four parts. They are Company House which you are currently visiting. In west of this…